Rabu, 28 Agustus 2013

CONTOH MAKALAH CALON KEPALA SEKOLAH (BAGIAN 2)

Assalamu 'alaikum
Nah, ketemu lagi yah, pada pembahasan makalah calon kepala sekolah. Pada bagian 2 ini makalah akan membahas permasalahan makalah (Bab Pendahuluan) yang kedua dan ketiga. Mudah-mudahan bagian ini akan menjadikan lebih utuh makalah calon kepala sekolah. Nanti kalau Bapak/Ibu sudah menjadi kepala sekolah, jangan lupa saya yah..... wkwkwk...



A.    Implementasi ketrampilan mempengaruhi, menggerakan, mengembangkan, dan memberdayakan yang telah dilakukan
Dalam pelaksanaan keterampilan-keterampilan yang seharusnya dimiliki seorang kepala sekolah, penulis melakukan analisis SWOT (Strength Weaknes, Opportunity, and Treath) untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang terdapat pada diri penulis. Analisis SWOT ini didasarkan pada kerja nyata yang telah penulis lakukan selama menjadi guru, pembantu kepala sekolah, dan atau wakil kepala sekolah. Dengan analisis SWOT ini akan telihat gambaran jelas tentang kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi.
Kekuatan dan Peluang
1.       Pemahaman Visi  dan misi sekolah yang utuh
Visi didefinisikan sebagai suatu pandangan yang merupakan kristalisai dan intisari dari suatu kemampuan (competence), kebolehan (ability), dan kebiasaan (self efficacy), dalam melihat, menganalisis dan menafsirkan. Warga sekolah penting untuk memiliki dan memahami visi yang utuh agar dapat membawa sekolahnya ke arah kemajuan dan kemandirian. Visi sekolah seharusnya dinyatakan dalam kata kerja dengan jelas dan tidak muluk-muluk, tetapi bisa dimengerti dan dilaksanakan oleh semua pihak, bukan hanya rumusan yang hampa makna. Sementara misi merupakan operasional yang harus dilakukan dalam mencapai visi yang ada. Dalam penyusunan visi dan misi sekolah, penulis berperan secara aktif sehingga lebih menghayati visi dan misi yang ada.

2.        Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan beban yang dipikul dan melekat pada seorang kepala sekolah. Segala tindakan yang dilakukan oleh semua staf sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah. Tanggung jawab juga berkaitan dengan resiko yang dihadapi oleh seorang pemimpin. Dalam kaitannya dengan tanggung jawab, penulis telah berusaha untuk melaporkan semua pekerjaan yang dilakukan pada atasan baik pada tingkat sekolah maupun tingkatan di atasnya. Laporan dibuat dalam suatu format yang memuat kondisi nyata kegiatan yang telah dilakukan. Laporan secara lisan juga disampaikan pada guru dan staf pada saat pelaksanaan pembinaan sekolah.
3.       Keteladanan
Keteladanan merupakan dimensi yang tidak kalah pentingnya dalam kepemimpinan kepala sekolalh. Tindakan warga  sekolah terutama kepala sekolah dan jajaran pembantunya yang selalu menjadi contoh yang baik bagi bawahannya akan menjadi salah satu modal utama bagi terlaksananya manajemen sekolah yang efektif. Perilaku keteladanan kepala sekolah dapat ditunjukkan pula dengan selalu menghargai bawahan.  Keteladanan yang telah penulis lakukan selama penulis menjadi guru, pembantu kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah adalah telah diusahakannya peningkatan kompetensi dan prestasi. Salah satunya adalah menjadi guru pemandu mata pelajaran bahasa Indonesia pada tingkat kabupaten Tegal; menjadi juara pertama pada pemilihan guru berprestasi tingkat Kabupaten Tegal; menjadi pengurus forum musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) mata pelajaran bahasa Indonesia. Di samping itu beberapa keteladanan lain yang penulis lakukan di sekolah adalah berangkat dan melaksanakan tugas tepat waktu, melaksanakan tugas dengan tanggung jawab,
4.       Memberdayakan Staf
Tiga hal sederhana untuk memberdayakan staf dan menciptakan keamanan dalam diri staf , yaitu: a) apresiasi (apreciation); b) pendekatan (approach); dan c) perhatian (attention). Penulis telah berusaha memberikan pandangan yang didasarkan pada kondisi nyata terkait dengan pemberdayaan staf sesuai dengan kebutuhan dan urgenitas yang ada di sekolah. Dengan demikian, staf telah terbagi dalam tugas utama dan tugas sampingan agar tidak terdapat penumpukan personil pada satu bidang pekerjaan administrasi.
5.       Mendengarkan Orang Lain (Listening)
Menjadi pendengar yang baik merupakan salah satu syarat bagi seorang untuk bisa memiliki pengaruh terhadap guru, dan warga sekolah lainnya. Bagi kepala sekolah, mendengar bukan hanya merupakan perilaku sopan dan memberikan nilai berharga bagi si pendengar, tetapi bisa mendapatkan banyak hal. Dengan mendengar, kita dapat memperoleh manfaat  yaitu: a) membangun kepercayaan orang lain terhadap kita; b) kredibilitas diri semakin kuat; c) dukungan orang lain terhadap kita; d) mempermudah  terlaksananya program; e) informasi tentang kekuatan dan kelemahan orang lain dapat diterima lebih cepat; dan f) pertukaran.
6.       Memberikan Layanan Prima
Memberi layanan prima merupakan tujuan utama dan modal untuk menarik minat peserta didik dan calon peserta didik. Layanan juga seharusnya bersifat utuh atau tidak setengah-setengah agar peserta didik sebagai pihak yang dilayani merasa puas (consumer satisfaction), yang akan meningkatkan kepercayaan terhadap sekolah.
7.       Mengembangkan Orang
Pemimpin seperti kepala sekolah seharusnya bersikap jeli melihat potensi bawahannya agar dapat dikembangkan bagi kepentingan sekolah. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dalam mengembangkan bawahan antara lain dengan member tugas-tugas yang cocok dan cukup menantang, serta memberi penghargaan pada bawahan yang berprestasi dalam pekerjaannya.
8.       Memberdayakan Sekolah
Bentuk pemberdayaan yang dapat dilakukan adalah dengan kerjasama. Kepala sekolah yang akan menumbuhkan budaya pemberdayaan di sekolah perlu dua hal, yaitu memupuk kepercayaan dan keterbukaan.
9.       Fokus pada Peserta Didik
Proses belajar (learning process) menjadi perhatian utama kepala sekolah dan segala fasilitas yang ada diarahkan pada kegiatan belajar peserta didik, karena melalui proses belajar yang optimal paling tidak peserta didik sudah dapat diberi layanan prima.. Perhatian pada peserta didik juga termasuk bagaimana memperhatikan motivasi belajar peserta didik.
10.    Manajemen yang Mengutamakan Praktik
Seorang kepala sekolah diharapkan pandai berteori dan mempraktikkan gagasan tersebut dalam tindakan nyata. Daalm hal ini, kepala sekolah diharapkan mampu bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi guru, tenaga kependidiksn, dan warga sekolah lainnya.
Kelemahan dan Ancaman
Selain kekuatan dan peluang yang ada, penulis juga mengalami kelemahan dan ancaman. Kelemahan dan ancaman yang ada di anataranya adalah:
1.      Pengetahuan yang kurang lengkap terhadap pendidikan dan perkembangannya.
Pengetahuan akan teori pendidikan terus berkembang. Oleh karena itu, pendidik yang baik harus terus mengupdate pengetahuan tersebut agar bisa diaplikasikan dalam pelaksanaan tugasnya. Semakin kaya pengetahuan tentang pendidikan, akan semakin meningkat potensi dirinya yang pada akhirnya akan meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan terkait dengan pendidikan tidak dapat terupdate dengan baik.
2.      Tidak tersalurkannya ide
Program yang baik tidak akan menjadi baik kalau hanya sebatas program. Suatu program memerlukan implementasi nyata. Namun, dalam lingkup pendidikan di sekolah tidak semua ide, terutama dari bawahan, dapat tersalurkan dengan baik. Semua terkait dengan kebijakan kepala sekolah.
3.      Administrasi keuangan yang belum sepenuhnya dikuasai
Pada umumnya, permasalahan keuangan di sekolah menjadi konsumsi terbatas oleh kepala sekolah dan bendahara. Transparansi keuangan di sekolah merupakan sesuatu yang seharusnya dilakukan tetapi terkait dengan administrasi keuangan secara umum eksklusif menjadi wilayah bendahara dan kepala sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah yang baik harus memahami betul tentang administrasi keuangan agar segala aktivitas terkait dengan keuangan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.




B.     Rencana tindakan yang yang akan dilaksanakan
Berdasarkan analisis SWOT terhadap kekuatan dan kelemahan diri, maka akan disusun suatu rencana atau program. Program tersebut akan mengoptimalkan kekuatan dan peluang yang ada menjadi lebih baik dan mengupayakan mengeliminasi kelemahan dan ancaman sedemikian rupa agar menjadi kekuatan. Beberapa rencana yang bisa dilakukan adalah:
Bidang Pengembangan sekolah
Meningkatkan potensi sekolah melalui beberapa program seperti:
a.       Memfasilitasi pendidik dan tenaga kependidikan yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan dengan subsidi. Besaran subsidi disesuaikan dengan anggaran yang ada dengan perimbangan yang logis.
b.      Pembinaan rutin setiap hari sabtu. Dalam pembinaan dilakukan pemaparan hasil pantauan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Di samping itu, dipaparkan pula kendala yang dihadapi oleh pendidik dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya untuk kemudian dicarikan solusi secara bersama.
c.       Pelatihan pengembangan diri melalui penelitian tindakan kelas dengan dipantau langsung oleh kepala sekolah. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah terselesaikannya laporan hasil penelitian tindakan kelas. Pelatihan dipandu oleh guru yang dinilai mampu sebagai sumber daya utama dan pelatih dari luar apabila dinilai perlu dan mendesak.
d.      Pelatihan penguasaan komputer sebagai basis media pembelajaran. pelatihan ini dirasa perlu karena masih belum termanfaatkannya media pembelajaran berbasis komputer oleh guru karena ketidakmampuan mengoperasikannya. Di samping itu, diperlukan pula penambahan media pembelajaran melalui proyek pembuatan media pembelajaran yang berbasis komputer. Pelatihan dipandu oleh guru yang dinilai mampu sebagai sumber daya utama dan pelatih dari luar apabila dinilai perlu dan mendesak.
e.       Pelatihan pembuatan diktat dan Lembar Kerja Siswa. Pelatihan ini diharapkan akan membuahkan satu produk diktat atau LKS pada setiap akhir semester. Diktat dan LKS tersebut akan digunakan pada tahun pelajaran selanjutnya sebagai pegangan utama. Pelatihan dipandu oleh guru yang dinilai mampu sebagai sumber daya utama dan pelatih dari luar apabila dinilai perlu dan mendesak.
Bidang Hubungan Kemasyarakatan
Beberapa kegiatan terkait dengan bidang hubungan masyarakat dalam upaya mempengaruhi, menggerakkan, memberdayakan, dan mengembangkan sumber daya yang ada adalah:
a.       Meningkatkan peran serta komite sekolah dalam penyusunan program sekolah.
b.      Analisis kebutuhan stakeholder melalui penjaringan harapan masyarakat terhadap kompetensi lulusan. Kegiatan ini dilakukan dengan penyebaran angket kebutuhan yang disebar pada orang tua siswa, tokoh masyarakat, alumni yang dilakukan secara random.
c.       Penyediaan pusat layanan masyarakat yang melayani warga masyarakat yang ingin mengakses informasi terkait dengan sekolah. Pusat layanan ini dibuat dalam dua bentuk yaitu on line via media internet dan kunjungan langsung. Untuk itu diperlukan web sekolah.
Bidang Administrasi
a.         Mengusahakan Open administrasi dalam operasional sekolah yang dapat diakses melalui web sekolah atau pada pusat layanan yang tersedia.
b.         Terselesaikannya semua program yang akan dilaksanakan pada satu pelajaran pada awal tahun pelajaran. Dengan demikian pelaksanaan program akan lebih terarah dan terkendali. Di samping itu, akan terhindar pula dari program fiktif yang hanya bersifat administratif.
Bidang Peningkatan Prestasi
Beberapa kegiatan yang akan digunakan untuk meningkatkan prestasi sekolah adalah:
a.         Pembentukan dan pembinaan tim lomba untuk kesenian, mata pelajaran, olah raga dan lainnya pada awal tahun pelajaran. Tim dipilih sebanyak minimal tiga kelompok untuk kemudian dilakukan pembinaan secara intensif. Bahan pembinaan difokuskan pada materi yang secara umum menjadi materi lomba. Siswa terbaik akan mewakili sekolah saat pelaksanaan lomba.
b.         Mendorong dan menfasilitasi pendidik dan tenaga kependidikan untuk berperan serta dalam ajng kompetisi baik pada tingkat lokal, regional, maupun nasional.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...