Rabu, 04 Mei 2011

MENULIS BAB III (METODOLOGI PENELITIAN) PTK

(Farichin)
Pada bab III sebuah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berisi tentang hal-hal yang merupakan pedoman pelaksanaan penelitian di lapangan. Pada bab Metodologi ini, biasanya terdiri dari beberapa subbab yaitu:
1. Objek tindakan
2. Setting lokasi dan subjek penelitian
3. Metode pengumpulan data
4. Desain penelitian
5. Metode Analisis Data
6. Cara Pengambilan Kesimpulan
Untuk lebih jelasnya, akan dijelaskan bagian-bagian tersebut secara terpisah.

OBJEK TINDAKAN
Objek tindakan berisi solusi yang digunakan untuk penyelesaian permasalahan yang terjadai dalam pembelajaran di kelas. Solusi tersebut tentunya menjadi variabel penelitian. Perhatikan contoh berikut ini!
Objek tindakan dalam penelitian ini adalah penggunaan model Jigsaw II untuk meningkatkan kompetensi membaca pemahaman siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Bojong Kabupaten Tegal.

SETTING LOKASI DAN SUBJEK PENELITIAN
Setting lokasi berisi tentang tempat dan waktu penelitian tindakan kelas tersebut dilaksanakan. Untuk setting waktu, sebisa mungkin dijabarkan sedetail mungkin dengan menggunakan tabel. Dalam tabel tersebt paling tidak mengungkapkan waktu dan kegiatan yang dilaksanakan pada waktu tersebut. Sementara itu, subjek penelitian berisi tentang kelas yang dijadikan subjek dalam penelitiannya. Perhatikan contoh berikut ini!
Penelitian tentang upaya meningkatkan kompetensi bermain peran dilakukan di SMP Negeri 2 Bojong Kabupaten Tegal pada tahun pelajaran 2010/2011. Subjek penelitian adalah kelas VIII B dengan jumlah siswa sebanyak 36 yang terdiri dari 18 laki-laki dan 18 perempuan. Adapun karakteristik siswa di kelas tersebut adalah…
Ungkapkan satu demi satu karakteristik subjek penelitian tersebut sehingga subjek penelitian lebih pantas dilakukan tindakan tertentu.

METODE PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data merupakan cara yang akan dilakukan untuk mengumpulkan data penelitian baik berupa nilai maupun nonnilai. Beberapa metode pengumpulan data yang biasa digunakan dalam PTK adalah
1. Tes yaitu suatu cara mengumpulkan data daya serap siswa dengan diberikan pertanyaan-pertanyaan yang terkait secara langsung dengan indikator keberhasilan pembelajaran.
2. Observasi yaitu suatu cara mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan. Data yang biasa diambil dengan observasi adalah data tingkah laku dan aktivitas siswa dalam KBM.
3. Dokumentasi yaitu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara mempelajari dan menyeleksi data dari dokumen yang relevan dengan penelitian. Dokumen tersebut seperti daftar nilai, jurnal mengajar, catatan perilaku daru guru BK, dan lainnya.
Dalam penulisannya di laporan PTK, metode ini sebisa mungkin dijelaskan manfaat penggunaanya. Misalnya penggunaan metode tes ini digunakan untuk mencari data tentang apa saja.

DESAIN PENELITIAN
Desain penelitian yang sering digunakan dalam PTK menggunakan desain baku. Desain tersebut terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaa, observasi, dan refleksi. Jelaskan apa saja yang dilakukan setiap bagian dari langkah kegiatan tersebut. Perhatikan contoh berikut ini!
Tahap Perencanaan
Beberapa kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah
a. menentukan masalah pokok yang segera harus dipecahkan yaitu kurangnya kemampuan membaca cepat dan memahami isi bacaan pada siswa kela VII.
b. Membuat skenario pembelajaran yaitu dgn menerapkan metode latihan terstruktur untuk mempermudah cara membaca cepat dan sekaligus mampu memahami isi bacaan
c. Merancang lembar pengamatan untuk mengetahui perubahan yang dialami siswa dengan diterapkannya metode latihan terstruktur tesebut
d. Menyiapkan teks bacaan untuk praktek anak-anak selama siklus berlangsung
e. Menyusun soal tes untuk mengetahui keberhasilan setelah siklus berakhir.

METODE ANALISIS DATA
Yaitu cara yang dipakai untuk menganalisis data yang telah diperoleh. Beberapa metode analisis data yang biasa digunakan dalam PTK adalah analisis deskriptif yaitu mendeskripsikan data-data kemajuan belajar.

CARA PENGAMBILAN KESIMPULAN
Bagian ini berisi penjelasan tentang ketercapaian indikator yang telah ditetapkan dalam penelitian. Perhatikan contoh berikut!
Kemampuan membaca cepat dikatakan meningkat apabila nilai rata rata siswa dalam membaca cepat dan memahami isi teks mencapai nilai di atas KKM yang telah dikatan yaitu 6,5


Sudah paham? Kalau sudah, cobalah memulainya kemudian lakukan penelitian tersebut di kelas. Apabila data sudah dikumpulkan dan Anda bingung bagaimana menjabarkan data tersebut, silahkan baca bagian cara menulis bab IV pada blog ini juga. Mudah-mudahan bagian tersebut sudah bisa Anda baca saat itu.
Selamat mencoba!

1 komentar:

  1. makcih ya petunjuk pembuatan PTKnya. doakan aku juga bisa buat. aku tunggu bab yang lainnya.

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...