Selasa, 18 Juni 2013

Analisis Content Film Raelity Show untuk Meningkatkan Kompetensi Menulis Prosa Nonfiksi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Bojong Kabupaten Tegal

          Kata content atau isi sering sekali kita dengar. Ada SMS content, ada contentpenyajian dan lainnya. Nah, kali ini saya coba menyampaikan hasil penelitian saya terkait dengan menguji dan mengasah kompetensi siswa dalam menulis prosa nonfiksi. Tindakan yang dilakukan adalah dengan melakukan analisis content film reality show. Analisis content ini dianggap perlu untuk menyarikan dan menyaring content-content yang diperlukan dan yang tidak diperlukan dalam pembelajaran menulis prosa nonfiksi. Content yang diperlukan akan dimanfaatkan dalam penulisan prosa fiksi sementara itu content yang tidak diperlukan akan diabaikan saat penulisan prosa nonfiksi.
        Kali ini saya upload bagian abstraknya dulu, agar teman-teman gak ribet baca terlalu banyak sementara ternyata gak, sesuai. Kalau memamng ini dianggap lumayan bagus dan perlu baca lebih banyak, teman-teman bisa hubungan saya melalui e.mail atau kasih aja komentar di bawah postingan ini. Ok? selamat membaca dan semoga bermanfaat.



ABSTRAK
Farichin,S.Pd. Analisis Content Film Raelity Show untuk Meningkatkan Kompetensi Menulis Prosa Nonfiksi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Bojong Kabupaten Tegal

Kata Kunci: Kompetensi Menulis, Prosa Nonfiksi, Analisis content, Film Reality Show.

Dalam pembelajaran keterampilan menulis terbagi menjadi menulis prosa nonfiksi dan prosa fiksi. Pembelajaran prosa nonfiksi dianggap lebih sulit karena didasarkan pada kenyataan yang ada melalui kegiatan studi pustaka, mengamati, atau melakukan penelitian. Kondisi seperti itu tentunya akan mempersulit bagi guru untuk membelajarkan siswa menguasai kompetensi menulis prosa nonfiksi. Apalagi pembelajaran yang dilakukan tidak menjadikan siswa merasa senang. Oleh karena itu solusi yang diajukan adalah memberikan pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar dengan aktif tanpa merasa terbebani dan salah satunya adalah menghadirkan film reality show di dalam kelas. Film reality show tersebut dianalisis dari segi content. Dengan demikian tanpa harus membaca referensi yang banyak, melakukan observasi, ataupun eksperimen siswa telah dapat mengumpulkan data dalam penulisan prosa nonfiksi. Penelitian yang dilakukan mulai Juli sampai November 2012 ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Bojong. Penelitian yang dilakukan sebanyak tiga siklus dengan masing-masing siklus sebanyak dua kali pertemuan.Data dikumpulkan dengan cara tes, wawancara, angket, dan pengamatan. Data berupa hasil pengamatan, hasil tulisan prosa nonfiksi siswa, hasil tes, dan jawaban angket refleksi siswa. Data dianalisis dengan triangulasi dengan membandingkan hasil pengamatan antara guru, observer, dan siswa. Penelitian dianggap berhasil apabila ketuntasan klasikal seluruh aspek penilaian telah mencapai  95% dari jumlah siswa yang tuntas secara individual dalam kelas tersebut. Dari pelaksanaan tiga siklus keberhasilan siklus didokumentasikan dalam tiga bentuk penilaian yaitu penilaian proses, produk, dan tes. Dari ketiga penilaian tersebut kemudian dilakukan pembobotan untuk mendapatkan nilai akhir siklus. Bobot yang diberikan adalah 30% pada penilaian proses, 40% produk, dan 30% tes. Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan siklus tersebut adalah pada penilaian proses diperoleh data rerata nilai 76,75 pada siklus pertama, 85,53 pada siklus kedua dan 88,53 pada siklus ketiga dengan ketuntasan sebesar 64%  siklus pertama, 82,14% siklus kedua, dan 96% siklus ketiga. Pada penilaian produk diperoleh data rerata nilai 72,86 siklus pertama 80,71 siklus kedua, dan 87,86  siklus ketiga. Dari ketuntasan penilaian produk diperoleh data 71% pada siklus pertama, 82% pada siklus kedua, 96% siklus ketiga. Dari penilaian tes, diperoleh data rerata nilai 69,20 pada siklus pertama 81,63 siklus kedua, dan 90,31 pada siklus ketiga. Dilihat pada tingkat ketuntasan tes diperoleh ketuntasan siklus pertama sebesar 64%  siklus kedua sebesar  75% , dan siklus ketiga sebesar 96%. Dari penghitungan nilai akhir diperoleh rerata nilai akhir sebesar 72, 93 pada siklus pertama,  pada siklus kedua sebesar 81,84  dan   88,76 pada siklus ketiga. Dari ketuntasan penghitungan nilai akhir diperoleh data 61% siswa tuntas pada siklus pertama, 82% pada siklus kedua, dan disempurnakan pada siklus ketiga dengan ketuntasan sebesar 100%. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar