Selasa, 10 Mei 2011

MENULIS BAGIAN PEMBUKA PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Bagian Pembuka suatu karya tulis seperti PTK memiliki beberapa bagian.
Bagian awal Penelitian tindakan kelas pada umumnya berisi hal-hal berikiut ini:
A. Bagian Pembuka
1. Halaman Judul
2. Lembar Pengesahan
3. Kata Pengantar
4. Daftar Isi
5. Daftar Tabel (bila ada)
6. Daftar Gambar ( bila ada)
7. Daftar Lampiran
8. Abstrak (ringkasan)

HALAMAN JUDUL
Halaman judul paling tidak memuat informasi tentang judul laporan penelitian yang kita lakukan, tujuan penulisan, identitas peneliti, instansi tempat peneliti tersebut bekerja.
Cara Penulisan Halaman Judul
1. Judul Penelitian ditulis dengan huruf kapital semua
2. Halaman judul bisa ditulis dengan rata kiri atau center. Namun, bentuk center biasanya lebih sering dipakai.
3. Ukuran huruf disesuaikan dengan tata letak yang tersedia. Judul penelitian umumnya ditulis dengan lebih ditonjolkan dari yang lain. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbesar “font size” atau dengan menebalkan huruf tersebut.
LEMBAR PENGESAHAN
Lembar ini berisi keterangan pengesahan tentang kebenaran pelaksanaan penelitian yang telah dilakukan. Lembar pengesahan untuk PTK guru biasanya ditandatangani oleh kepala sekolah tenpat sekolah tersebut dilakukan yang tentunya juga tempat guru tersebut bekerja. Di samping itu, apabila laporan PTK yang dibuat akan dijadikan koleksi perpustakaan sekolah, maka tanda tangan kepala atau petugas perpustakaan juga diperlukan.
Lembar pengesahan paling tidak berisi tentang
1. Nomor surat keterangan pengesahan
2. Pembuka yang menyhatakan bahwa surat tersebut ditandatangani kepala sekolah.
3. Judul penelitian
4. Identitas peneliti
5. Tanggal pengesahan
6. Tanda tangan yang mengesahkan



KATA PENGANTAR
Kata pengantar bertujuan mengantarkan pembaca terhadap isi laporan penelitian yang sedang dibaca. Dengan kata pengantar tersebut, sebisa mungkin pembaca akan mengetahui informasi awal tentang penelitian yang telah dilakukan.
Beberapa hal yang bisa ditulis dalam bagian kata pengantar adalah
1. Ucapan syukur kepada Tuhan YME
2. Judul penelitian
3. Garis besar isi penelitian
4. Ucapan terima kasih kepada orang yang telah membantu pelaksanaan penelitian
DAFTAR ISI
Daftar isi berisi seluruh bab dan subbab yang terdapat dalam laporan penelitian kita disertai dengan nomor halaman tempat bab atau subbab tersebut berada. Beberapa hal yang berkaitan dengan penomoran halaman adalah:
1. Bagian pembuka menggunakan angka romawi kecil seperti I, iii, vii, xi
2. Bagian isi sampai lampiran menggunakan angka arab (angka yang biasa kita pakai) dari 1, 2, sampai selesai.
3. Nomor pada bagian pembuka diletakkan di bagian bawah tengah sedangkan bagian isi sampai selesai diletakkan di bagian atas kanan. Bagian isi yang terdapat judul bab, nomor halaman diletakkan di bagian bawah tengah.
Tips. Untuk mempermudah pembuatan daftar isi yang kemungkinan isinya berubah-ubah nomor halamannya, daftar isi dibuat secara otomatis. Dengan pembuatan secara otomatis, perubahan nomor halaman akan dapat diupdate dalam waktu hitungan detik. Bila Anda belum tahu pembuatan daftar isi secara otomatis, baca bagian pembuatan daftar isi di blog ini juga.

DAFTAR TABEL , DAFTAR GAMBAR, DAFTAR LAMPIRAN
Sama seperti daftar isi hanya yang ditulis adalah judul tabel, grafik, gambar , atau lampiran yang disertakan dalam laporan penelitian tersebut.

ABSTRAK
Abstrak berisi informasi laporan penelitian secara lengkap yang ditulis dangan singkat dan padat. Diawali dari judul sampai pada kesimpulan penelitian. Untuk contoh abstrak dapat Anda lihat pada posting contoh abstrak di blog ini juga.

(Farichin)
READ MORE - MENULIS BAGIAN PEMBUKA PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Jumat, 06 Mei 2011

MENULIS DAFTAR PUSTAKA

Oleh : Farichin

Daftar pustaka adalah daftar bacaan yang dijadikan referensi selama proses penelitian berlangsung. Semua referensi tersebut harus dicantumkan dalam daftar pustaka penelitian kita. Namun demikian, ada beberapa referensi yang tidak perlu dimasukkan ke dalam daftar pustaka. Referensi tersebut adalah:
1. Kamus
2. Penelitian yang relevan yang dimasukkan dalam subbab penelitian relevan yang ada di bab II
3. Slide presentasi
Lalu bagaimanakah urutan penulisan daftar pustaka? Ada beberapa pendapat tentang sistematika penulisan daftar pustaka. Namun, di sini akan kami satu yang biasa dipakai di sekolah. Sistematika tersebut adalah:
Nama penulis.tahun terbit. Judul Buku. Kota terbit:nama penerbit.
Untuk lebih jelasnya, marilah kita ikuti cara penulisan setiap bagian tersebut.
NAMA PENULIS
Beberapa aturan penulisan nama pengarang atau penulis
1. Apabila nama penulis terdiri dari dua atau lebih bagian nama, bagian nama paling belakang dipindah ke bagian depan kemudian diikuti tanda koma.
Contoh:
Dewi Lestari ditulis menjadi Lestari, Dewi
Ali Akbar Navis ditulis menjadi Navis, Ali Akbar
2. Apabila pengarang terdiri dari dua atau tiga orang, yang penulisan namanya dibalik hanya pengarang utama. Pengarang utama biasanya diletakkan di bagian awal dari deretan nama pengarang.
Contoh:
Atikah Anindyarini, Yuwono, dan Suhartono ditulis menjadi Anindyarini,Atikah; Yuwono, dan Suhartono.
3. Apabila penulis terdiri dari empat orang atau lebih, yang ditulis sebagai nama pengarang adalah penulis utamanya dengan disertai singkatan DKK (dan kawan-kawan). Penulisan nama diberlakukan seperti penulis tunggal.
4. Apabila tidak ada penulis, yang ditulis sebagai nama penulis adalah editornya dan diberlakukan seperti nama penulis.
5. Apabila penulis berupa nama lembaga, maka yang ditulis adalah nama lembaga tersebut tanpa diubah susunan katanya.
TAHUN TERBIT
1. Tahun terbit dapat dilihat di bagian informasi buku.(informasi buku dapat dilihat setelah lembar judul)
2. Apabila tahun terbit tidak ditemukan di bagian informasi buku, bisa melihat pada kata pengantar yang ada dalam buku tersebut.
JUDUL BUKU
1. Judul buku ditulis dengan huruf miring. Apabila ditulis tangan atau mesin ketik manual, garis miring diganti dengan garis bawah.
2. Setiap awal bagian judul buku diawali huruf kapital kecuali kata tugas (konjungsi dan preposisi)
Contoh
Langkah Mudah Menulis PTK untuk Pemula
Anak Perawan di Sarang Penyamun
3. Apabila kata tugas berada di awal judul, kata tugas tersebut tetap harus diawali kapital.
Contoh:
Di Bawah Lindungan Kabah
4. Apabila judul memiliki anak judul, antara judul dan anak judul dipisahkan tanda titik dua (:)
5. Apabila berupa artikel dari surat kabar, koran, jurnal, judul artikel ditulis dalam tanda petik dua sedangkan nama majalah, koran, atau jurnal sebagai judul buku.
Contoh:
“Menyikapi Ujian Nasional” Radar.
KOTA TERBIT
Kota terbit dan nama penerbit dapat dilihat di bagian informasi buku.

Di samping referensi dari bahan cetakan, referensi juga dapat diperoleh dari internet. Untuk referensi dari internet, biasanya menggunakan sistematika sebagai berikut:
Nama penulis.tanggal posting.judul artikel.alamat web.tanggal download.

CARA PENYUSUNAN DAFTAR PUSTAKA
1. Daftar pustaka disusun secara alfabetis setelah nama pengarang dibalik sususnannya sesuai aturan yang berlaku.
2. Apabila ada nama pengarang yang sama dengan beberapa judul buku yang dijadikan referensi, urutkan dengan berdasarkan tahun terbit.
3. Penulisan daftar pustaka dimulai dari pinggir baris kiri, baris kedua dan seterusnya dalam satu daftar masuk sekitar delapan karakter.
Contoh:
Anindyarini,Atikah; Yuwono, dan Suhartanto. 2008. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs. Kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.

Selamat Berkarya!
READ MORE - MENULIS DAFTAR PUSTAKA

CARA MENULIS BAB IV (HASIL PENELITIAN)

Oleh : Farichin

bab IV penelitian tindakan kelas, berisi tentang hasil yang telah diperoleh saat pelaksanaan penelitian di kelas. Permasalahan yang telah diungkapkan di bagian pendahuluan sudah harus terjawab. Jawaban sebisa mungkin sesuai dengan kenyataan yang ada. Yang harus diubah dalam pikiran kita adalah persepsi tentang penelitian harus selalu berhasil. Apabila penelitian yang kita lakukan tidak sesuai dengan harapan, maka katakanlah tidak berhasil kemudian analisislah hal-hal yang menyebabkan ketidakberhasilan tersebut. Di samping itu, perlu juga disampaikan alasan mengapa penelitian tersebut dihentikan.
Pada bab IV PTK, berisi beberapa subbab. Subbab-subbab tersebut adalah:
A. Deskripsi Kondisi Awal
B. Deskripsi Siklus I
C. Deskripsi Siklus II, dst
D. Pembahasan Tiap Siklus dan antar Siklus
E. Hasil Penelitian

Untuk lebih jelasnya, marilah kita pahami bagian demi bagian subbab tersebut
DESKRIPSI KONDISI AWAL
Pada bagian ini diungkapkan hal-hal yang terjadi sebelum pelaksanaan penelitian dari awal sampai penentuan permasalahan atau judul.(silahkan baca posting tentang cara menentukan permasalahan pada blog ini juga). Isinya hampir sama dengan bagian kondisi nyata yang ada di latar belakang dan gambaran setting dan subjek penelitian yang ada pada bab metodologi. Yang perlu diingat, meskipun sama, kalimat yang diungkapkan harus berbeda karena ketiga bagian tersebut berada dalam bab yang terpisah. Pada bagian ini, bisa ditampilkan hasil dari kegiatan prapenelitian dalam bentuk grafik dan atau tabel. Sebagai gambaran kasar, perhatikan penggalan contoh berikut ini
Setting lokasi penelitian tindakan kelas ini adalah : Penelitian dilaksanakan di SMP negeri 2 Bojong dengan subyek siswa kelas VII yang terdiri dari 21 siswa putra dan 9 siswa putri, pada semester genap pelajaran bahasa ndonesia tahun ajaran 2009-2010.
Nilai rata rata kemampuan membaca cepat siswa sebelum dilaksanankan penelitian sebesar 5,10 dengan jumlah siswa tuntas sebanyak 15 %.
…..

Deskripsi siklus
Bagian ini berisi gambaran pelaksanaan siklus secara rinci. Diawali dari siklus pertama sampai siklus terakhir.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas di mana peneliti mengadakan kolaborasi dengan teman sejawat khususnya kolaborasi pada saat siklus berlangsung yaitu melaksanakan pengamatan secara bersama-sama.
Secara konkrit penelitian ini melaksanakan dua siklus di mana tiap siklus terdiri dari 4 tahap sebagai berikut :
a.Perencanaan
b.Pelaksanaan
c.Pengamatan
d.Refleksi

Siklus 1.
a.Perencanaan Tindakan
Langkah yang dilaksanakan meliputi
1. Membuat skenario pembelajaran dengan menerapkan metode latihan terstruktur
2. Menyiapkan teks-teks bacaan untuk praktek tiap tiap kelompok
3. Membentuk kelompok kelompok kecil untuk praktek membaca cepat dan saling mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman mereka tentang isi bacaan
4. Membuat lembar pengamatan untuk menamati kegiatan siswa
5. Menyiapkan soal tes utuk dikerjakan pada akhir sikus
………….


PEMBAHASAN TIAP SIKLUS DAN ANTAR SIKLUS.
Pada bagian ini deskripsikan hasil yang telah diperoleh pada pelaksanaan siklus secara urut dari siklus pertama samapai yang terakhir. Dalam pendeskripsian hasil, harus mengacu pada permasalahan penelitian yang telah dituliskan pada bab pendahuluan. (Baca cara menulis bab I Pendahuluan pada blog ini juga). Jangan lupa sertakan tabel dan garfik untuk mempermudah kita melihat perubahan hasil belajar siswa.
Pada bagian ini juga deskripsikan perubahan proses dan hasil belajar yang terjadi dari satu siklus dengan siklus sebelumnya. Misalnya gambarkan perubahan yang terjadi dari proses dan hasil antara prasiklus dengan siklus I, siklus I dengan siklus II, siklus II dengan siklus III dan seterusnya. Perubahan tersebut juga ditampilkan dalam bentuk grafik dan atau tabel.

HASIL PENELITIAN
Pada bagian ini deskripsikan keseluruhan perubahan proses dan hasil belajar selama pelaksanaan kegiatan dari prapenelitian sampai siklus terakhir. Jangan lupa lagi, sertakan deskripsi tersebut dalam bentuk grafik dan atau tabel untuk mempermudah pembaca memahami hasil penelitian secara cepat.
READ MORE - CARA MENULIS BAB IV (HASIL PENELITIAN)

Rabu, 04 Mei 2011

MENULIS BAB III (METODOLOGI PENELITIAN) PTK

(Farichin)
Pada bab III sebuah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berisi tentang hal-hal yang merupakan pedoman pelaksanaan penelitian di lapangan. Pada bab Metodologi ini, biasanya terdiri dari beberapa subbab yaitu:
1. Objek tindakan
2. Setting lokasi dan subjek penelitian
3. Metode pengumpulan data
4. Desain penelitian
5. Metode Analisis Data
6. Cara Pengambilan Kesimpulan
Untuk lebih jelasnya, akan dijelaskan bagian-bagian tersebut secara terpisah.

OBJEK TINDAKAN
Objek tindakan berisi solusi yang digunakan untuk penyelesaian permasalahan yang terjadai dalam pembelajaran di kelas. Solusi tersebut tentunya menjadi variabel penelitian. Perhatikan contoh berikut ini!
Objek tindakan dalam penelitian ini adalah penggunaan model Jigsaw II untuk meningkatkan kompetensi membaca pemahaman siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Bojong Kabupaten Tegal.

SETTING LOKASI DAN SUBJEK PENELITIAN
Setting lokasi berisi tentang tempat dan waktu penelitian tindakan kelas tersebut dilaksanakan. Untuk setting waktu, sebisa mungkin dijabarkan sedetail mungkin dengan menggunakan tabel. Dalam tabel tersebt paling tidak mengungkapkan waktu dan kegiatan yang dilaksanakan pada waktu tersebut. Sementara itu, subjek penelitian berisi tentang kelas yang dijadikan subjek dalam penelitiannya. Perhatikan contoh berikut ini!
Penelitian tentang upaya meningkatkan kompetensi bermain peran dilakukan di SMP Negeri 2 Bojong Kabupaten Tegal pada tahun pelajaran 2010/2011. Subjek penelitian adalah kelas VIII B dengan jumlah siswa sebanyak 36 yang terdiri dari 18 laki-laki dan 18 perempuan. Adapun karakteristik siswa di kelas tersebut adalah…
Ungkapkan satu demi satu karakteristik subjek penelitian tersebut sehingga subjek penelitian lebih pantas dilakukan tindakan tertentu.

METODE PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data merupakan cara yang akan dilakukan untuk mengumpulkan data penelitian baik berupa nilai maupun nonnilai. Beberapa metode pengumpulan data yang biasa digunakan dalam PTK adalah
1. Tes yaitu suatu cara mengumpulkan data daya serap siswa dengan diberikan pertanyaan-pertanyaan yang terkait secara langsung dengan indikator keberhasilan pembelajaran.
2. Observasi yaitu suatu cara mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan. Data yang biasa diambil dengan observasi adalah data tingkah laku dan aktivitas siswa dalam KBM.
3. Dokumentasi yaitu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara mempelajari dan menyeleksi data dari dokumen yang relevan dengan penelitian. Dokumen tersebut seperti daftar nilai, jurnal mengajar, catatan perilaku daru guru BK, dan lainnya.
Dalam penulisannya di laporan PTK, metode ini sebisa mungkin dijelaskan manfaat penggunaanya. Misalnya penggunaan metode tes ini digunakan untuk mencari data tentang apa saja.

DESAIN PENELITIAN
Desain penelitian yang sering digunakan dalam PTK menggunakan desain baku. Desain tersebut terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaa, observasi, dan refleksi. Jelaskan apa saja yang dilakukan setiap bagian dari langkah kegiatan tersebut. Perhatikan contoh berikut ini!
Tahap Perencanaan
Beberapa kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah
a. menentukan masalah pokok yang segera harus dipecahkan yaitu kurangnya kemampuan membaca cepat dan memahami isi bacaan pada siswa kela VII.
b. Membuat skenario pembelajaran yaitu dgn menerapkan metode latihan terstruktur untuk mempermudah cara membaca cepat dan sekaligus mampu memahami isi bacaan
c. Merancang lembar pengamatan untuk mengetahui perubahan yang dialami siswa dengan diterapkannya metode latihan terstruktur tesebut
d. Menyiapkan teks bacaan untuk praktek anak-anak selama siklus berlangsung
e. Menyusun soal tes untuk mengetahui keberhasilan setelah siklus berakhir.

METODE ANALISIS DATA
Yaitu cara yang dipakai untuk menganalisis data yang telah diperoleh. Beberapa metode analisis data yang biasa digunakan dalam PTK adalah analisis deskriptif yaitu mendeskripsikan data-data kemajuan belajar.

CARA PENGAMBILAN KESIMPULAN
Bagian ini berisi penjelasan tentang ketercapaian indikator yang telah ditetapkan dalam penelitian. Perhatikan contoh berikut!
Kemampuan membaca cepat dikatakan meningkat apabila nilai rata rata siswa dalam membaca cepat dan memahami isi teks mencapai nilai di atas KKM yang telah dikatan yaitu 6,5


Sudah paham? Kalau sudah, cobalah memulainya kemudian lakukan penelitian tersebut di kelas. Apabila data sudah dikumpulkan dan Anda bingung bagaimana menjabarkan data tersebut, silahkan baca bagian cara menulis bab IV pada blog ini juga. Mudah-mudahan bagian tersebut sudah bisa Anda baca saat itu.
Selamat mencoba!
READ MORE - MENULIS BAB III (METODOLOGI PENELITIAN) PTK

Senin, 02 Mei 2011

MENULIS BAB II PTK (KAJIAN PUSTAKA)

Kajian pustaka berisi teori-teori yang berkaitan dengan variabel penelitian dari beberapa sumber. Sumber tersebut bisa berupa buku, artikel di media massa, maupun jurnal. Yang termasuk media massa adalah surat kabar, majalah, internet. Kajian pustaka dimaksudkan sebagai dasar kita dalam mengulas dan melakukan penelitian yang kita lakukan. Semakin dalam kajian pustaka yang disampaikan semakin kuat dasar kita dalam menentukan kerangka berpikir.
Pada bab II, yang akan dikemukakan adalah Kerangka teori, Penelitian yang relevan, dan kerangka berpikir. Untuk lebih jelasnya tentang bagian-bagian tersebut, akan dibahas masing-masing bagian secara terpisah.
Kajian Pustaka
Telah dikemukakan di depan bahwa kajian pustaka berisi tentang teori-teori yang terkait dengan variabel penelitian yang kita lakukan. Semua variabel yang ada harus diungkapkan teorinya dalam kajian pustaka. Perhatikan contoh berikut ini!
Judul penelitian
Peningkatan Kempetensi Menulis Puisi Siswa Kelas VII di SMP Negeri 2 Bojong Tegal Melalui media film dokumenter

Kajian pustka yang harus dikemukakan sesuai dengan judl tersebut adalah:
1. Definisi Menulis
2. Definisi Puisi
3. Menulis Puisi
4. Definisi media
5. Definisi film
6. Film dokumenter
7. Media film dokumenter

Setelah ditentukan teori yang harus dikemukakan dalam kajian pustaka, kini kita mulai mencari sumber yang akan dijadikan referensi.
Apabila sumber atau referensi sudah terkumpul, kini saatnya kita menuliskan teori-teori tersebut dalam dalam bentuk kajian pustaka. Yang perlu diingat, kajian pustaka bukanlah kumpulan teori semata. Untuk itu, dalam pembuatan kajian pustaka harus menggunakan pola SAS (struktur Analisis Sintesis)
Struktur berisis kutipan dari teori yang kita ambil baik itu kutipan secara langsung maupun kutipan secara tidak langsung. Analisis berupa ulasan kita terhadap teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Sintesis yanitu kesimpulan yang kita ambil setelah kita mengemukakan beberapa kutipan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini!

Boobi de Potter mengatakan bahwa menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika) secara bersama-sama. (Struktur 1)Pendapat ini menekankan pada sumber proses menulis yaitu otak. Tidak mungkin seorang dapat menulis apabila otak tidak bekerja. Kehebatannya lagi, saat seorang menulis untuk mengungkapkan ide-idenya, bukan hanya otak kiri, tetapi sekaligus otak kanan bekerja untuk dapat mencurahkan segala ide yang ada.(Analisis 1)
Lain dengan Booby de Potter, Tarigan mendefinisikan menulis dari segi isi yang akan disampaikan. Tarigan mengatakan bahwa menulis adalah proses mencurahkan gagasan secara tertulis sehingga terjadi interaksi atau tersampaikannya gagasan antara penulis dengan pembaca. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Menulis merupakan suatu ketrampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain (Tarigan 1983 : 3 ). Pendapat Tarigan ini lebih menekankan pada fungsi tulisan untuk berkomunikasi tanpa lisan.(Analisis 2)
Dari beberapa pendapat tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa menulis adalah serangkaian kegiatan yang melibatkan proses berpikir, untuk mengungkapkan gagasan atau pikiran secara logis dan sistematis dalam bentuk tertulis. Di situ tampak adanya sebuah proses yang berkesinambungan untuk dapat menulis dengan baik. Namun, bukanlah suatu hal yang mustahil seseorang akan dapat menjadi penulis yang diperhitungkan kalau orang tersebut mengasah keterampilannya secara sungguh-sungguh. (Sintesis)

Penelitian yang Relevan
Pada bagian ini, dikemukakan beberapa penelitian yang telah dilakukan yang relevan dengan penelitian yang kita lakukan. Yang dimaksud relevan di sini adalah adanya kesamaan atau kemiripan pada variabel-veriabel penelitiannya. Mungkin adanya kesamaan pada variabel X atau pada variabel Y. langkah-langkah yang mungkin ditempuh untuk membuat bagian ini adalah
1. Cari Penelitian orang lain yang relevan
2. Tulis:
• Siapa penelitinya,
• Apa Judul penelitiannya,
• metode yang digunakan
• dan hasil penelitiannya

Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir diambil berdasarkan kajian pustaka yang dikemukakan sebelumnya. Teori tersebut bukan sebagai kumpulan teori, melainkan teori yang dipilih secara selektif untuk membangun kerangka argumentasi.
Berupa kesimpulan, misalnya “Berdasarkan analisis ini diduga bahwa .............”
Mencerminkan pernyataan klimak dari seluruh upaya dalam membangun kerangka teoritis yang mendukung hipotesis.
Untuk mempermudah gambaran kita tentang kerangka berpikir penelitian, akan lebih baik kerangka berpikir dibuat dalam bentuk bagan yang akan menggambarkan kondisi awal baik dari guru maupun siswa; tindakan penelitian yang dilakukan pada keseluruhan siklus; dan kondisi akhir yang mungkin terjadi. Kondisi akhir ini masih bersifat hipotesis karena penelitian belum dilaksanakan.

Sekian dulu penjabaran kita untuk bab ini. Semoga bisa dipahami dan bermanfaat. Jangan lupa baca juga bagaimana cara membuat bab III Metodologi penelitian.
READ MORE - MENULIS BAB II PTK (KAJIAN PUSTAKA)

Minggu, 01 Mei 2011

LANGKAH MUDAH MEMBUAT BAB PENDAHULUAN PADA PTK

Setelah kita menemukan permasalahan penelitian (Baca bagian menentukan permasalahan penelitian) kini kita mulai membuat bab I atau bab pendahuluan. Bab pendahuluan pada Penelitian Tindakan Kelas atau PTK terdiri dari beberapa subbab. Subbab tersebut adalah
a. Latar Belakang
b. Identifikasi Masalah
c. Pembatasan Masalah
d. Perumusan Masalah
e. Tujuan Penelitian
f. Manfaat Penelitian
Untuk selanjutnya, marilah kita ulas bagian-perbagian dari bab pendahuluan tersebut.

Latar Belakang
Latar belakang adalah hal-hal yang melatarbelakangi suatu peneliti menentukan permasalahan penelitian. Yang harus diungkapkan dalam bagian latar belakang adalah
1. Deskripsikan data faktual yang menunjukan terjadinya masalah( kondisi awal ), tempat setting, serta pentingnya masalah itu segera dipecahkan dengan cara yang dilakukan. Hasil kajian dari kegiatan prapenelitian dapat diungkapkan di sini meskipun tidak terlalu mendetail.
2. Jelaskan kondisi awal baik yang menyangkut siswa maupun guru. Ingat berhasilnya proses pembelajaran ditentukan oleh siswa sebagai subjek didik dan guru sebagai pendidik. Sepandai apapun siswa tanpa didampingi oleh guru yang baik, hasilnya tidak akan maksimal. Demikian pula sebaik apapun guru tersebut, kalau siswanya tidak memiliki motivasi belajar, hasilnya juga tidak akan baik.
3. Deskripsikan apa yang menjadi harapan peneliti. Misalnya dengan penelitian yang akan dilakukan ini peneliti berharap proses pembelajaran lebih bagus; siswa lebih termotivasi dan aktif mengikuti Proses Belajar-Mengajar; hasil atau daya serap siswa meningkat yang pada akhirnya meningkat pula prestastasi belajar siswa.
4. Uraikan kesenjangan yang terjadi yang segera harus dipecahkan. Pada bagian ini digambarkan kondisi nyata yang hasilnya baik dengan kondisi ideal yang diharapkan berkaitan dengan permasalahan penelitian. Jelaskan pula apa yang akan terjadi apabila permasalahan tersebut tidak segera dipecahkan.
5. Menawarkan solusi/pemecahan masalah melalui penelitian. Solusi yang ditawarkan harus disertai dengan alasan mengapa solusi tersebut yang dipilih.
6. Jelaskan singkat langkah kongrit yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah penelitihan. Langkah-langkah konkret yang ditulis dalam bagian ini cukup pada inti kegiatan saja tanpa uraian yang mendetail. Uraian mendetail akan dijelaskan pada bagian yang lain.
Identifikasi Masalah
Yang dimaksud identifikasi masalah adalah menandai permasalahan-permasalah yang muncul berkaitan dengan masalah penelitian. Untuk membuat identifikasi masalah lakukan kegiatan berikut:
1. Cari dan temukan masalah masalah yang menyebabkan terjadinya kondisi awal
2. Masalah yang dimaksud adalah masalah yang berkait dengan kodisi siswa maupun guru
Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah adalah membatasi permasalahan-permasalahan yang muncul dalam proses identifikasi masalah. Pembatasan masalah dimaksudkan untuk membatasi variabel penelitain baik variabel X maupun variabel Y.

Perumusan Masalah
Setelah permasalahan dibatasi, maka tiba saatnya masalah dirumuskan. Beberapa rambu-rambu dalam merumuskan masalah adalah:
1. Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah
2. Umumnya berbentuk kalimat tanya
3. Kalimat tanya yang diajukan mengacu ke masalah pokok
4. Kalimat tanya pada rumusan masalah nantinya harus dijawab. Jawaban pada perumusan masalah akan dilakukan dalam bagian hasil penelitian.
5. Kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas jawaban bukan hanya banyaknya rumusan masalah.
Contoh
Judul : Peningkatan Kompetensi Membaca Pemahaman Siwa Melalui Model Jigsaw Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bojong Tegal
Rumusan Masalah
1. Seberapakah peningkatan Kompetensi Membaca Pemahaman Siwa Melalui Model Jigsaw Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bojong Tegal?

Judul : Peningkatan kemampuan membaca cepat serta memahami isi bacaan siswa kelas … dalam mata pelajaran bahasa Indonesia melalui metode latihan terstruktur
Rumusan Masalah
1. Apakah kemampuan membaca cepat serta memahami isi bacaan siswa kelas …dalam pelajaran bahasa Indonesia dapat ditingkatkan melaui metode latihan terstruktur?

Tujuan Penelitian
Ungkapkan semua tujuan penelitian yang diinginkan peneliti. Namun, pada hakikatnya, tujuan penelitian itu sama dengan rumusan permasalahan. Bedanya adalah kalau rumusan masalah ditulis dalam kalimat pertanyaan, tujuan penelitian dibuat dalam kalimat pernyataan. Cara mudahnya adalah dengan menghilangkan kata tanya yang ada dalam rumusan masalah
Contoh
Rumusan Masalah
Apakah kemampuan membaca cepat serta memahami isi bacaan siswa kelas …dalam pelajaran bahasa Indonesia dapat ditingkatkan melaui metode latihan terstruktur?
Tujuan :
Untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca cepat serta memahami isi bacaan siswa kelas …dalam pelajaran bahasa Indonesia melaui metode latihan terstruktur.
Atau
Untuk mengetahui apakah metode latihan terstruktur dapat meningkatkan kemampun membaca cepat siswa kelas…

Manfaat Penelitian
Dalam penentuan manfaat penelitian, ungkapkan manfaat yang diperoleh dengan pelaksanaan penelitian tersebut sekurang-kurangnya bagi siswa dan guru. Kalau memungkinkan, unkapkan manfaat yang lainnya seperti bagi dunia keilmuan. Tulislah manfaat-manfaat tersebut secara terpisah setiap bagian kebermanfaatannya.
Contoh :
Bagi siswa
1. Mendorong siswa untuk menerapkan kemampan membaca cepat dalam upaya memahami isi bacaan.
2. Meningkatkan kompetensi membaca cepat siswa.
3. Meningkatkan prestasi belajar siswa.
Bagi guru
1. Memberi masukan kepada guru bahwa metode latihan terstruktur dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca cepat
2. dst



Selamat Mencoba, Kalau sudah selesai, baca juga bagaimana membuat landasan Teori dan Kerangka berpikir.
(FR)



Disarikan dari materi pelatihan Penulisan PTK LPMP Jateng dan beberapa pelatihan lainnya.
READ MORE - LANGKAH MUDAH MEMBUAT BAB PENDAHULUAN PADA PTK

PARMIN MENGGUNGAT UJIAN NASIONAL

Kamis tanggal 28 April 2011, Parmin pulang dengan muka bersungut-sungut. Tampak jelas di wajahnya yang kusam tersembul sebuah amarah yang di tahan. Mak Saodoh melihat gejala suaminya kayak gitu diam saja. Ada sedikit takut di hati Saodah siang itu. Jam dinding masih menunjukkan pukul 10.30 WIB. Saodah mereka-reka dalam hati, apa karena dia belum masak sesiang itu sehingga Parmin suaminya memasang muka angker. Ah, tidak biasanya dia seperti itu. Sebagai seorang guru, Parmin merupakan contoh guru yang baik, bersih dalam bertingkah dan berbuat. Baginya pekerjaan guru adalah pekerjaan mulia. Tak pernah sekalipun Parmin pulang dengan muka masam seperti itu meskipun sebelumnya habis diomelin kepala sekolah.

Saodah dengan takut-takut mendatangi Parmin. Parmin masih diam saja. Mukanya masih dilipat dalam. Bibirnya yang agak dower semakin dower dilihatnya saat itu.
"Mas, lapar?" tanya Saodah mencoba mengorek duduk permasalahan yang tengah terjadi pada Parmin, suaminya. Parmin diam saja. Hanya gelengan saja sebagai jawaban pertanyaan Saodah. Saodah kembali berbicara.
"Maaf, Mas. saya belum masak. Habis Yu, Jum tukang sayur langgananku belum lewat juga. Apa dia sakit yah?
"Nda papa. Lagian saya juga tadi dah makan" jawab Parmin mulai bersuara. Saodah girang. Rupanya permasalahan yang menimpa Parmin tidak berkenaan dengannya.
"Lalu,... kenapa Mas Parmin mukanya dilipat kayak dompet tanggung bulan. Sabar toh, Mas. Sekarang kan sudah tanggal 28, sebentar lagi juga tanggal satu. Mas kan gajian. Apa lagi denger-denger bulan depan gajian naik ya Mas?"
"Tahu!" Jawab Parmin singkat menanggapi kata-kata Saodah yang panjang kayak kereta. Saodah paham benar kelakuan Parmin. Kalau sudah begitu biasanya ada masalah yang sangat bertentangan dengan prinsip hidupnya.
"Ada masalah apa toh, Mas? mbok yao crita sama aku. Siapa tahu bisa mengurangi beban" kata Saodah dengan penuh pengertian sebagai seorang istri solihah.
"Aku lagi mangkel, Dah. mangkel bin jengkel bin enek. kurang ajar itu orang-orang" ucap Parmin emosi.
"Loh, mangkel kenapa apa?" yanya Saodah bingung.
"Sudah empat hari aku ngawasi ujian nasional di MTs di dekat kantor kecamatan, Dah. Selama itu pula aku menemukan kecurangan-kecurangan. Hari pertama pada pelajaran Bahasa Indonesia, lah wong soal baru dibagi lima menitan, kok lembar jawaban sudah banyak yang diisi. Awalnya aku ndak curiga. Aku pikir mereka pintar-pintar. Hari kedua pelajaran matematika. Eh, lebih gila, Dah. mereka sudah bisa mengisi semua pertanyaan tanpa harus melakukan penghitungan di kertas oret-oretan. Apa mereka dukun semua sehingga bisa menghitung sesuatu hanya dengan semedi atau umas-umis saja. hari ketiga pelajaran bahasa Inggris. Dah-dah mereka bawa kepekan jawaban soal. Tahu gak Dah berapa jawaban soal yang mereka bawa. 40 soal dah, 40. Sementara jumlah soal semuanya hanya 50. aku tanya, dari mana jawaban itu mereka dapatkan. Eh, mereka jawab dari gurunya. Astaghfirulloh. Seorang guru telah merusak hakikat dari pendidikan. Lalu akan menjadi apa mereka dah kalau sejak SMP mereka sudah diajari hal-hal yang tidak benar. Lalu hari keempat saat pelajaran IPA, aku juga menemukan kepekan jawaban sebanyak 30 soal. Padahal itu di ruang yang berbeda. Aku kembali bertanya sama mereka. Mereka menjawab yang memberikan jawaban itu adalah kepala sekolahnya. Gila................ Seorang kepala sekoloh yang seharusnya jadi pemimpin yang baik malah menjadi koordinaor tindak kecurangan semacam itu. dan lebih gila lagi dah, itu terjadi di sebuah MTs., sekolah agama Dah! Apa mereka pikir Alloh buta apa? aku masih menahan geram sama guru-guru di sekolah itu. Hilang sudah penghormatanku kepada mereka yang kerap aku panggil ustad kalau bertemu mereka. Yang lebih gila lagi Dah, Pak Haji Mardi, itu loh guru di SMP 1 Angin-angin, mengatakan sama aku itu sudah biasa dan menyuruh sekolahku juga melakukan hal seperti itu. Mereka menyalahkan sekolahku yang berbuat jujur dalam melaksanakan ujian nasional. Haji Mardi mengatakan bahwa sekolahku lugu, pantas saja banyak yang tidak lulus. Dasar brengsek itu haji. Tidak pantas kata-kata itu keluar dari mulut orang yang bermartabat, apalagi dia kan guru, sudah haji lagi"
"Katanya sekarang paketnya dah 5 paket, kok masih bisa begitu?" tanya Saodah heran.
"Mau paket soal 5 atau 20 sekalipun, kalau pembagian soalnya dah diatur, sama saja bohong. Tabiat setannya masih melihat peluang untuk berbuat curang"
"ya, laporkan saja ke Dinas pendidikan kabupaten!" saran Saodah membela suaminya.
"tahunkemarin menemukan kasus seperti itu dan sudah dilaporkan, tapi hasilnya NOL BESAR. Mereka ndak mau tahu tentang hal itu. Bagi mereka kalu di kabupaten tingkat kelulusannya tinggi berarti prestasi mereka bagus"
"Lalu?" tanya Saodah bingung.
"Au ah gelap. tunggu saja 10 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi apa. Bukankah 10 tahun ke depan merekalah yang akan menjadi generasi penerus pembangunan. Siap-siap saja Gayus bukan hanya satu, tapi seratus juta Gayus di Indonesia."
"Hahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh?????????" Saodah hanya melongo.
READ MORE - PARMIN MENGGUNGAT UJIAN NASIONAL