Minggu, 10 Maret 2013

PREDIKSI SOAL US 2013


1.      Bacalah paragraf berikut!
           
Segala kepraktisan telah menjadi alasan bagi seseorang untuk malas berjalan kaki di Jakarta. Memang, kondisi trotoar yang buruk, cuaca yang panas, dan kepulan asap kendaraan kerap makin menurunkan niat untuk berjalan kaki. Bahkan harus diakui bahwa berjalan kaki bisa menjadi aktivitas yang berbahaya di Kota Jakarta. Ulah nakal pengendara kendaraan roda dua yang menggunakan trotoar bisa makin menambah kemalasan orang berjalan kaki.

Gagasan utama paragraf tersebut adalah .…
A.    Berjalan kaki menjadi aktivitas yang berbahaya
B.     Alasan seseorang malas berjalan kaki di Jakarta
C.     Kondisi trotoar turunkan niat berjalan kaki
D.    Ulah nakal pengendara kendaraan roda dua

Perhatikan berita berikut
Berita 1
Truk dan bus antri berjam-jam di Pelabuhan Penyeberangan Merak – Bakauhuni, Merak, Banten. Ratusan kendaraan bermotor berjajar tak beraturan di halaman parkir yang tidak beratap. Beberapa penumpang mengembalikan tiket kapal feri yang sudah terlanjur dibeli. Kepala pelabuhan menjelaskan bahwa tiga kapal feri tidak dioperasikan karena ombak laut Jawa sangat tinggi dan dapat membahayakan pelayaran pada kondisi cuaca yang ekstrim.

Berita 2
Cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan perbahan suhu bumi karena menipisnya lapisan ozon. Menurut BKMG, kondisi ani akan berlanjut sampai beberapa bulan ke depan. Diharapkan  bagi yang akan melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi laut dan udara untuk berhati-hati. Bila dipaksakan, akan dapat mengakibatkan hal buruk.

2.    Persamaan ide kedua berita tersebut adalah ...
A. Antrian armada pengangkut barang yang terhambat di pelabuhan.
B. Terhambatnya transportasi karena adanya cuaca ekstrim.
C. Cuaca ekstrim akibat menipisnya lapisan ozon
D. hati-hati menghadapi cuaca ekstrim

Perhatikan berita berikut
Teks Berita 1
              Anak-anak yang sudah mulai masuk taman kanak-kanak, mulai belajar bersosialisasi, mencari teman,  dan mulai mempunyai pengalaman terjadinya konflik dalam pertemanan. Mainan seperti puzzle dan papan mainan yang lebih banyak membutuhkan banyak orang dalam bermain, akan membantunya dalam proses partisipasi. Mereka juga mulai belajar menang dan kalah serta meningkatkan tingkah laku sosialnya. Perkembangan karakter sangat penting dalam usia ini dan dengan tokoh atau karakter di televisi akan membuatnya terkesan.
               
Teks Berita 2
Mainan yang meningkatkan tanggung jawab dan kekuatan kemandirian merupakan tahap perkembangan individual dan personalitasnya. Mainan yang mendukung daya ingat mainan yang membutuhkan kemampuan analisis      serta pemikiran  merupakan    mainan yang baik untuk perkembangan anak usia 9-12 tahun.      Carikan mainan yang bisa meningkatkan kepercayaan diri dan permainan berkelompok untuk meningkatkan kemampuan interaksi  sosialnya.

               
3.      Perbedaan penyajian kedua teks tersebut adalah …
A.       Teks berita 1 diawali apa, sedangkan teks berita 2 diawali dengan bagaimana.
B.       Teks berita 1 diawali dengan siapa, sedangkan teks berita 2 diawali dengan apa.
C.       Teks berita 1diawali dengan mengapa, sedangkan teks berita 2 diawali dengan apa.
D.       Teks berita 1diawali dengan siapa, sedangkan teks berita 2 diawali dengan bagaimana.

Bacalah kutipan biografi berikut dan kerjakan soal nomor 4 dan 5!
ZAID BIN TSABIT AL ANSHARI
          sejak mendapatkan hidayah Alloh untuk memeluk Islam, Zaid selalu di dekat Nabi SAW. Ia dengan kecerdasannya dan kepandaiannya membaca dan menulis, kemudian diangkat sebagai sekretaris Nabi. Jika ada wahyu yang diturunkan, Nabi selalu mendiktekan kepada Zaid supaya ditulisnya. Tulisannya indah dan gampang dibaca.
          Zaid mengerti, kesempatan tidak datang dua kali. Pun ia mengerti bahwa tidak semua orang dianugerahi kecerdasan di atas rata-rata orang . Dengan semangat Zaid mempelajari bahasa Ibrani. Dan hanya dalam setengah bulan, ia telah menguasainya. Sejak saat itulah dialah yang mendapatkan tugas untuk membaca, menerjemahkan, dan menulis surat-surat berbahasa Ibrani.
          Rasul pun kagum atas kemampuan Zaid ini. Maka beliau pun menyarankan Zaid untuk mempelajari bahasa Suryani. Seperti sebelumnya, dalam waktu singkat, ia pun menguasai bahasa Suryani dengan sangat baik hanya dalam waktu 17 hari. Semua ia lakukan karena kesungguhannya dalam mempelajari sesuatu.

4.      Keistimewaan tokoh pada kutipan biografi tersebut adalah … .
A.    Masuk Islam dengan hidayah Alloh SWT
B.     Menjadi  sahabat nabi SAW
C.     Mampu mempelajari bahasa asing dalam waktu singkat
D.    Dikagumi Rasulullah

5.      Sifat baik yang dapat diteladani dari tokoh tersebut adalah ...
A.    Memiliki kecerdasan lebih dari orang biasa.
B.     Menguasai bahasa Ibrani dalam waktu 17 hari.
C.     Menjadi sekretaris pribadi Nabi.
D.    Bersungguh-sungguh dalam belajar.

6.      Cermati teks iklan berikut!
BEDAH BUKU
RUMAH TANGGAKU PALING BAHAGIA  (1)
Bersama : Ust.Tri Asmoro Kurniawan (2)
      Ahad, 14 Juni 2011
      Jam 09.00 di Masjid Darus Salam Tegal
      Harga tiket Rp3.000
      Harga buku Rp55.000
      Fasilitas : Makalah dan snack (4)

      Penjelasan kalimat (1) yang tepat adalah ...
A. Buku Rumah Tanggaku paling Bahagia adalah karya Ust.Tri Asmoro Kurniawan.
B. Membongkar pasang buku dengan judul Rumah Tanggaku paling Bahagia .
C. Mengupas tuntas isi buku berjudul Rumah Tanggaku paling Bahagia .
D. Pameran dan penjualan buku berjudul Rumah Tanggaku paling Bahagia .

7.      Cermati iklan berikut!
      (1)  Primagama bimbel untuk SMP
      (2)  Dibimbing guru sekolah negeri
      (3)  30 tahun Primagama berdiri
      (4)  Lancar mengerjakan soal-soal UN

Kalimat fakta pada iklan tersebut ditandai nomor .…
A.  (1) dan (2)          C.  (1) dan (3)
B.  (2) dan (3)          D.  (3) dan (4)


8.      Bacalah Paragraf berikut!
Beragam buah berwarna merah tersebar di alam. Di antaranya tomat, stroberi, semangka, apel, bit, anggur merah, dan ceri. Warna kulit yang terbentuk secara alami ini tak hanya berguna untuk membuat buah tampil menarik, tetapi juga memiliki khasiat tersendiri. Warna merah pada buah ternyata mengandung pigmen yang berguna untuk melawan penyakit. Selain itu, zat likopen juga terdapat di dalamnya. Zat ini berperan menjaga kesehatan sel dan mampu mengurangi risiko kanker.

Simpulan isi paragraf tersebut adalah ….
A.  Warna buah membuat tampilan lebih menarik           
B.  Buah yang berwarna merah mengandung pigmen
C.  Zat likopen terdapat pada buah yang berwarna merah
D.  Selain melawan penyakit warna merah pada buah bisa mengurangi resiko kanker

Bacalah puisi berikut, kemudian kerjakan soal nomor 13 dan 14!
            Kutahu
Semua percaya adanya Tuhan
Tapi berapakah yang yakin Tuhan berkuasa
Ku berhasil karena usahaku yang keras
Ku berhasil karena teman
Kuberhasil karena keluargaku yang hebat
Lalu di manakah tangan Tuhan
Yakinkah itu.

13.Tema puisi tersebut adalah ...
A.  keyakinan                              
B. kepasrahan                              
C. kekecewaan
D. keberhasilan

14.Larik bermajas pada puisi tersebut adalah ...
A. Semua percaya adanya Tuhan
B. Ku berhasil karena usahaku yang keras
C. Ku berhasil karena teman
D. Lalu di manakah tangan Tuhan

Bacalah kedua kutipan puisi berikut!
Puisi 1
Puisi 2
Bila hati terasa sedih
Jika jiwa terasa hampa
Mungkin kita sudah lupa
Berdzikir tenangkan jiwa
Berpasrah pada yang ada
Nak,
Dunia yang kini kau alami
Tak seperti masa yang telah kujalani
Maka, kuatkanlah
Karena goda begintu kuat mendera
           
15.Perbedaan pesan kedua puisi tersebut adalah…

Puisi 1
Puisi 2
A
Memperbanyak dzikir
Hidup di dunia yang berbeda
B
Berpasrah dan berdzikir kepada Tuhan
Memperkuat iman dan mental dalam menjalani hidup
C
Jiwa yang sedih dan hampa
Menjalani hidup di dunia
D
Mengajak untuk memperkuat diri
Mengajak menenangkan jiwa dengan berdzikir

Bacalah kutipan cerpen berikut dan kerjakan nomor 16 s.d 17!
1)      Tidak diduganya seseorang masuk ke kamar tidurnya. Lalu duduk di kalang-hulunya. Inyik tidak bereaksi, selain heran oleh kedatangan tamu yang tidak dikenal itu. Tamu yang berani-berani saja sudah duduk di bangku tidurnya. Dan bicara tanpa basa-basi.
2)      "Sebetulnya aku tidak akan ke sini. Tapi aku mendengar yang kau katakan." Hati Inyik merasa tertusuk oleh kata kau ke alamatnya. Kata yang tidak pernah ada dalam hidupnya diucapkan orang kepadanya.
3)      "Ternyata kau sama saja dengan golonganmu. Tambah tua kian sombong.
4)      Inyik merasa tamu itu menguliahinya. Harga dirinya tersinggung. Maunya dia marah. Tapi ada rasa tak berdaya pada dirinya. Dialihkannya pembicaraan. "Engkau ke sini berlebaran, bukan?"


16.Latar   cerpen tersebut adalah ...
A. di kamar Inyik pada malam hari
B. di kamar Inyik pada saat lebaran
C. di rumah Inyik menjelang lebaran
D. di rumah Inyik setelah lebaran

17.  Bukti watak Inyik yang sombong terdapat pada nomor .…
  1. (1)                    C.  (3)
B.     (2)                    D.  (4)

18.  Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Inyik yang mudah tersinggung melalui ….
A.    Diceritakan pengarang
B.     Dialog tokoh itu sendiri
C.     Diceritakan tokoh lain
D.    dialog antar tokoh

Bacalah kutipan cerita berikut!
      Sanwe adalah seorang tukang cukur yang piawai. Suatu hari pengawal kaisar datang ke rumah Sanwe. Ia menyampaikan bahwa Sanwe disuruh mencukur kaisar. Mendapat tugas itu, Sanwe gelisah karena kepala kaisar banyak korengnya. Aturan di kerajaan, siapa saja yang mencukur menyentuh koreng  dan kaisar kesakitan , hukumannya pancung. Tetangga Sanwe mendengar berita itu, berdatangan menyalami sebagai rasa ikut berduka cita karena sebelumnya sudah ada beberapa tukang cukur yang dipancung.

19.  Konflik dalam kutipan cerita tersebut adalah ….
A.    Kekhawatiran Sanwe menghadapi tugas mencukur kaisar.
B.     Kepala kaisar banyak korengnya.
C.     Keinginan Sanwe berhasil mencukur kaisar.
D.    Aturan di kerajaan yang terlalu berat.

20.Bacalah kedua kutipan novel berikut !
            Novel 1
        Keluarga Dursley yang tinggal di Private Drive nomor empatlah penyebab Harry tidak pernah bisa menikmati liburan musim panasnya. Hanya paman Vernon, Bibi Petunia, dan anak ,mereka, Dursley lah keluarga Harry yang masih hidup. Sikap mereka terhadap penyihir sama seperti sikap orang-orang di abad pertengahan. .... (Harry Potter)
      Novel 2
Aku terkejut juga mendadak di roket kerongkongannya yahh harus ku akui, sangat berwibawa dan mengerikan. Tetapi aku tak gentar, sebab aku merasa pasti akan perkarannya, tepat mentari condong ke barat.
“ Kalau mayoor ingin tahu namaku , harap kedua tanganku dibebaskan dulu “
“ Benar – benar tidak tahu sopan santun kau ya. Apa hubungannya dengan kedua tanganmu? Sakit, anak kelinci ? “ dan ia tersenyum ironi “
“ Aku bawa surat untukmu “
“ Hah ? “ gerutunya “
“ Dari marice “
“ Marice ? “ dan mata serta mulut melompong bolong bertemu dengannya… ( Burung-burung Manyar)

Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah….

A.  Novel 1 menggunakan sudut pandang orang orang ketiga sebagai pengamat
      Novel 2 menggunakan sudut pandang orang pertama  
B.  Novel 1 penggambaran setting di sekolah sihir
      Novel 2 penggambaran setting di penjara
C.  Novel 1 menggunakan alur campuran
      Novel 2 menggunakan alur mundur
D.  Novel 1 temannya persahabatan
      Novel 2 temannya perjuangan

Bacalah kutipan naskah drama berikut, kerjakan soal nomor 24 dan 25!

Arga    : Mir, malam minggu ini kamu ada acara nggak? (sambil memasukkan bola basket ke ring)
Mira     :  Emang kenapa ? (memandangi Arga)
Arga    :  Mir! (seketika Miranda tersentak)
Mira     :  Aduh, Arga! Gak usah pake teriak segala donk!
Arga    :  Habisnya kamu melamun sih! Sampe saya ngomong gak kedengaran
Mira     :  Maaf deh maaf, emang tadi kamu ngomong apa?
Arga    :  Saya pengen ngajak kamu nonton  (sambil mengacak rambut Miranda)
Mira     :  Nonton? Di mana? (Tanya Miranda bersemangat)
Arga    :  Di Mall Duta, mau nggak?
Mira     :  Oke, siap!

24. Suasana yang tergambar pada kutipan naskah drama tersebut adalah….
      A.  tegang             C.  sedih
      B.  akrab               D.  haru

25. Latar tempat kutipan naskah drama tersebut adalah….
      A.  di lapangan      C.  di rumah
      B.  di Mall             D.  di sekolah

26.  Perhatikan ilustrasi berikut !
Pagi itu, Santi terlambat datang ke sekolah karena bangun kesiangan. Sesampai di kelas pelajaran pertama sudah dimulai. Santi tidak diizinkan mengikuti pelajaran, ia harus menunggu diluar kelas, boleh mengikuti pelajaran setelah jam pertama selesai. Dia berjanji dalam hati tidak akan mengulangi lagi.

Penulisan catatan harian Santi sesuai ilustrasi tersebut adalah….

A.  Hari ini, hari yang sangat memalukan. Akibat bangun kesiangan aku terlambat datang ke sekolah. Aku tidak diizinkan mengikuti pelajaran-pelajaran pertama dan harus menunggu  di luar kelas. Tak akan kuulangi lagi.  
B.  Hari itu, aku sangat malu Aku terlambat datang ke sekolah dan tidak diperboleh mengikuti pelajaran oleh guru. Aku harus belajar diluar kelas, tapi tak apalah sudah biasa, daripada hari itu aku tidak mendapat pelajaran.
C.  Hari yang akan kuingat seumur hidupku. Kala itu aku tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran gara-gara aku terlambat datang ke sekolah. Sangat menyebalkan memang, tapi untungnya jam pertama matematika, pelajaran yang paling menyeramkan.
D.  Aku bangun kesiangan sehingga terlambat datang ke sekolah, dalam hati aku berjanji tidak akan mengulangi lagi. Namun jika harus terjadi lagi apa boleh buat, namanya juga khilaf. Dan sebagai pelajar kurasa itu hal yang wajar.



Perhatikan ilustrasi berikut
Dinas Pendidikan kabupaten menyelenggarakan Lomba Mendesain Majalah Dinding. Kepala sekolah menugasi Pak Ali, guru bahasa Indonesia untuk mempersiapkan anak-anak yang akan mengikuti lomba.
           
27.  Pesan singkat yang tepat untuk ilustrasi di atas adalah...
A.    Ada Lomba Majalah Mendesain Dinding. Apakah sudah dipersiapkan?
B.     Anak-anak, segera dipersiapkan untuk mengikuti Lomba Mendesain Majalah Dinding.
C.     Mohon segera dipersiapkan anak-anak untuk mengikuti Lomba Mendesain Majalah Dinding.
D.    Pak Ali mempersiapkan anak-anak yang mengikuti Lomba Mendesain Majalah Dinding

Bacalah ilustrasi berikut!

Rumah bu Rumi terbakar. Beruntung bu Rumi berhasil menyelamatkan diri, namun rumahnya ludes tidak ada yang tersisa. Melihat hal ini, Derana merasa tergugah untuk membantu mengumpulkan dana. Salah satu yang dimintai dana adalah sahabatnya, Fuka.

28.  Isi surat pribadi Derana kepada Fuka yang tepat adalah ...
A.    Fuka, aku merasa prihatin dengan keadaan rumah bu Rumi yang terbakar habis. Untuk itu, mari kita carikan dana untuk beliau dengan meminta ke teman-teman.
B.     Fuka, kamu ingat kan rumah bu Rumi yang terbakar? Sekarang beliau tidak punya apa-apa lho. Kamu bantu yah, jangan pelit dong.
C.     Fuka, rumah bu Rumi terbakar, semuanya habis. Bantu dong mencari dana untuk ibu Rumi. Kamu kan bisa minta bantuan teman-temanmu, lalu kamu kumpulkan. Jangan khawatir persenan 10% untuk kamu yang mengkoordinir.
D.    Fuka, rumah bu Rumi habis terbakar. Untuk meringankan beban beliau, bantu dong kirim uang berapa pun ya. Syukur-syukur kamu mau mengumpulkan dari teman-temanmu.

Perhatikan surat berikut!
Untuk
Adikku Toni
di Surabaya

      Halo Ton! [ . . . ] Semoga kamu selalu dalam keadaan sehat wal afiat tak kurang suatu apa. Aku dan keluarga di Jakarta juga tak beda denganmu selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Oh, ya bagaimana dengan kuliahmu? Lancar dan tak ada masalah kan? ....

29.  Kalimat yang tepat untuk melengkapi surat tersebut adalah ....
  1. Beritamu selalu aku tunggu-tunggu.
  2. Bagaimana kabarmu, di Surabaya?
  3. Mengapa kamu tak memberi kabar?
  4. Apa saja pekerjaanmu di Surabaya?

Perhatikan kutipan surat berikut!

Sehubungan dengan rencana kegiatan tersebut, kami bermaksud meminjam aula sekolah.
....

30.  Bagian penutup surat tersebut yang tepat adalah ...
  1. Terima kasih atas kesediaan Bapak meminjamkan aula untuk kegiatan tersebut.
  2. Atas perhatian Bapak, kami sampaikan terima kasih. Semoga bermanfaat bagi kami.
  3. Terima kasih kami sampaikan atas pinjaman aula yang kami minta.
  4. Atas pinjaman aulanya kami ucapkan banyak terima kasih.

Perhatikan ilustrasi berikut!
Sejak penerimaan siswa baru SMP Fathan Mubin, suasana tempat parkir di halaman sekolah dipadati kendaraan sepeda motor maupun mobil. Tidak ada larangan bagi siswa pembawa sepeda motor oleh sekolah. Hal ini menyebabkan siswa SMP Fathan Mubina rata-rata membawa motornya ke sekolah. Dan hal itu sangat mengganggu perjalanan menuju ruang kelas.

31.  Surat pembaca yang tepat berdasarkan ilustrasi tersebut adalah …
a.       Setidaknya sejak awal, pihak sekolah membuat peraturan larangan membawa sepeda motor ke sekolah bagi siswa.
b.      Kami minta pihak berwajib menindak tegas siswa yang menggunakan sepeda motor, karena mereka belum cukup umur.
c.       Kami minta pihak sekolah membicarakan hal ini, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di halaman sekolah. Apalagi, usia anak SMP sebenarnya belum boleh mengendarai sepeda motor.
d.      Setidaknya pihak sekolah menyediakan tempat parkir di tempat lain yang lebih layak dan perlu adanya penjagaan kendaraan ditempat parkir agar terhindar dari bahaya pencurian.

Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
(1)
Tiba di lokasi, diberi pengarahan oleh panitia.
(2)
Kepala sekolah memberikan pengarahan sebelum berangkat.
(3)
Pukul 16.30 berkumpul dan kembali ke sekolah.
(4)
Pukul 07.00 kami dikumpulkan di lapangan.
(5)
Pukul. 07.30 kami berangkat.
(6)
Acara bebas, kami memilih lokasi sesuai keinginan masing-masing.

32.  Urutan laporan yang tepat, berdasarkan kalimat-kalimat tersebut adalah ....
  1. (2), (4), (5), (1), (6), (3)
  2. (2), (1), (4), (5), (3), (6)
  3. (4), (2), (5), (1), (6), (3)
  4. (4), (5), (2), (6), (1), (3)

Perhatikan ilustrasi berikut!
Menjelang liburan panjang, pak Asep selaku petugas perpustakaan sekolah mengumumkan agar semua siswa yang meminjam buku perpustakaan segera mengembalikan buku-buku tersebut. Pengembalian buku dilaksanakan mulai tanggal 26 April sampai 2 Juni 2013.
33.  Bagian isi pengumuman yang paling efektif berdasarkan ilustrasi tersebut adalah ...
A.    Bagi seluruh siswa yang merasa meminjam buku di perpustakaan, dimohon dengan sangat untuk segera mengambalikan buku-buku mulai tanggal 26 April s.d.  2 Juni 2013. Ditunggu yah.
B.     Seluruh siswa yang merasa meminjam buku, dimohon dengan sangat untuk segera mengambalikan buku-buku tersebut. Pengambalian buku dapat dimulai tanggal 26 April sampai dengan 2 Juni 2013. Ditunggu yah.
C.     Bagi seluruh siswa yang merasa meminjam buku ,Pengambalian dapat dimulai tanggal 26 April sampai dengan 2 Juni 2013.
D.    Siswa yang meminjam buku perpustakaan, dimohon segera mengambalikan. Pengambalian dimulai 26 April s.d.  2 Juni 2013 pada jam kerja.
.
34.  Perhatikan data buku berikut!

Judul Buku  :
Semerbak di Bandung Raya
Keunggulan :
Isi menggambarkan pengetahuan penulis tentang Bandung.
Kelemahan  :
Penjilidan kurang bagus, mudah lepas.

Paragraf resensi yang tepat berdasarkan data tersebut adalah ...
  1. Buku yang berisi seluk-beluk Kota Bandung ini penjilidannya kurang bagus sehingga mudah lepas. Setiap dibuka, halaman demi halaman terlepas. Inilah yang membuat buku ini kurang diminati
  2. Buku ini menggambarkan penulisnya, mengetahui Kota Bandung, tidak hanya dari tata letak kota, tetapi juga dari sisi sosiologis. Kemudian diceritakan pada pembaca. Hal ini membuat buku ini menjadi menarik.
  3. Buku berjudul Semerbak di Bandung Raya ini berisi  seluk-beluk Kota Bandung. Dengan penjilidan yang kurang bagus membuat buku ini mudah lepas. Hal ini menambah kurang minatnya orang untuk memiliki buku ini.
  4. Buku berjudul Semerbak di Bandung Raya ini memang menarik. Penulisnya, tampak banyak mengetahui seluk-beluk Kota Bandung, tidak hanya dari sisi tata letak kota, tetapi juga dari sisi sosiologis. Sayang penjilidan buku ini kurang bagus sehingga mudah lepas.


Bacalah teks berikut!
Daun pandan dapat memberikan warna pada masakan, biasanya dengan cara mengaluskan dan mengambil airnya. Makanan yang biasanya menggunakan daun ini, di antaranya: serabi, kue talam, kue dadar gulung, dll.     
      Di samping itu, daun pandan dapat memberikan aroma khas pada masakan. Untuk memberikan aroma ini bisa dengan cara menggunakannya sebagai pembungkus atau mencampurkannya ke dalam masakan.

35.  Rangkuman bacaan tersebut yang tepat adalah…
A.  Daun pandan dapat memberikan warna dan aroma pada masakan.
B.  Daun pandan dapat memberikan warna pada semua masakan
C.  Daun pandan dapat digunakan sebagai pembungkus masakan
D.  Air daun pandan dapat memberikan warna pada masakan.

Perhatikan ilustrasi berikut!

Tawuran antar pelajar terjadi di Jalan Raya Bogor, 5 November 2012 sekitar pukul 14.00. Tawuran dipicu akibat saling mengejek. Namun, tidak ada korban jiwa dalam tawuran tersebut. Polisi dengan sigap mampu membubarkan aksi para pelajar.   

36.  Paragraf berita yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah….
A.  Jakarta, 5 November 2012 terjadi tawuran antar pelajar di jalan raya Bogor akibat saling ejek. Tawuran terjadi sekitar pukul 14.00. Polisi yang datang mampu membubarkan tawuran tersebut walaupun ada beberapa korban.
B.  Tawuran antar pelajar terjadi di jalan raya Bogor, 5 November 2012, sekitar pukul 14.00 akibat saling ejek. Polisi mampu membubarkan aksi tersebut sehingga tidak ada korban jiwa.
C.  Tanggal 5 November 2012 terjadi tawuran antar pelajar di jalan raya Bogor. Namun tidak ada korban jiwa dalam tawuran tersebut. Walaupun terlambat, polisi mampu membubarkan tawuran dengan sigap.
D.  Dijalan raya Bogor terjadi tawuran antarpelajar akibat saling ejek, 5 November 2012 sekitar pukul 14.00. Karena polisi datang terlambat sehingga mengakibatkan beberapa korban jiwa.

Bacalah ilustrasi berikut!
Di SMP Karya Ibu sedang digalakkan penghijauan. Setiap siswa dianjurkan menanam satu pohon, selanjutnya agar siswa merawat tanaman tersebut.

37.  Slogan yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah ….
A.    Lingkungan hijau, sekolah makin memukau
B.     Satu siswa,  satu pohon akan tercipta hutan
C.     Tanaman sekolah subur, siswa belajar akur
D.    Merawat, dan merawat tubuh menjadi kuat

Bacalah ilustrasi berikut!
P. Rudi berminat menjual tanahnya yang berlokasi di jalan Raya Lebaksiu seluas 300 m2 dengan harga 500 juta. Tanah tersebut sudah bersertifikat, yang berminat agar menghubungi 081325250175

38.  Iklan baris yang paling tepat berdasarkan ilustrasi tersebut adalah ….
A.    Djl tnh, 300 m2, lks jln ry Lbs, SHM, 500jt, hub. P.Rudi
B.     Djl tnh, 500 jt, SHM, Lks jln ry Lbs, 081325250175
C.     Djl tnh, 300 jt, 500 m2, Lks jln ry Lbs, hub. 081325250175
D.    Djl tnh, 300 m2, Lks jln ry Lbs, SHM, 500jt, hub 081325250175

Perhatikan petunjuk berikut!
Petunjuk membuat obat kaki terkilir.
(1)   Rendam 3 sendok beras selama 15 mnt.
(2)   Kupas serimpang jahe dan kencur. Cuci bersih bahan tersebut.
(3)   [ ....]
(4)   Tambahkan sedikit air untuk mempermudah menghaluskannya.
(5)   [ ....]
(6)   Ikat dengan kain kasa supaya tidak lepas dan biarkan semalaman.
(7)   Ulangi sampai rasa nyeri hilang.

39.  Kalimat yang tepat untuk mengisi bagian yang rumpang tersebut adalah ... .
A.
(4)
Haluskan semua bahan.

(6)
Tempelkan ramuan tadi pada kaki atau tangan yang terkilir.
B.
(4)
Rebus semua bahan dalam panci.

(6)
Tempelkan ramuan tersebut pada kaki atau tangan yang terkilir.
C.
(4)
Parut semua bahan.

(6)
Oleskan ramuan tersebut pada kaki atau tangan yang terkilir.
D.
(4)
Panaskan semua bahan dalam panci.

(6)
Oleskan ramuan tersebut pada kaki atau tangan yang terkilir.

Perhatikan kalimat petunjuk berikut!
Petunjuk Menginstal Program Aplikasi Fisika
(1)   Jika Proses instalasi selesai, klik tombol “Selesai” untuk mengakhiri proses instalasi.
(2)   Tunggu beberapa saat hingga muncul tampilan. Untuk melanjutkan, klik tombol “Lanjut”.
(3)   Masukkan CD Fisika ke dalam CD-Drive
(4)   Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai.
(5)   Selanjutnya akan ditampilkan jendela persiapan untuk instalasi, Klik Install untuk melanjutkan proses instalasi.

40.  Agar menjadi petunjuk yang runtut, urutan yang tepat adalah ….
  1. (3), (4), (1), (2), (5)
  2. (3), (2), (5), (4), (1)
  3. (3), (4), (5), (1), (2)
  4. (3), (2), (4), (5), (1)




Bacalah ilustrasi berikut!
Dalam rangka Jumat Sehat di SMP 2 Bojong mengadakan acara gerak jalan, yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Sebelum berangkat Kepala Sekolah memberikan sambutan pada cara tersebut.

41.  Pembuka pidato yang tepat berdasarkan ilustrasi tersebut adalah …
A.  Bapak, Ibu yang saya hormati dan anak-anakku yang saya banggakan. Segala puji bagi Alloh sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan Jumat sehat.
B.  Semua orang menginginkan hidup sehat, setuju? Manusia berusaha dengan segala macam cara demi menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya
C.  Olah raga secara teratur dapat menjaga kebugaran tubuh. Kita tidak perlu memilih olah raga yang mahal. Olah raga yang murah dapat dilakukan setiap waktu.
D.  Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat membawa manfaat bagi kita. Akhirnya saya mohon maaf dan terima kasih.

Bacalah teks pidato berikut!
Para bapak-bapak, Ibu-Ibu, para hadirin yang saya hormati,
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga apa dapat membawa manfaat bagi kita. Akhirnya, saya mohon maaf jika terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak, Ibu, dan hadirin.

42.  Perbaikan sapaan pada teks pidato tersebut yang tepat adalah …
A.    Bapak, Ibu, para hadirin yang saya hormati
B.     Bapak-Bapak, Ibu-ibu, hadirin yang saya hormati.
C.     Bapak-bapak, Ibu-ibu, para hadirin yang terhormat
D.    Para Bapak, Ibu, dan para hadirin yang terhormat

Perhatikan tema berikut!
Tema
:
Menulis puisi menggunakan media gambar

43.  Rumusan masalah sesuai tema tersebut adalah …
A.  Bagaimana menggunakan media gambar untuk menulis puisi?
B.  Apakah media gambar dapat membantu menulis puisi?
C.  Di mana menulis puisi menggunakan media gambar?
D.  Mengapa media gambar digunakan untuk menulis puisi?

Bacalah simpulan karya ilmiah berikut!
Berdasarkan uraian penelitian dapat disimpulkan bahwa sayuran mentah mempunyai enzim yang bersifat tonikum. Khasiatnya membantu mengatasi gangguan kerja ginjal sehingga keluhan hipertensi tertangani.

44.  Saran yang tepat sesuai simpulan tersebut adalah ...
A.   Mulai sekarang makanlah sayuran mentah agar sehat.
B.   Penderita ginjal hendaknya mengonsumsi sayuran mentah.
C.   Makan sayuran mentah perlu digalakkan karena diperlukan tubuh.
D.   Bagi penderita hipertensi, sebaiknya makan makanan yang mengandung tonikum.

Perhatikan data buku berikut!
1.      Judul buku: Puisi Lama karangan Sutan Takdir Alisjahbana. Penerbit Dian Rakyat Jakarta tahun 2004
2.      Judul buku Salah Pilih karya Nur Sutan Iskandar. Penerbit Balai Pustaka Jakarta tahun 1989.


45.  penulisan daftar pustaka yang tepat berdasarkan data tersebut adalah ....
  1. Iskandar, Nur Sutan. 1989. Salah Pilih. Jakarta: Balai Pustaka.
Sutan Takdir Alisjahbana. 2004. Puisi Lama. Jakarta: Dian Rakyat.
  1. Nur Sutan Iskandar. 1989. Salah Pilih. Jakarta: Balai Pustaka.
Sutan Takdir Alisjahbana. 2004. Puisi Lama. Jakarta: Dian Rakyat.
  1. Alisjahbana, Sutan Takdir. 2004. Puisi Lama. Jakarta: Dian Rakyat.
Iskandar, Nur Sutan. 1989. Salah Pilih. Jakarta: Balai Pustaka.
  1. Iskandar, Nur Sutan. 1989. Salah Pilih. Jakarta: Balai Pustaka.
Alisjahbana, Sutan Takdir. 2004. Puisi Lama. Jakarta: Dian Rakyat.

Perhatikan kalimat berikut!
Banyak turis asing yang berdiri di pinggir tepi laut pantai Kuta.

46.  Perbaikan yang tepat dari kalimat di atas adalah...
A.    Para turis asing berdiri berjajar tepi di pantai Kuta
  1. Banyak turis asing berdiri tepi di pantai Kuta.
  2. Para turis asing berdiri berjajar di pantai laut Kuta.
  3. Banyak turis asing berdiri di pantai Kuta.

Cermati penulisan kalimat berikut!
mengapa saudara tidak membeli gula Jawa ketika di kediri.

47.  Perbaikan penggunaan huruf kapital yang tepat adalah ….
Pil.
Kata Tertulis
Perbaikan
A.
Mengapa, Jawa, kediri
Mengapa, jawa, Kediri
B.
mengapa, saudara, kediri
Mengapa, Saudara, Kediri
C.
Mengapa, gula, Jawa
mengapa, Gula, jawa
D.
gula, Jawa, kediri
Gula, jawa, Kediri

Surti meminta kepada kakaknya Jangan cepat-cepat kau tinggalkan tempat ini

48.  Penggunaan tanda baca yang tepat pada kalimat tersebut adalah ….

A.   Tanda koma (,) diletakkan setelah kata “kakaknya. Setelah kata “ini” diberi tanda titik (.)
B.   Tanda kutip ( “ ) diletakkan sebelum kata “jangan” dan setelah “kata ini”. Setelah kata “ini” diberi tanda titik (.)
C.   Tanda koma (,) diletakkan setelah kata “kakaknya. Tanda kutip ( “ ) diletakkan sebelum kata “jangan” dan setelah “kata ini”.
D.   Tanda koma (,) diletakkan setelah kata “kakaknya. Tanda kutip ( “ ) diletakkan sebelum kata “jangan” dan setelah “kata ini”. Setelah kata “ini” diberi tanda titik (.)


Perhatikan kutipan pantun berikut !
      Seorang pemuda pergi berburu
      Berburu rusa mendapat singa
      …………….
      ……………

49.  Agar menjadi pantun yang baik, larik yang tepat untuk melengkapinya adalah ….       
A.  Selagi muda tuntutlah ilmu
      Kelak tua kan hidup bahagia
B.  Mendapat singa karena diburu
      Mendapat ikan karena dijala
C.  Tuntutlah ilmu selagi muda
      Agar tak menyesal hidupmu  
D.  Pemuda pergi ke pulau Seribu
      Pulau seribu indah tempatnya

Perhatikan kutipan puisi berikut!

Kini, hatiku tergores kesedihan
Ketika terucap salam perpisahan
               ….
Air mataku tak tersa berlinang

50.  Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi adalah ....
a.       Langkahku gontai seraya meninggalkan
b.      Tak perlu disesal kan jadi kenangan
c.       Terbayang jarak kan menghadang
d.      Aku hanyut terbawa arus gelombang

Bacalah kutipan drama berikut!
(1)Syafiah
:
Maaf ya, Ray nanti malam aku sudah janjian sama Afi
(2)Rayhan
:
O, ya? ya sudah gak apa-apa kok. Eh, tapi gomong-ngomong, kayaknya lagi seneng nih?
(3)Syafiah
:
Iya, Ray, aku memang lagi seneeeng banget. (sambil senyum-senyum)
(4)Rayhan
:
….
(5)Syafiah
:
Undian, bukan. Aku seneng karena nilai raportku bagus dan ini berarti aku jadi dibelikan sepeda oleh ayahku.
  
51.  Dialog yang tepat untuk melengkapi naskah drama tersebut adalah ….
a.       Jangan suka berlebihan, orang senang itu wajar.
b.      Aduh, Ika, aku juga lagi senang, sama denganmu.
c.       Aku sudah menduga kalau saat ini kamu lagi senang, ya kan?
d.      Kenapa? Ada apa? Memang kamu menang undian satu milyar, ya?



Isian
21.  Perhatikan iklan berikut!
Dijual, BU ruko 1lt (385m2/HGB). Jln. Dewi Sartika Cililitan; Prkr 6 mbl, 2x2200W; tlp: 4 nmr; air sumur bor. 08529968050

Maksud iklan tersebut adalah ...
  1. Seseorang menjual tanah Hak Guna Bangunan karena butuh uang.
  2. Seseorang menjual tanah Hak Guna Milik karena butuh uang.
  3. Seseorang menjual ruko Hak Guna Bangunan karena butuh uang.
  4. Seseorang menjual toko bersertifikat Hak milik karena butuh uang.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Mengapa kau datang juga?  Tanya perempuan itu ketus. Dan keketusan pertanyaan itu demikian kesat masuk ke telinga laki-laki itu. Maka hatinya tersinggung. Rasa sombongnya yang telah lama mengendap jauh di lubuk hati laki-laki itu, melonjak lagi dengan panasnya. Dan dengan pandangan mata yang menyala berang, ia berkata, “Aku kemari ke rumah anakku, karena diminta datang!” Tapi ucapannya itu hilang di ujung bibirnya yang gemetar, karena ia tak mau menyakiti anaknya, “Maaf, mungkin aku telah menyakitimu dulu.”

22.  Amanat kutipan cerpen tersebut adalah ...
A.    Berbicaralah dengan lembut agar tidak membuat orang tersinggung.
B.     Jangan biarkan kesombongan menguasaimu.
C.     Sapalah orang lain yang  datang ke rumahmu.
D.    Kendalikan amarah meskipun membuatmu bergetar.

READ MORE - PREDIKSI SOAL US 2013

Senin, 04 Maret 2013

TES IQ

pernah ikut tes IQ? belum dan pengin Nyoba? yuks, kita coba ikuti tes berikut ini. saya sudah mencoba. Iseng-iseng berhadiahlah. bukan untuk apa-apa. Its just for fun? ga bisa ya, ga papa. IQ bukan segalanya kok. lagi pula tes IQ ini juga tidak dapat dijadikan patokan standar bahwa IQ kita segitu. Tes IQ yang sebenarnya tidaklah sesederhana ini. OK. silahkan mencoba tes IQ ini dengan mengklik link berikut. Saya sudah mencobanya. IQ Test
QuickIQTest.net - IQ Test
READ MORE - TES IQ

PERGESERAN PARADIGMA PENDIDIKAN DARI TEACHER CENTERED MENJADI STUDENTS AKTIVE LEARNING.

A. Faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar Dalam sosialisasi pendidikan seorang peserta didik tidak hanya berinteraksi dengan materi pelajaran sang disampaikan oleh pendidik, tetapi mereka juga berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya seperti guru dan teman sekelasnya. Dari pergaulan dalam sosialisasi belajar tersebut muncul factor-faktor yang mendukung seseorang untuk menguasai konsep dan meningkatkan kompetensinya. Namun, juga dalam situasi tersebut kerap muncul factor yang menghambatnya untuk berkembang secara baik. Menurut Slameto (2003: 54-72) ada beberapa faktor yang mempengaruhi belajar seorang peserta didik. Factor tersebutterbagi dua yaitu factor internal dan factor eksternal. Faktor-faktor internal factor yang berada dan ada dalam diri individu baik fisik maupun psikis. Factor tersebut meliputi (1)Jasmaniah, meliputi: kesehatan dan cacat tubuh; dan (2).Psikologi, meliputi: inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan 3.dan kesiapan.4.Kelelahan. Faktor yang kedua adalah faktor Eksternal yang berada di luar diri individu. Factor tersebut meliputi (1).Keluarga, meliputi: cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan. (2).Sekolah, meliputi: metode mengajar, kurikulum, relasi antara guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah. (3).Masyarakat, meliputi: kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat. (4).Hasil belajar siswa disekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan (Clarc dalam Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2001: 39)).Walaupun faktor eksternal memiliki persentase lebih sedikit dibandingkan dengan faktor internal, akan tetapi hal tersebut juga mempunyai pengaruh bagi kelancaran belajar anak didik, akan terhambatnya proses belajar mengajar, dan tidak sedikit karena faktor eksternal banyak siswa yang mengalami kegagalan dalam belajar. Untuk itu, hal ini sangat perlu untuk diperhatikan, karena dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar kita diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar seseorang dan dapat mencegah siswa dari penyebab-penyebab terhambatnya belajar. Lingkungan memberikan nuansa yang dominan dan signifikan terhadap pembinaan anak didik. Lingkungan dalam hal ini, adalah lingkungan hidup manusia, yaitu segala sesuatu yang ada disekitar manusia, yang berpengaruh terhadap sifat-sifat dan pertumbuhan manusia yang berinteraksi didalamnya. Selama hidup anak didik tidak bisa menghindari diri dari lingkungan alami dan lingkungan sosial budaya. Interaksi dari kedua lingkungan yang berbeda ini selalu terjadi dalam mengisi kehidupan anak didik, keduanya mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap belajar anak didik disekolah (Syaiful Bahri Djamarah, 2008: 177). Di Indonesia, orang cenderung berpendapat bahwa belajar pada pagi hari akan lebih baik hasilnya dari pada belajar pada sore hari.Pencemaran lingkungan hidup merupakan malapetaka bagi anak didik yang hidup didalamnya. Udara yang tercemar merupakan polusi yang dapat mengganggu pernafasan. Udara yang terlalu dingin menyebabkan anak didik kedinginan. Suhu udara yang terlalu panas menyebabkan anak didik kepanasan, pengap dan tidak betah tinggak didalamnya. Oleh karena itu, keadaan suhu dan kelembapan udara berpengaruh terhadap belajar anak didik disekolah (Syaiful Bahri Djamarah, 2008: 178).Berdasarkan fakta yang kita lihat, hujan merupakan penghambat perjalan kita pada saat ingin pergi kesekolah. Hal ini akan menyita waktu kita selama berada dirumah, oleh karena hujan waktu pembelajaran disekolah pun tidak efektif lagi. Fakta sunnatullah (hukum alam) memang tidak bisa kita hindari, namun antisipasi terhadap hal ini akan mengurangi terhambatnya proses dan hasil belajar siswa didik. Lingkungan buatan yang mempengaruhi proses belajar Lingkungan buatan merupakan suatu lingkunganyang diatur sedemikin rupa oleh hasil olah tangan dan fikir manusia, baik yang disengaja atau tidak disengaja.Kelompok lingkungan buatan ini, misalnya letak atau tempat sekolah, posisi letak meja dan kursi, letak pergedungannya, kamar kecil, tempat parkir, ketersediaan bak sampah, perpustakaan, taman dan kantin. Semua itu hendaknya diatur sedemikian rupa, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi siswa didik dan guru dalam melakukan proses belajar mengajar, serta dapat meningkatkan keberhasilan belajar siswa.Namun demikian, banyak sekolah-sekolah yang cenderung tidak memperhatikan peletakkan antara ruang kelas dengan kamar kecil (WC). Tidak jarang kita temui ada sebagian dari sekolah-sekolah terkadang letak ruang kelas dengan kamar kecil saling berdampingan. Secara tidak disengaja hal ini berdampak cukup buruk bagi siswa didik. Udara yang membawa bau tidak sedap kedalam kelas akan sangat mengganggu konsentrasi siswa, baik pada saat belajar maupun pada waktu terjadinya proses pembelajaran. Kesejukan udara diakui akan membawa lingkungan kelas yang kondusif untuk terlaksananya kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan.Lingkungan sekolah yang baik adalah lingkungan sekolah yang didalamnya dihiasi dengan tanaman atau pepohonan yang dipelihara dengan baik. Apotik hidup mengelompok dengan baik dan rapi sebagai laboratorium alam bagi anak didik. Sejumlah kursi dan meja belajar yang teratur rapi yang ditempatkan dibawah pohon-pohon tertentu agar anak-anak didik dapat belajar mandiri diluar kelas dan berinterksi dengan lingkungan. Kesejukan lingkungan membuat anak didik betah tinggal berlama-lama didalamnya. Begitulah lingkungan sekolah yang dikehendaki (Syaiful Bahri Djamarah, 2008: 179).Fakta membuktikan ruang kelas yang berantakan dengan tidak memperhatikan peletakkan tempat sampah. Ruangan yang berdebu dan berserakan dengan sampah merupakan faktor yang merugikan bagi anak didik, secara tidak sadar hal ini dapat diakui mengganggu kegiatan belajar anak didik. Anak didik tidak betah tinggal dikelas dan keinginan hati untuk keluar kelas lebih besar dari pada mengikuti pelajaran didalam kelas.Oleh karena itu, pembangunan sekolah sebaiknya berwawasan lingkungan, sehingga dapat memperlancar kegiatan belajar anak didik. Lingkungan sosial budayaManusia adalah makhluk dwi tunggal yaitu selain sebagai makhluk individu manusia juga sebagai makhluk sosial yang cenderung saling berinteraksi dan saling membutuhkan satu sama lain, manusia tidak akan bisa lepas dari lingkungan sosial.Sistem sosial yang terbentuk mengikat yang perilaku anak didik untuk tunduk pada norma-norma sosial, susila, dan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Demikian juga halnya disekolah.Ketika anak didik berada disekolah, maka ia berada dalam sistem sosial disekolah. Peraturan dan tata tertib sekolah harus anak didik taati. Pelanggaran yang dilakukan oleh anak didik akan dikenakan sanksi sesuai dengan jenis dan berat ringannya pelanggaran, lahirnya peraturan sekolah yang bertujuan untuk mengatur dan membentuk perilaku anak didik yang menunjang keberhasilan belajar di sekolah (Syaiful Bahri Djamarah,2008:179).Lingkungan sekolah langsung berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar seseorang yang sedang memecahkan soal akan terganggu, bila ada orang lain yang mondar mandir didekatnya atau keluar masuk kamarnya, atau berbicara didekat tempat belajarnya. B. Dukungan sekolah untuk menciptakan Students Aktive Learning Pembelajaran merupakan suatu proses peserta didik berusaha memahami diri dan lingkunagnnya sehingga dia bias mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya secara maksimal. Belajar yang baik harus diiringi dengan kesadaran dan aktivitas diri menemukan dan mencari sesuatu yang bermakna untuk dirinya. Oleh karena itu, belajar yang baik memfasilitasi seluas mungkin peserta didik untuk mengekplorasi, mengelaborasi, dan mengkonfirmasi pengetahuan yang diperolehnya. Kondisi peserta didik secara aktif belajar tersebut dikenal dengan Students Aktive Learning. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pembelajaran yang berpusat pada aktivitas siswa belajar. Peran gurur sebabagai perancang scenario pembelajaran sangat penting. Guru harus mampu membuat pembelajaran menjadi sarana siswa mengekplorasi kemampuannya tanpa harus mengalami tekanan. Oleh karena itu pembelajaran yang aktif, inovatif, efektif sangat diperlukan. Ada beberapa peran guru dalam menciptakan siswa aktif belajar. 1. Guru sebagai pengajar Salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh guru di sekolah adalah memberikan pelayanan kepada para siswa agar mereka menjadi siswa atau anak didik yang selaras dengan tujuan sekolah. Melalui bidang pendidikan, guru mempengaruhi aspek kehidupan, baik sosial, budaya maupun ekonomi. Dalam keseluruhan proses pendidikan, guru merupakan faktor utama yang bertugas sebagai pendidik. Guru memegang berbagai jenis peranan yang mau tidak mau harus dilaksanakannya sebagai guru.Yang dimaksud sebagai peran adalah pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri khas semua petugas dari pekerjaan atau jabatan tertentu. Guru harus bertanggungjawab atas hasil kegiatan belajar anak melalui interaksi belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar mengajar, dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar disamping menguasai materi yang akan diajarkan. Dengan kata lain : guru harus mampu menciptakan situasi kondisi belajar yang sebaik-baiknya. 2. Guru sebagai pembimbing Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah, keluarga serta masyarakat.Dalam keseluruhan proses pendidikan guru merupakan faktor utama. Dalam tugasnya sebagai pendidik, guru memegang berbagai jenis peran yang mau tidak mau harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Setiap jabatan atau tugas tertentu akan menuntut pola tingkah laku tertentu pula. Sehubungan dengan peranannya sebagai pembimbing 3. Guru yang profesional Untuk kepentingan sekolah, memiliki guru yang profesional dan efektif merupakan kunci keberhasilan bagi proses belajar-mengajar di sekolah itu. Ia dapat tampil sebagai sosok yang menarik sehingga mampu menebarkan virus nAch (needs for achievement) atau motivasi berprestasi, jika kita meminjam terminologi dari teorinya McCleland. Di dalam kelas itu seorang guru juga dapat tampil sebagai sosok yang mampu membuat siswa berpikir divergent dengan memberikan berbagai pertanyaan yang jawabnya tidak sekedar terkait dengan fakta, ya-tidak. Seorang guru di kelas dapat merumuskan pertanyaan kepada siswa yang memerlukan jawaban secara kreatif, imajinatif – hipotetik, dan sintetik (thought provoking questions). Sebaliknya, dengan otoritasnya di kelas yang begitu besar itu, bagi seorang guru juga tidak menutup kemungkinan untuk tampil sebagai sosok yang membosankan, instruktif, dan tidak mampu menjadi idola bagi siswa di kelas.Bahkan dia juga bisa berkembang ke arah proses pembelajaran yang secara tidak sadar mematikan kreativitas, menumpulkan daya nalar, mengabaikan aspek afektif, dan dengan demikian dapat dimasukkan ke dalam kategori banking concept of education-nya Paulo Friere, atau learning to have-nya Eric From. Pendek kata, untuk melindungi kepentingan siswa, dan juga untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di daerah dalam jangka panjang di masa depan, guru memang harus profesional dan efektif di kelasnya masing-masing ketika ia harus melakukan proses belajar-mengajar. jika pekerjaan itu memiliki kriteria tertentu. Jika kita mengikuti pendapat Houle, ciri-ciri suatu pekerjaan yang profesional meliputi: (1) harus memiliki landasan pengetahuan yang kuat; (2) harus berdasarkan atas kompetensi individual (bukan atas dasar KKN-pen.); (3) memiliki sistem seleksi dan sertifikasi; (4) ada kerjasama dan kompetisi yang sehat antar sejawat; (5) adanya kesadaran profesional yang tinggi; (6) memiliki prinsip-prinsip etik (kode etik); (7) memiliki sistem sanksi profesi; (8) adanya militansi individual; dan (9) memiliki organisasi profesi. Efektif Cara pendidik mensosialisasi Lingkungan untuk optimalisasi peserta didik Ada beberapa langkah yang harus dilakukan guru untuk memperkenalkan lingkungan untuk optimalisasi peserta didik. Cara tersebut adalah: 1. Observasi lingkungan. Observasi ini akan dapat membantu siswa mengenal secara dekat lingkungan belajar yang ada di sekitarnya. Ajarkan bagaimana peserta didik memanfaatkan keseluruhan yang ada untuk mengembangkan potensi dirinya dengan baik. Ajarkan pula etika bersosialisasi dengan lingkungan belajar tersebut. 2. Eksperimen lingkungan. Eksperimen lingkungan bertujuan agar siswa lebih memahami permasalahan lingkungan pendidikan yang ada dan mencoba mencari solusinya. Dengan eksperimen lingkungan ini akan membangkitkan kesadaran pada peserta didik untuk menjaga lingkungan yang ada di sekitarnya. 3. Aksi social. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaplikasikan pemahaman yang telah melekat dengan bertindak secara langsung terkait dengan lingkunga. Aksi soasil terkait dengan pemanfaatan sumber pustaka bias dilakukan dengan pecan membaca. Pada hari itu semua warga sekolah harus membaca buku apa saja sesuai dengan yang diminatinya. Dalam hubungan dengan kebersihan, dapat diselenggarakan kegiatan jumat bersih yaitu kegiatan membersihkan lingkungan pada hari jumat tertentu. Hari berbagi dengan menentukan satu hari bagi semua warga sekolah untuk berbagi apa saja bias materi atau non materi pada orang-orang tertentu. Kegiatan ini mengajarkan peserta didik untuk peduli terhadap sesame. Beberapa kegiatan dapat dilakukan selain contoh di atas.
READ MORE - PERGESERAN PARADIGMA PENDIDIKAN DARI TEACHER CENTERED MENJADI STUDENTS AKTIVE LEARNING.

Senin, 25 Februari 2013

SOSIALISASI

Oleh : FARICHIN setiap orang tidak akan pernah luput dari kegiatan bernama sosialisasi. Sebagaimana fitrahnya manusia sebagai mahluk sosial, kita tidak pernah bisa lepas dari sosialisasi. Sosialisasi ini sebgai salah satu pembeda antara manusia dengan makhluk yang lain. Manusia yang lebih beradap dan mertabat salah satunya ditandai dengan sosialisasi. Sejarah menunjukkan bahwa manusia primitif yang sudah dianggap lebih bermartabat dikelompokkan dalam Homososius yaitu manusia yang bersosialisasi. Ini satu tingkat di atas manusia primitif yang tidak dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. dalam pembahasan ini akan dibahas tentang sosialisasi dari beberapa perspektif. semoga pembahasan tentang sosialisasi ini akan bermanfaat untuk para pembaca. Oh, ya jangan lupa kasih komentar. A. Sosialisasi dari sudut pandang agama, sosiologi, dan psikologi Manusia adalah makhluk social yang tidak bisa lepas dari kehidupan sosialnya. Dalam menjalani kehidupan sosialnya, manusia melakukan sosialisasi. Namun, apa sebenarnya sosialisasi itu? Sebelum membahas lebih jauh tentang sosialisasi, berikut ini ada beberapa pendapat tentang hakikat sosialisasi. a. Charlotte Buhler Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya. b. Peter Berger Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya. c. Paul B. Horton Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya. d. Soerjono SoekantoSosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Dalam kajian Islam sosialisasi salah satunya diungkapkan dalam alquran surat Ar Rum ayat 21 yang artinya kurang lebih 021. (Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri) Siti Hawa tercipta dari tulang rusuk Nabi Adam sedangkan manusia yang lainnya tercipta dari air mani laki-laki dan perempuan (supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya) supaya kalian merasa betah dengannya (dan dijadikan-Nya di antara kamu sekalian) semuanya (rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu) hal yang telah disebutkan itu (benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir) yakni yang memikirkan tentang ciptaan Allah swt. (Tafsir Jalalain oleh Jalaludin Asy Syuyuthi dan Jalaludin Muhammad ibn Ahmad Al Mahalliy) Begitu indahnya Islam sehingga etika dalam pergaulan juga diberikan aturannya. Seperti terungkap dalam hadist yang berbunyi Dari Abu Hurairoh rodhiallohu ‘anhu, sesungguhnya Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhori dan Muslim) Dari hadist ini dapat ditarik beberapa pelajaran yaitu adanya hak manusia atas Alloh dan hak manusia atas manusia yang lainnya. Hak sesama manusia adalah menjaga lisan dan memuliakan orang. Menjaga lisan bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan berkata baik atau kalau tidak mampu maka diam. Dengan demikian diam kedudukannya lebih rendah dari pada berkata baik, namun masih lebih baik dibandingkan dengan berkata yang tidak baik. Berkata baik terkait dengan 3 hal, seperti tersebut dalam surat An-Nisa’: 114, yaitu perintah bershadaqoh, perintah kepada yang makruf atau berkata yang membawa perbaikan pada manusia. Perkataan yang di luar ketiga hal tersebut bukan termasuk kebaikan, namun hanya sesuatu yang mubah atau bahkan suatu kejelekan. Pada menjaga lisan ada isyarat menjaga seluruh anggota badan yang lain, karena menjaga lisan adalah yang paling berat. Memuliakan berarti melakukan tindakan yang terpuji yang bisa mendatangkan kemuliaan bagi pelakunya. Dengan demikian memuliakan orang lain adalah melakukan tindakan yang terpuji terkait dengan tuntutan orang lain. Salah satunya adalah memuliakan tetangga dan tamu. Tetangga menurut syariat adalah sesuai dengan pengertian adat, artinya kapan secara adat dinilai sebagai tetangga maka dinilai sebagai tetangga juga oleh syariat. Kaidah menyatakan semua istilah yang ada dalam syariat dan tidak ada batasannya secara syariat dan bahasa maka pengertiannya dikembalikan kepada adat. Batasan tamu yang wajib diterima dan dilayani adalah jika dia tidak memiliki kemampuan untuk mencari tempat untuk tinggal atau untuk makan. Jika mampu maka hukumnya sunnah. Adapun batasan lamanya adalah 1 hari 1 malam, sempurnanya 3 hari 3 malam. Masih banyak lagi ajaran Islam yang terkait dengan sosialisai manusia dengan manusia yang lainnya. Dari sudut pandang sosiologi, sosialisasi dipandang sebagai sarana manusia untuk mengenal diri dan lingkungannya serta bagaimana dia dapat mengembangkan dirinya secara maksimal. Ada beberapa kegiatan masnusia dalam interaksi social yaitu sosialisasi belajar dan penyesuaian diri dengan lingkungannya. Proses sosialisasi adalah suatu proses belajar, bagaimana seorang individu harus berbuat dan bertingkah laku di tengah masyarakatnya. Dalam sosialisasi juga seorang individu akan belajar tentang kebudayaan yang harus dimiliki dan diikutinya agar ia dapat hidup, diterima dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.Segala sesuatu yang dipelajari individu mula-mula dipelajari dari orang lain di sekitarnya terutama dari anggota keluarganya. Individu belajar secara sadar dan tak sadar. Secara sadar individu menerima apa yang diajarkan oleh orang di sekitarnya, misalnya seorang ibu mengajarkan anaknya berbahasa dan bagaimana cara makan yang benar. Sedangkan secara tidak sadar, individu belajar dari mendapatkan informasi dalam berbagai situasi dengan memperhatikan tingkah laku orang lain, menonton televisi, membaca koran, mendengar percakapan orang lain, dan lain sebagainya. Sosialisasi terjadi melalui kondisi lingkungan yang menyebabkan individu mempelajari pola kebudayaan fundamental, seperti berbahasa, cara berjalan, duduk, makan, berekalkuan sopan, dan sebagainya.Menurut Bruce J. Cohen sebagaimana dikutip dalam Elly M. Setiadi, sosialisasi memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut:Memberikan bekal keterampilan yang dibutuhkan bagi individu pada masa kehidupannya kelak. Dalam persepektif Abu Ahmadi, tingkah laku manusia itu dapat diterangkan sebagai reaksi-reaksi terhadap tuntutan atau tekanan dari lingkungannya. Di daerah dingin manusia harus berpakaian yang tebal untuk mengatasi tuntutan iklim. Hal ini berarti bahwa tingkah laku manusia merupakan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan lingkungan fisik, disebut juga sebagai adaptasi. Di samping itu, tingkah laku manusia juga merupakan penyesuaian diri terhadap tuntutan dan tekanan sosial orang lain. Hal ini juga disebut dengan istilah adjusment.Selanjutnya, tuntutan dalam proses sosialisasi tersebut dapat diklasifikasi menjadi tuntutan internal dan eksternal. Tuntutan internal adalah tuntutan yang berupa dorongan atau kebutuhan yang timbul dari dalam, baik yang bersifat fisik maupun sosial. Sebaliknya tuntutan eksternal adalah tuntutan atau dorongan yang timbul dari luar dirinya sebagai seorang individu, misalnya penyesuaian diri akibat tuntutan dari orang tua, istri/suami, guru, anak, masyarakat, dan lain sebagainya, sehingga tingkah laku yang timbul setelah itu merupakan cerminan dari tuntutan tersebut. Dari belajar dan penyesuaian diri ini acapkali muncul suatu permasalahan psikologi. Permasalahan atau konflik yang muncul tersebut bias berbentuk (1) konflik antara tuntutan internal yang satu dengan tuntutan internal yang lain, misalnya untuk mendapatkan status atau prestige sosial seseorang harus bersaing atau bertentangan dengan teman-teman sendiri. (2), konflik antara tuntutan eksternal yang satu dengan tuntutan eksternal yang lain, mislanya seorang anak laki-laki mendapat tuntutan dari ayahnya agar dia meiliki sifat kelakian dan menjadi olahragawan, sedangkan ibunya menuntut agar dia memiliki sifat-sifat yang halus sebagai seniman. (3) konflik antara tuntutan internal dengan tuntutan eksternal, mislanya konflik antara dorongan seksual di satu pihak dengan tuntutan masyarakat agar dorongan itu disalurkan dalam bentuk-bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat (misalnya melalui perkawinan). Dari ketiga macam pola konflik tersebut, pola konflik yang ketiga adalah yang paling sering kita jumpai dan rasakan dalam masyarakat. B. Yang harus dipahami pendidik terkait dengan lingkungan Lingkungan sebagai salah satu komponen pendidikan sangatlah penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Dengan memahami lingkungan secara menyeluruh, pendidik akan dapat memanfaatkan lingkungan tersebut secara maksimal dalam melaksanakan pembelajaran. di samping itu, permasalahan-permasalahan yang terjadi pada peserta didik juga akan dapat dengan mudah diselesaikan tanpa adanya tekanan atau intimidasi. Intimidasi hanya akan menjadikan peserta didik tertekan yang pada akhirnya akan melakukan pemberontakan-pemberontakan. Seluruh komponen lingkungan secara signifikan mendukung pendidikan dapat berjalan dengan baik asalkan pendidik mampu memanfaatkannya dengan tepat. Bahkan di lingkungan social yang oleh sebagian orang dinilai kurang baik dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. keraifan pendidik sangat dituntut dalam hal ini. Lingkungan pembelajaran merupakan komponen PBM yang sangat penting demi suksesnya belajar siswa. Lingkungan ini mencakup lingkungan fisik, lingkungan sosial, lingkungan alam, dan lingkungan psikologis pada waktu PBM berlangsung. Semua komponen pembelajaran harus dikelola sedemikian rupa, sehingga belajar anak dapat maksimal untuk mencapai hasil yang maksimal pula.Mengelola lingkungan pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas bukan merupakan tugas yang ringan. Oleh karenanya guru harus banyak belajar. Menurut Suharsini Arikunto (1990: 216), unsur-unsur atau komponen-komponen yang dapat mendukung kualitas pembelajaran, maka perlu diperhatikan unsur-unsur yang secara langsung berkaiatan dengan berlangsungnya proses belajar tersebut terdiri atas 6 komponen, yaitu:guru,siswa, kurikulum, konteks, metode, dan sarana. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar di bawah ini:Gambar 4. Unsur-unsur Pembelajaran(Adaptasi dari Suharsini Arikunto, 1990: 216)Dari gambar di atas, nampaknya setiap unsur dapat dikatakan penting dan menentukan.Namun apabila dicermati lebih mendalam satu persatu unsure unsur selain guru, yakni konteks, siswa, kurikulum, metode, dan sarana, tidak dapat menunjukkan peran yang berbeda tanpa mengubah posisinya, namun disisi lain guru yang profesional mampu mengubah,mengupayakan atau memanipulasi ke-5 (lima) variabel tersebut untuk kepentingan pembelajaran yang ia kehendaki. C. Hal-hal yang perlu disosialisasikan kepada peserta didik Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran terkait dengan sosialisasi, maka ada beberapa hal yang perlu disosialisikan kepada siswa. Hal-hal tersebut adalah: 1. Cara memilih tema Teman sejawat sangat berpengaruh terhadap pola pergaulan anak. Pada akhirnya pola pergaulan ini anak mempengaruhi pendidikan yang dilakukan di lingkungan keluarga atau sekolah. Hal tersebut terutama terjadi pada masa-masa pubertas. Saat itu anak cenderung lebih percaya terhadap komunitasnya daripada dengan keluarga atau gurunya. Oleh karena itu, salah memilih teman akan berakibat fatal terhadap pendidikan anak selanjutnya. 2. Etika pergaulan Dalam bersosialisasi seseorang akan berhadapan dengan orang lain dengan berbagai tingkatan strata,gender, dan usia. Oleh karena itu, perlu adanya bimbngan bagaimana seseorang bersikap dan bersosialisasi dengan keanekaan lingkungan pergaulan tersebut. Sosialisasi dengan pejabat tentunya akan berbeda dengan sosialisasi antar teman. Demikian pula bagaimana kita bergaul dengan lawan jenis atau dengan orang yang lebih tua. Etika pergaulan sangat penting untuk menunjukkan karakter bangsa yang luhur. 3. Cara belajar efektif Peserta didik memiliki kewajiban untuk mengembangkan potensi dirinya dengan optimal. Oleh karena itu, perlu adanya bimbingan dan pantauan yang baik agar mereka dapat belajar dengan efektif. Keefektifan belajar tersebut tentunya akan dapat membantu mereka mengasah kemampuan dirinya secara maksimal. 4. Cara memanfaatkan lingkungan untuk mengembangkan potensi dirinya. Lingkungan memberikan fasiltas yang sangat banyak. Beberapa fasilitas lingkungan terkait dengan pendidikan adalah a. Lingkungan dapat dimanfaatkan untuk mengaplikasikan hasil pengetahuannya di sekolah. Misalnya mempraktikan pembelajaran bahasa, keterampilan dan lainnya. b. Lingkungan dapat digunakan untuk menajamkan pengetahuan yang diterimanya di sekolah dengan melakukan observasi-observasi tertentu. Misalnya pengamatan terhadap hokum pasar, pengamatan terhadap lingkungan biotic dan abiotik dan lainnya. c. Lingkungan juga dapat dipakai untuk menggali pengetahuan. Ingat, di lingkungan kita banyak orang-orang dengan berbagai macam karakteristik yang berbeda-beda. Tentunya pengalaman mereka akan menjadi bahan pengetahuan yang tidak akan pernah kering.
READ MORE - SOSIALISASI

Kamis, 21 Februari 2013

DESENTRALISASI PENDIDIKAN

Oleh : Farichin Makna Desentralisasi Pendidikan A. Konsep Dasar Desentralisasi Gaung desentralisasi kini mulai menyeruak lagi sejak digulirkannya reformasi di Indonesia. desentralisasi yang juga dikenal dengan nama otonomi daerah seolah menjadi satu cara yang akan dapat memecahkan persoalan yang terjadi di Indonesia saat itu. Lalu bagaimana sebenarnya desentralisasi itu? Desentralisasi di Indonesia sudah ada cukup lama, dimulai sejak tahun 1973, yaitu sejak diterbitkannya UU no. 5 tahun 1973 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah otonomi dan pokok-pokok penyelenggaraan pemerintahan yang menjadi tugas pusat dan daerah. Dan terdapat pula pada PP No. 45 tahun 1992 dan dikuatkan lagi melalui PP No. 8 tahun 1995. Menurut UU No.22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah, desentralisasi dikonsepsikan sebagai penyerahan wewenang yang disertai tanggung jawab pemerintah oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom. Desentralisasi merupakan sebuah alat untuk mencapai salah satu tujuan bernegara, yaitu terutama memberikan pelayanan publik yang lebih baik dan menciptakan proses pengambilan keputusan publik yang lebih demokratis. Dengan desentralisasi akan diwujudkan dalam pelimpahan kewenangan kepada tingkat pemerintahan untuk melakukan pembelanjaan, kewenangan untuk memungut pajak (taxing power), terbentuknya Dewan yang dipilih oleh rakyat, Kepala Daerah yang dipilih oleh Rakyat Daerah, dan adanya bantuan dalam bentuk transfer dari Pemerintah Pusat. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Rondinelli dan Bank Dunia (1999), yang mengatakan bahwa “decentralization is the transfer of authority and responsibility for public functions from the central government to subordinate or quasi-independent government organizations and/or private sector” atau dengan terjemahan bebas dikatakan bahwa desentralisasi adalah transfer kewenangan dan tanggungjawab fungsi-fungsi pemerintahan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, lembaga semi-pemerintah, maupun kepada swasta. Definisi serupa dikemukakan Turner dan Hulme. Turner mengatakan “decentralization is a transfer of authority to perform some service to the public from an individual or an agency in central government to some other individual or agency which is ‘closer’ to the public to be served. Dari pendapat Turner dan Hulme diketahui bahwa desentralisasi dalam sebuah negara mencakup pelimpahan kewenangan dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat, dari pejabat atau lembaga pemerintahan di tingkat pusat kepada pejabat atau lembaga pemerintahan yang lebih dekat kepada masyarakat yang harus dilayani (. Dengan melihat beberapa pendapat di atas, dapat dikatakan bahwa desentralisasi pada hakikatnya terkait dengan deberikannya kewenangan pemerintahan daerah untuk menyelenggarakan pemerintah yang sesuai dengan sumber daya yang ada semaksimal mungkin. Dengan kewenangan yang dimiliki, kabupaten/kota dapat menentukan sendiri prioritas pembangunan daerah sesuai dengan potensi yang dimiliki. Berbagai Peraturan Daerah yang semula harus disetujui oleh pemerintah pusat terlebih dahulu, dapat ditetapkan oleh Kepala Daerah secara mandiri. Hal yang sama juga terjadi di berbagai perizinan investasi, hal mana daerah dapat menetapkan dan memberikan izin tanpa persetujuan dari pemerintah pusat. Dengan otonomi daerah diharapkan prosedur investasi akan semakin mudah sehingga potensi daerah dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Desentralisasi memiliki berbagai macam tujuan. Secara umum tujuan tersebut dapat diklasifikasi ke dalam dua variabel penting, yaitu pertama peningkatan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan (yang merupakan pendekatan model efisiensi struktural/structural efficiency model) dan kedua peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan pembangunan (yang merupakan pendekatan model partisipasi/participatory model). Selain tujuan desentralisasi, penentuan desentralisasi harus memperhatikan beberapa elemen. Elemen tersebut adalah: 1. Desentralisasi mengharuskan adanya pembatasan daerah, yang didasarkan pada prinsip-prinsip nilai administratif dan politik tertentu, dimana guna memenuhi kebutuhan atau kehendak komunitas dan pembatasan daerah harus mencerminkan pola pemukiman dan distribusi spasial. 2. Pengalihan kekuasaan kepada pemerintah daerah untuk kekuatan politik harus dibuat peta politik yang memisahkan suatu komunitas dengan komunitas lain dan dapat dihubungkan dengan banyak faktor lain seperti sejarah, bahasa, kebudayaan dan tradisi. 3. Prinsip efisiensi dapat diberlakukan dalam pembagian daerah kekuasaan, sehingga pembatasan daerah mengandung gagasan tentang ukuran dan bentuk optimal yang ditetapkan secara teknis. Hal ini sejalan dengan yang dikatakan Adrian Leftwich (democratic developmental regime), ialah “A dedicated developmental elite; relative autonomy for the state apparatus; a competent and insulated economic bureaucracy; an empowered civil society; a capacity to manage effectively local and foreign economic interest; and a varying balance of repression, legitimacy and performance” untuk meningkatkan daerah yang lebih demokratis harus memenuhi hal-hal (1) adanya dedikasi para elite dalam pemerintahan; (2)otonomi untuk pemerintahan daerah; (3) birokrasi ekonomi yang kompeten dan terbatas; (4) pendayagunaan masyarakat; (4) kemampuan meng efektivitaskan ekonomi local dan asing yang vital; dan (5)keseimbangan kepentingan antara penguasa dan penyelenggaraan. Dalam konteks pemerintahan Indonesia, Desentralisasi telah menjadi konsensus pendiri bangsa. Pasal 18 UUD 1945 yang sudah diamandemen dan ditambahkan menjadi pasal 18, 18A dan 18B memberikan dasar dalam penyelenggaraan desentralisasi. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah Propinsi, dan daerah provinsi itu dibagi atas Kabupaten dan Kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah. Dalam Pasal 18 UUD 1945 sebelum perubahan, antara lain dinyatakan bahwa “pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk dan susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang”. peraturan tersebut kemudian direvisi. Dalam amandemen kedua UUD 1945, ketentuan tersebut mengalami perubahan. Perubahan tersebut tidak merubah esensinya, tetapi lebih bersifat mempertegas, memperjelas dan melengkapi. Disebutkan, misalnya, “Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah” [Pasal 18 ayat (1)]. Pemerintah daerah tersebut mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan [Pasal 18 ayat (92)]. Selanjutnya, dikatakan bahwa pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat (Pasal 18 ayat (5) UUD 1945). Dalam pelaksanaannya, desentralisasi melibatkan pendelegasian wewenang pemerintah yang terkait dengan politik dan birokrasi. Dalam pendelegasian tersebut terjadi bentuk pendelegasian yang meliputi otoritas politik dan otoritas birokrasi. Pada tataran Otoritas politik didelegasikan bila kekuasaan dialihkan melalui ketentuan Legislatif kepada pemerintah daerah atau dialokasikan antara pemerintah nasional dan pemerintah daerah melalui konstitusi. Disini keleluasaan pemerintah daerah terbatas karena pengaruh dan kontrol dari pemerintah nasional. Pada tataran otoritas birokrasi berasal dari pendelegasian tanggung jawab dari kantor pusat sebuah organisasi kepada unit lapangan. Keleluasaan unit lapangan bergantung pada keputusan-keputusan yang siap untuk didelegasikan oleh atasannya, yang pelaksanaannya dari otoritasnya tunduk pada kontrol dan pengaruh organisasional. Dalam konteks desentralisasi di Indonesia, Indonesian Rapid Decentralization Appraisal (IRDA) menemukan bukti bahwa desentralisasi berhasil mendorong terwujudnya tiga kondisi sebagai berikut: 1. meningkatnya kepedulian dan penghargaan terhadap partisipasi masyarakat dalam proses politik di tingkat lokal. Di wilayah yang di survey, terdapat indikasi kuat menguatnya partisipasi, transparansi dan akuntabilitas publik. 2. perangkat pemerintahan daerah memiliki komitmen yang makin kuat dalam pemberian layanan serta merasakan adanya tekanan yang berat dari masyarakat agar mereka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Oleh karena fungsi pelayanan berada di tangan pemerintah daerah yang secara spasial lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat, maka adalah hal yang wajar ketika masyarakat menjadi lebih mudah untuk mengekspresikan perasaan dan tuntutannya terhadap pelayanan publik ini. Di bidang pelayanan ini, ditemukan fakta bahwa kualitas dan kuantitas pelayanan makin meningkat di beberapa daerah, dan ada pula yang menurun di sebagian daerah lainnya. 3. kerjasama regional adalah bahwa antar pemerintah Kabupaten/Kota dan antara Kabupaten/Kota dengan pemerintah Propinsi saling bekerjasama dan berbagi informasi untuk menyelesaikan persoalan yang sama-sama mereka hadapi. Adanya kepentingan bersama untuk meningkatkan pelayanan publik dan pendapatan daerah, serta hasrat untuk menyelesaikan konflik yang muncul dari kebijakan desentralisasi, telah mendorong pemerintah daerah untuk saling membantu. B. Desentralisasi Pendidikan Desentralisasi pendidikan, merupakan salah satu cara di masa “pendidikan otoriter” tidak lagi dianut, alias masa pendidikan di era otonomi daerah. Era yang dimulai secara formal melalui produk kebijakan otonomi pendidikan perguruan tinggi, kebijakan desentralisasi pendidikan yang mengacu pada UU No. 22 tahun 1999 dan No. 25 tahun 1999 yang direvisi menjadi UU No. 32 tahun 2004 dan No. 33 tahun 2004 dimana dapat ditangkap prinsip-prinsip dan arah baru dalam pengelolaan sektor pendidikan dengan mengacu pada pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) serta perimbangan keuangan antara pusat dan daerah dimana implikasi otonomi daerah bagi sektor pendidikan sangat tergantung pada pembagian kewewenangan di bidang pendidikan yang akan ditangani pemerintah pusat dan pemerintah daerah disisi lain. Lalu sebuah sistem pendidikan nasional yang disahkan melalui UU Sisdiknas dimana beberapa muatan dalam kebijakan ini secara tidak langsung mencoba melakukan perbaikan mutu pendidikan. Desentralisasi pendidikan mengisyaratkan terjadinya perubahan kewenangan dalam pemerintah dalam hal pendidikan antara lain : a. Perubahan berkaitan dengan urusan yang tidak diatur oleh pemerintah pusat, secara otomatis menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, termasuk dalam pengelolaan pendidikan. b. Perubahan berkenaan dengan desentralisasi pengelolaan pendidikan. Dalam hal ini pelempahan wewenang dalam pengelolaan pendidikan dari pemerintah pusat ke daerah otonom, yang menempatkan kabupaten/kota sebagai sentra desentralisasi. Selanjutnya desentralisasi pendidikan memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah maupun sekolah untuk mengambil keputusan terbaik tentang penyelenggaraan pendidikan di daerah atau sekolah yang bersangkutan berdasarkan potensi daerah dan stakeholders sekolah. Olah karenanya, desentralisasi pendidikan disamping diakui sebagai kebijakan politis yang berkaitan dengan pendidikan, juga merupakan kebijakan yang berkait dengan banyak hal. Kemandirian setiap satuan pendidikan sudah menjadi satu keharusan dan merupakan salah satu sasaran dari kebijakan desentralisasi pendidikan saat ini. Sekolah-sekolah sudah seharusnya menjadi lembaga yang otonom dengan sendirinya, meskipun pergeseran menuju sekolah-sekolah yang otonom adalah jalan panjang sehingga memerlukan berbagai kajian serta perencanaan yang hati-hati dan mendalam. Jalan panjang ini tidak selalu mulus, tetapi akan menempuh jalan terjal yang penuh dengan onak dan duri. Orang bisa saja mengatakan bahwa paradigma baru untuk mewujudkan pengelolaan pendidikan yang demokratis dan partisipatif, tidak dapat dilaksanakan di dalam suatu lingkungan birokrasi yang tidak demokratis. Namun, pengembangan demokratisasi pendidikan tidak harus menunggu birokrasinya menjadi demokratis dulu, tetapi harus dilakukan secara simultan dengan konsep yang jelas dan transparans. Tekad bangsa Indonesia untuk mewujudkan sistem pendidikan secara desentralistik terkesan sangat kuat. Dengan sistem ini pendidikan dapat dilaksanakan lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat, di mana proses pengambilan keputusan dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang paling dekat dengan proses pembelajaran (kepala sekolah, guru, dan orang tua peserta didik). Adanya otonomisasi daerah yang sekaligus disertai dengan otonomi penyelenggaraan pendidikan atau desentralisasi pendidikan, hendaknya dapat mencapai sasaran utama progam restrukturisasi sistem dan manajemen pendidikan di Indonesia. Restrukturisasi dimaksud antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. Struktur organisasi pendidikan hendaknya terbuka dan dinamis, mencerminkan desentralisasi dan pemberdayaan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. 2. Sarana pendidikan dan fasilitas pembelajaran dibakukan berdasarkan prinsip edukatif sehingga lembaga pendidikan merupakan tempat yang menyenangkan untuk belajar, berprestasi, berkreasi, berkomunikasi, berolah raga serta menjalankan syariat agama. 3. Tenaga kependidikan, terutama tenaga pengajar harus benar-benar profesional dan diikat oleh sistem kontrak kinerja. 4. Struktur kurikulum pendidikan hendaknya mengacu pada penerapan sistem pembelajaran tuntas, tidak terikat pada penyelesaian target kurikulum secara seragam per catur wulan dan tahun pelajaran 5. Proses pembelajaran tuntas diterapkan dengan berbagai modus pendekatan pembelajaran, peserta didik aktif sesuai dengan tingkat kesulitan konsep-konsep dasar yang dipelajari. 6. Sistem penilaian hasil belajar secara berkelanjutan perlu diterapkan di setiap lembaga pendidikan sebagai konsekuensi dari pelaksanaan pembelajaran tuntas. 7. Dilakukan supervisi dan akreditasi. Supervisi dan pembinaan administrasi akdemik dilakukan oleh unsur manajemen tingkat pusat dan provinsi yang bertujuan untuk mengendalikan mutu (quality control). Sedangkan akreditasi dilakukan untuk menjamin mutu quality assurance) pelayanan kelembagaan. 8. Pendidikan berbasis masyarakat seperti pondok pesantren, kursus-kursus keterampilan, pemagangan di tempat kerja dalam rangka pendidikan sistem ganda harus menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional. 9. Formula pembiayaan pendidikan atau unit cost dan subsidi pendidikan harus didasarkan pada bobot beban penyelenggaraan pendidikan yang memperhatikan jumlah peserta didik, kesulitan komunikasi, tingkat kesejahteraan masyarakat dan tingkat partisipasi pendidikan serta kontribusi masyarakat terhadap pendidikan pada setiap sekolah. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka dapat dipahami bahwa desentralisasi pendidikan pada hakekatnya berkorelasi positif terhadap peningkatan mutu lulusan lembaga pendidikan dan efesiensi pengelolaan pendidikan. Apabila sekolah dapat dikelola dengan optimal oleh personalia yang profesional, pengambilan keputusan dilakukan oleh pihak-pihak yang lebih dekat dan tahu tentang kebutuhan dan potensi sekolah, maka mutu pendidikan akan semakin menunjukan pada tingkat maksimal sesuai yang diharapkan. Analisis Isu Desentralisasi Pendidikan Desentralisasi dirancang untuk membawa pengambilan keputusan yang semakin dekat kepada siswa dan belajar lingkungan kelas. Bagaimanapun, desentralisasi membawa serta kemungkinan kemungkinan ekstrim masyarakat lokal, mencakup orang tua dan pendidik, tidak mempunyai pengetahuan dan sumber daya cukup melindungi mutu pendidikan yang disajikan kepada anak-anak mereka. Namun ternyata, tujuan yang bagus dari konsep desentralisasi tersebut memunculkan permasalahan-permasalahan saat diaplikasikan secara nyata. Salah satunya adalah manifestasi dari UU No. 2 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, “privatisasi” perguruan tinggi negeri –dengan status baru yaitu Badan Hukum Milik Negara (BHMN) melalui PP No. 60 tahun 2000, sampai UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah yang mengatur konsep, sistem dan pola pendidikan, pembiayaan pendidikan, juga kewenangan di sektor pendidikan yang digariskan bagi pusat maupun daerah. Kondisi yang ada pendidikan tinggi seolah hanya milik orang-orang berduit karena perguruan tinggi negeri bebas mematok biaya pendidikan sesuai dengan kebutuhannya. Bahkan beberapa fakultas membuka jalur khusus dengan biaya yang fantastis. Semua ini hanya akan bias menjadi konsumsi kalangan ekonomi menengah ke atas. Oleh karena itu dalam konteks ini pula, pendidikan berusaha dikembalikan untuk melahirkan insan-insan akademis dan intelektual yang diharapkan dapat membangun bangsa secara demokratis, untuk semua warga Indonesia. Bukan sebaliknya yaitu generasi yang menghancurkan bangsa dengan budaya-budaya korupsi kolusi dan nepotisme yang selama ini dihadapkan pada kehidupannya. Sementara kita tahu peran pendidikan (agama, moral dan kenegaraan yang didapat di bangku sekolah dengan tidak semestinya. Permasalahan lain terkait dengan desentralisasi pendidikan adalah kualitas pendidikan yang terjadi di Indonesia masih belum sesuai harapan. Pendidikan yang terjadi masih sarat dengan muatan politis sehingga pendidikan terkesan bertekuk lutut kepada kepentingan penguasa. Pendidik, yaitu guru dan dosen yang tidak mengikuti sistem akan terlibas, sehingga murid yang kelak akan menjadi pemimpin negeri ini mendapatkan pendidikan yang tidak bermutu. Pendidikan moral dan agama yang hanya bersifat dogmatis dan teoritis karena tidak disertai dengan contoh dan aplikasi yang semestinya. Perilaku yang dibentuk generasi “pendidikan otoriter” seperti ini banyak melahirkan pribadi yang terbelah tak seimbang, mengutip Abidin (2000), pendidikan seperti ini “too much science too little faith”, lebih banyak ilmu dengan tipisnya kepercayaan keyakinan agama. Hal ini terbukti dengan karakter pelajar yang mudah terbawa arus pergaulan negative seperti tawuran, narkotika, pergaulan bebas dan lainnya. Bukan mereka tidak mengetahui kebenaran, tetapi mereka merasa tidak menjadi harus menjadi bagian dari kebenaran tersebut. Dari unsur pembiayaan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 22% dari Anggaran Pendapatan dan Biaya Negara tau APBN. Jumlah sebesar itu salah satunya digulirkan dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan pada SD dan SMP. Sebagai control penggunaan dana tersebut, pemerintah mengeluarkan petunjuk penggunaan dana BOS dengan aturan-aturan yang singkat dan jelas. Namun, permasalahan lagi-lagi muncul. Alokasi penggunaan dana BOS yang telah ditetapkan pemerintah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan sekolah secara nyata. Masih banyak pengeluaran yang harus dikeluarkan sekolah dalam operasional hariannya. Sementara itu, dinas pendidikan terkait dan juga pemerintah daerah melarang sekolah melakukan pungutan kepada orang tua murid. Kondisi ini tentunya menjadikan situasi dilematis bagi sekolah. Da satu sisi, sekolah harus mengeluarkan dana tersebut sementara dana yang ada pada BOS tidak memperbolehkan pengeluaran untuk sub pengeluaran tersebut. Akibatnya terjadilah manipulasi sebagai win-win solution permasalahan yang dihadapi. Permasalahan dalam dunia pendidikan tidak berhenti sampai pada pengelolaan dan anggaran atau pembiayaan. Dalam standar isi pun terjadi distorsi antara semangat MBS pada penerapan desentralisasi pendidikan. Pada kurikulum tingkat Makro, telah ditentukan bahwa muatan kurikulum untuk SMP maksimal 32 jam dan sekolah diberi keleluasaan untuk mengolah kearifan lokan sesuai kebutuhan sebanyak 4 jam. Namun kembali lagi semangat MBS dimentahkan lagi dengan rencana pendidikan pada sekala mezzo di tingkat provinsi dan skala mikro di tingkat kabupaten kota. Pada tingkatan mezzo di Jawa Tengah sebagai contoh, kurikulum sekolah dititipi muatan local provinsi berupa pelajaran bahasa Jawa sebanyak 2 jam untuk memanfaatkan kelonggaran waktu tersebut. Sementara kita tahu bahwa bahasa Jawa yang aktif di pakai memiliki beraneka ragam yang satu sama lainnya memiliki perbedaan dalam kosa kata dan norma pemakaiannya. Yang memprihatinkan, sekolah diwajibkan melaksanakan kurikulum bahasa jawa yang berorientasi pada materi bahasa yang terkadang tidak sesuai dengan kondisi setempat. Kurikulum bahasa Jawa mengacu pada bahasa Jawa versi Solo atau Jogja sementara Jawa bukan hanya Solo dan Jogja tetapi ada Tegal, Brebes, Purwokerto, Cilacap, Pemalang yang semuanya memiliki perberbedaan dari Solo dan Jogja. Dengan demikian praktis tinggal 2 jam pelajaran yang dimiliki sekolah untuk menerapkan kearifan loka. Namun.kembali benturan terjadi. Pada tataran mikro, kembali lagi pemerintah daerah memanfaatkan otonominya dalam mencampuri urusan kurikulum pada tingkat sekolah dengan dititipkannya muatan local Pertiwi (Pertanian, Industri, dan Pariwisata) untuk memanfaatkan dua jam tersisa. Dengan demikian habislah sekolah menyelenggarakan kearifan local dalam pendidikannya yang sesuai dengan daerah setempat. MBS yang seharusnya menjadi sarana sekolah untuk dapat menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan kondisi yang ada ternya masih harus berbenturan dengan kepentingan-kepentingan lain. Permasalahan lain yang terjadi pada pendidikan di tingkat mikro terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sarana dan prasarana merupakan salah satu elemen yang viatal dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Rasanya hamper mustahil suatu pendidikan akan berjalan dengan bagus dan menghasilkan output yang bagus pula dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang minimalis. Tanggung jawab pengadaan sarana terletak di tangan pemerintah baik pada tingkat pusat maupun daerah. Beberapa pendanaan telah digulirkan demi pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) dan juga APBN-P. Namun ternyata dana yang besar saja tidak cukup tanpa diiringi aparat yang kompeten dan bertanggung jawab. Dana-dana tersebut seringkali salah dalam penyaluran sehingga tujuan pemerintah untuk melengkapi pendidikan dengan sarana dan prasarana yang memadai secara keseluruhan tak kunjung tercapai. Terjadi penumpukan proyek pada satu dua sekolah sementara di sekolah yang lain masih tetap kekurangan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Menjadi suatu yang lumrah manakala menejemen sekolah yang memiliki kedekatan dengan penentu kebijakan di tingkat dinas pendidikan atau pemerintah daerah akan sering kebanjiran proyek. Hal ini tentunya akan menghampat ketercapaian pemerataan ketersediaan sarana dan prasarana demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Analisis Operasional Pendidikan Harapan Pendidikan, dalam era demokrasi ini harus mereformasi dirinya sendiri sesuai tuntutan demokratisasi dan dan terutama perbaikan institusi-institusi pencetak aset-aset masa depan bangsa ini agar tidak seperti pendahulunya. Konsep desentralisasi yang diusung pemerintah dan didukung berbagai elemen demokrasi di negeri ini melahirkan berbagai kebijakan yang memiliki implikasi positif dan juga negative terhadap pendidikan nasional. Demokratisasi pendidikan terkait dengan beberapa masalah utama, antara lain desentralisasi pendidikan melalui perangkat kebijakan pemerintah yaitu Undang-undang yang mengatur tentang pendidikan di negara kita. Reformulasi konsep pendidikan dan rekonstruksi fondasi pendidikan nasional, utamanya menyangkut hak-hak pendidikan masyarakat dan nilai-nilai dasar pendidikan saat ini mutlak untuk dipikirkan (rethinking) dan direaktualisasi. Salah satu konsepnya adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang mulai diimplementasikan pada sekolah-sekolah dasar dan menengah dibeberapa provinsi di Indonesia, mungkin juga konsep pendidikan “masyarakat belajar” bagi masyarakat akademis seperti digagas Murbandono Hs (1999) yang menurutnya bukanlah utopia. Dengan demikian dalam konteks ini, kebijakan otonomi daerah (melalui diterbitkannya UU No. 32 tahun 2004 dan UU No.33 tahun 2004) dan desentralisasi pendidikan dalam rangka perbaikan pendidikan ini sangat perlu dan mendesak. MBS yang ditandai dengan otonomi sekolah dan pelibatan masyarakat merupakan respon pemerintah terhadap gejala-gejala yang muncul di masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mutu dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi antara lain diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Sementara peningkatan mutu dapat diperoleh antara lain melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah, berlakunya sistem insentif dan disinsentif. Peningkatan pemerataan antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu. Telah dikemukakan di atas bahwa permasalahan yang terkait dengan penerapan MBS pada era otonomi daerah atau desentralisasi meliputi dibukanya peluang perguruan tinggi untuk membuka jalur khusus di samping jalur regular. Jalur khusus ini tentunya hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki kekhususan terutama dalam pembiayaan. Kondisi ini akan mengakibatkan Gap antara mahasiswa regular dan mahasiswa jalur khusus yang berasal dari tingkat ekonomi menengah ke atas. Meskipun tidak bias kita pungkiri, ada beberapa jalur khusus yang juga menerima mahasiswa dengan pendanaan yang kurang asalkan memiliki kecerdasan yang luar biasa. Demi mewujudkan azaz keadilan dan persamaan hak, jalur khusus seperti ini perlu ditinjau ulang. Jangan sampai demi pemenuhan kepentingan lembaga, akibat ke depan terciptakanya insan Indonesia yang “Money Oriented” akan menggerogoti Indonesia semakin dalam. Dalam kaitannya dengan pendanaan BOS, petunjuk memang diperlukan. Akan tetapi petunjuk yang kaku akan menjadikan ketidakakuntabilitasnya keuangan pada suatu lembaga pendidikan. Kondisi seperti ini apabila dibiarkan terus, akan membuka kran korupsi lebih luas. Oleh karena itu, ada dua alternative dalam pengelolaan keuangan suatu lembaga pendidikan. Yang pertama, lembaga pendidikan diserahkan kebijakan pengelolaan keuangan sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut secara penuh. Sebagai bentuk transparansi keuangan, lembaga tersebut diharuskan membuat laporan (SPJ) terkait dengan penggunaan keuangan tersebut. Cara yang kedua adalah sekolah mengikuti petunjuk penggunaan keuangan sesuai dengan aturan yang berlaku seperti yang sekarang ini berlaku. Namun, untuk membuat aturan tersebut, diperlukan pemikiran dan kajian yang mendalam disertai studi lapangan sehingga akan tercipta suatu produk aturan yang terterima oleh semua pihak. Dalam kaitannya dengan kurikulum, berilah sekolah mengembangkan kearifan local yang dinilai perlu dikembangkan. Apabila diperlukan tititpan muatan loka yang sifatnya kedaerahan, hal tersebut hanya bersifat pilihan sehingga sekolah masih memiliki kewenangan apakan titipan muatan local daerah yang ditawarkan sesuai dengan kearifan local setempat. Solusi yang terkait dengan pemerataan sarana dan prasarana sekolah, diperlukan beberapa hal. Hal tersebut adalah: 1. pendataan riil seluruh kebutuhan sekolah terkait dengan sarana melalui studi lapangan bukan sekadar dokumentasi dan laporan profil sekolah. 2. Pembuatan rencana strategis yang valid didasarkan pada kondisi dan kebutuhan nyata bukan pada tataran pemenuhan administrasi semata. 3. Penempatan personil penentu kebijakan yang amanah dan bervisi kemajuan pendidikan secara mikro, mezzo, dan makro
READ MORE - DESENTRALISASI PENDIDIKAN