Jumat, 15 April 2011

RIMA ATAU PERSAJAKAN DALAM PUISI

Kompetensi Dasar
16.2 Menulis puisi bebas dengan memperhatikan unsur persajakan atau rima
Indikator :
• Mampu mendata objek yang akan dijadikan bahan untuk penulisan puisi
• Mampu mendeskripsikan objek dalam larik-larik yang bersifat puitis
• Mampu menyunting sendiri puisi yang ditulisnya

RINGKASAN MATERI
Rima atau persajakan adalah persamaan bunyi yang terdapat pada larik-larik puisi. persamaan bunyi ini bisa terjadi di awal baris, tengah baris, atau di akhir baris. secara umum, orang melihat rima pada akhir baris setiap bait pada puisi.

dilihat dari akhir baris setiap bait, rima terbagi atas beberapa yaitu:
1. Rima silang yaitu persamaan bunyi akhir dengan pola [ab ab]
2. Rima sama yaitu persamaan bunyi akhir dengan pola [aa aa]
3. Rima berpasangan yaitu persamaan bunyi akhir dengan pola [aa bb]
4. Riam berpeluk yaitu persamaan bunyi akhir dengan pola [ab ba]
5. Rima patah atau rusak yaitu rima yang polanya selain pola di atas dengan jumlah yang berbeda

yang perlu diketahui dalam penentuan rima adalah
1. rima dilihat setiap bait
2. baris pertama pada bait puisi selalu berkode rima (a)
3. baris-baris selanjutnya apabila berbeda, maka berkode rima (b) dan seterusnya.

perhatikan contoh berikut ini:
Sawah di bawah emas padu (a)
Padi melambai, malai terkulai (b)
Naik suara salung serunai (b)
Sejuk didengar mendamaikan kalbu (a)

baris pertama berakhir dengan bunyi /u/ kita beri kode (a). baris yang memiliki bunyi sama dengan baris pertama adalah baris ke empat. oleh karena itu, baris keempat juga kita beri kode (a). baris kedua berakhir dengan bunyi /ai/. Karena berbeda dengan baris pertama, baris kedua kita beri kode (b). baris ketiga berakhir dengan bunyi /ai/ seperti baris kedua. oleh karena itu kodenya pun sama yaitu (b).

Di samping rima dilihat dari bunyi akhirnya, ada juga beberapa rima lain seperti rima aliterasi. rima aliterasi adalah rima tengah yang dibuat dengan cara setiap awal kata dalam satu baris menggunakan bunyi yang sama. sebagai contoh adalah
Bukan Beta Bijak Berperi

Dalam menulis Puisi, unsur rima merupakan satu hal yang cukup penting untuk menciptakan efek bagus atau indah. hal tersebut karena puisi apapun bentuknya, masih mengutamakan segi keindahan dan kedalaman makna suatu kata.
perhatikan contoh puisi berikut ini!

HANYA HARAP

Kalau boleh kupinta padamu
Temui aku dalam batas perjalananku

Aku tahu
Aku bukanlah lelaki pilihan
Yang mampu menyuarakan suaramu
Aku tahu
Aku bukanlah lelaki harapan
Yang mampu mengusung panji-panjimu

Aku papa tanpamu
Buta dalam benderangnya lampu
Terpuruk sedalam lorong kelabu

Yang aku ingin hanyalah
Temui aku dalam batas perjalananku
Dengan senyumMu
kian kurindu
Terpahat dalam hatiku pasrah
Mengalir bersama darah di degup jantung membiru
Karena rindu itu begitu menyatu
Mengharap tetes kasihmu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...