Senin, 02 Mei 2011

MENULIS BAB II PTK (KAJIAN PUSTAKA)

Kajian pustaka berisi teori-teori yang berkaitan dengan variabel penelitian dari beberapa sumber. Sumber tersebut bisa berupa buku, artikel di media massa, maupun jurnal. Yang termasuk media massa adalah surat kabar, majalah, internet. Kajian pustaka dimaksudkan sebagai dasar kita dalam mengulas dan melakukan penelitian yang kita lakukan. Semakin dalam kajian pustaka yang disampaikan semakin kuat dasar kita dalam menentukan kerangka berpikir.
Pada bab II, yang akan dikemukakan adalah Kerangka teori, Penelitian yang relevan, dan kerangka berpikir. Untuk lebih jelasnya tentang bagian-bagian tersebut, akan dibahas masing-masing bagian secara terpisah.
Kajian Pustaka
Telah dikemukakan di depan bahwa kajian pustaka berisi tentang teori-teori yang terkait dengan variabel penelitian yang kita lakukan. Semua variabel yang ada harus diungkapkan teorinya dalam kajian pustaka. Perhatikan contoh berikut ini!
Judul penelitian
Peningkatan Kempetensi Menulis Puisi Siswa Kelas VII di SMP Negeri 2 Bojong Tegal Melalui media film dokumenter

Kajian pustka yang harus dikemukakan sesuai dengan judl tersebut adalah:
1. Definisi Menulis
2. Definisi Puisi
3. Menulis Puisi
4. Definisi media
5. Definisi film
6. Film dokumenter
7. Media film dokumenter

Setelah ditentukan teori yang harus dikemukakan dalam kajian pustaka, kini kita mulai mencari sumber yang akan dijadikan referensi.
Apabila sumber atau referensi sudah terkumpul, kini saatnya kita menuliskan teori-teori tersebut dalam dalam bentuk kajian pustaka. Yang perlu diingat, kajian pustaka bukanlah kumpulan teori semata. Untuk itu, dalam pembuatan kajian pustaka harus menggunakan pola SAS (struktur Analisis Sintesis)
Struktur berisis kutipan dari teori yang kita ambil baik itu kutipan secara langsung maupun kutipan secara tidak langsung. Analisis berupa ulasan kita terhadap teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Sintesis yanitu kesimpulan yang kita ambil setelah kita mengemukakan beberapa kutipan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini!

Boobi de Potter mengatakan bahwa menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika) secara bersama-sama. (Struktur 1)Pendapat ini menekankan pada sumber proses menulis yaitu otak. Tidak mungkin seorang dapat menulis apabila otak tidak bekerja. Kehebatannya lagi, saat seorang menulis untuk mengungkapkan ide-idenya, bukan hanya otak kiri, tetapi sekaligus otak kanan bekerja untuk dapat mencurahkan segala ide yang ada.(Analisis 1)
Lain dengan Booby de Potter, Tarigan mendefinisikan menulis dari segi isi yang akan disampaikan. Tarigan mengatakan bahwa menulis adalah proses mencurahkan gagasan secara tertulis sehingga terjadi interaksi atau tersampaikannya gagasan antara penulis dengan pembaca. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Menulis merupakan suatu ketrampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain (Tarigan 1983 : 3 ). Pendapat Tarigan ini lebih menekankan pada fungsi tulisan untuk berkomunikasi tanpa lisan.(Analisis 2)
Dari beberapa pendapat tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa menulis adalah serangkaian kegiatan yang melibatkan proses berpikir, untuk mengungkapkan gagasan atau pikiran secara logis dan sistematis dalam bentuk tertulis. Di situ tampak adanya sebuah proses yang berkesinambungan untuk dapat menulis dengan baik. Namun, bukanlah suatu hal yang mustahil seseorang akan dapat menjadi penulis yang diperhitungkan kalau orang tersebut mengasah keterampilannya secara sungguh-sungguh. (Sintesis)

Penelitian yang Relevan
Pada bagian ini, dikemukakan beberapa penelitian yang telah dilakukan yang relevan dengan penelitian yang kita lakukan. Yang dimaksud relevan di sini adalah adanya kesamaan atau kemiripan pada variabel-veriabel penelitiannya. Mungkin adanya kesamaan pada variabel X atau pada variabel Y. langkah-langkah yang mungkin ditempuh untuk membuat bagian ini adalah
1. Cari Penelitian orang lain yang relevan
2. Tulis:
• Siapa penelitinya,
• Apa Judul penelitiannya,
• metode yang digunakan
• dan hasil penelitiannya

Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir diambil berdasarkan kajian pustaka yang dikemukakan sebelumnya. Teori tersebut bukan sebagai kumpulan teori, melainkan teori yang dipilih secara selektif untuk membangun kerangka argumentasi.
Berupa kesimpulan, misalnya “Berdasarkan analisis ini diduga bahwa .............”
Mencerminkan pernyataan klimak dari seluruh upaya dalam membangun kerangka teoritis yang mendukung hipotesis.
Untuk mempermudah gambaran kita tentang kerangka berpikir penelitian, akan lebih baik kerangka berpikir dibuat dalam bentuk bagan yang akan menggambarkan kondisi awal baik dari guru maupun siswa; tindakan penelitian yang dilakukan pada keseluruhan siklus; dan kondisi akhir yang mungkin terjadi. Kondisi akhir ini masih bersifat hipotesis karena penelitian belum dilaksanakan.

Sekian dulu penjabaran kita untuk bab ini. Semoga bisa dipahami dan bermanfaat. Jangan lupa baca juga bagaimana cara membuat bab III Metodologi penelitian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...