Sabtu, 06 Juni 2020

BRISBANE, JANTUNG KOTA DI QUEENSLAND

Oleh : Farichin


Mengunjungi Kota Brisbane bagi saya pribadi merupakan satu mimpi. Namun karena karunia Tuhan, mimpi berkunjung ke Brisbane tersebut menjadi satu kenyataan. Awal Maret 2019 kaki ini secara nyata menginjak bumi Brisbane, Queensland. Pagi menjelang menyambut kami di Bandara di Brisbane. 

Brisbane, ibu Kota negara bagian Queensland, Australia merupakan satu kota besar yang tertata indah dengan tetap memperhatikan keasrian dan keseimbangan lingkungan. Paling tidak itulah kesan pertama saya pribadi. Apalagi saat acara pertama adalah orientasi lingkungan dengan diajaknya kami di pusat kota Brisbane. Tempat yang dituju adal;ah area street market dan sekitarnya.

Bangunan megah dengan arsitektur klasik gaya gothik berjajar dengan rapi. Lalu lintas tampak tidak terlalu ramai karena sebagaian besar kendaraan umum masuk dalam jalur subway yang berada di bawah tanah. berjalan menyusuri kota Brisbane menjadi satu pengalaman yang sangat menakjubkan. Apalagi saat kami sampai pada jembatan Victoria yang membentang di Sungai Brisbane.

Sungai yang lebar namun tetap menampilkan keelokannya. Berhiaskan deretan gedung-gedung pencakar langit yang bayangannya terpendar dalam kejernihan air menambah eksotika jantung kota Brisbane. Pun beberapa fasilitas hiburan dan edukasi di sekitarnya menambah lengkap kota ini. Paling tidak ada ikon kota Brisbane di sebuah taman yang berupa deretan huruf-huruf bertuliskan BRISBANE. Di samping itu terdapat museum, Art center, atau artificial beach.

Berbicara tentang Brisbane, rasanya terlalu sederhana dengan kalimat dalam postingan ini. Kata-kata takkan mampu mewakili keindahan Brisbane dengan segala kelebihan yang ada. Berharap ada kesempatan bagus lagi untuk bisa berkunjung ke sana.

ber
READ MORE - BRISBANE, JANTUNG KOTA DI QUEENSLAND

Jumat, 05 Juni 2020

PENYESALAN KUPU-KUPU

Oleh: Farichin 

    D

i sebuah hutan, kupu-kupu sedang asyik mengagumi keindahan sayapnya. Dia tengah berkaca pada sebutir embun di atas sebuah daun. Permukaan embun yang jernih dengan kilauan sinar matahari semakin indah memantulkan bayangan kupu-kupu.

            “Ah, rasanya tak ada makhluk lain yang mampu menandingi keindahanku” gumam kupu-kupu pada bayangannya.

Kupu-kupu berputar-putar di depan cermin embun tersebut. Kadang tersenyum, memeringkan kepalanya, menjauhkan tubuh dari cermin kemudian mendekatinya lagi.

Saking asyiknya kupu-kupu berkaca mengagumi dirinya sendiri, dia tak menyadari seekor siput tanpa cangkang menghampirinya.

“kdubraaaak”

Kupu-kupu terpelesat dan jatuh ke tanah dengah keras. Lendir yang ditinggalkan oleh siput itu telah membuatnya jatuh dengan bebasnya. Sayapnya yang indah menjadi kotor.

Siput melihat Kagum pada Kupu-kupu

Siput kaget dan takut. Dia merasa telah membuat kupu-kupu jatuh. Dia ingin minta maaf, tapi melihat kemarahan kupu-kupu siput tak berani berkata-kata.

“Hai, Siput jelek dan menjijikkan. Apa yang kamu lakukan di sini? Gara-gara kamu, aku terjatuh tahu!” bentak kupu-kupu marah.

“Ma…maa… maafkan aku,” kata siput lirih.

“Apa, maaf katamu? Setelah kaubuat aku terjatuh dan sayapku yang indah ini kotor, kamu hanya minta maaf? Dasar tidak tahu diri!” bentak kupu semakin marah.

“T….tet…tetapi…aku tidak sengaja,” bela siput ketakutan.

“Ya, aku tahu kau tidak sengaja. Tapi badanmu yang jelek dan berlendir itulah yang menjadikan aku sepertiini.” Bentak kupu-kupu sambal menunjuk dengan jijik pada badan siput yang mengkilap karena lendir. “lagi pula kamu ngapain sih ke sini?”

“Aku ingin menjadi temanmu kupu-kupu. Agar aku bisa meniru keindahanmu,” kata siput ragu.

“jadi temanku….?”

“Iya,” Siput mengangguk

“ha…..ha…..ha…..” kupu-kupu tertawa mengejek. “Hai Siput, ngaca dong. Apakah kamu merasa pantas berteman denganku yang cantik dan anggun ini, Hah?”

Siput menggeleng pelan. Dia hanya mampu terdiam dan menunduk. Dia sangat malu dihina serupa ini. Untung tidak ada orang yang melihat.

Siput pergi meninggalkan kupu-kupu. Hatinya hancur. Bukan karena dia ditolak menjadi teman oleh kupu-kupu tetapi karena kata-kata kupu-kupu yang menghinakandirinya.

Sepeninggal Siput, Kupu-kupu segera membersihkan dirinya. Dia tak mau ada penduduk hutan itu yang tahu dirinya tampil tidak sempurna dengan sayap yang kotor. Apa jadinya kalau dia tampil dengan sayap yang kotor dan berdebu.

Kekesalannyamasihmenguasaidirinya. Sesekalidiamengomelsendiri.

“Ada apaKupu-kupu? Dari tadisayalihatkamukokngomeeelterus. Nggakbaiklohpagi-pagisudahmarah-marah. Nanticepattua,” sapaMerpatiPutih.

“Eh, kamu. Nggakapa-apakok. Cumakesalsajasamasiput.

“Siput? Memangkenapadia?” Tanya merpatiingintahu.

“lendirnya yang menjijikantelahmembuatakuterpelesetdanjatuh. Kotor dehsayapku,” terangKupu-kupu.

“Oh…” gumamMerpatipendek.

“KokCuma oh?” kata kupu-kupukesal.

“Loh, memangnyaaku harus bilangapa? Akupikiradamasalahserius, taktahunyacumaterpeleset,” terangMerpati.

“Inijugamasalahserius, Mer. Masalahbesar,” kesalsuaraKupu-Kupu.

“Kamuhanyaterpelesatdanitukamuanggapsebagaimasalahbesar? Yang benarsaja,” belaMerpati.

“Bagaimanabukanmasalahbesar, badankusakitdansayapkujadikotor, tahu….” Bela Kupu-Kupu.

“Sayapmu, akulihatbaik-baiksaja. Masihbersih,” kata Merpati sambal mengamatisayapkupu-kupu.

“Iyasekarangbersih, tadi? Kotor tahu!”

“Tapisekarangkantidak. Artinyajatuhnyakamubukanmasalahbesardantidakperludibesar-besarkan.

“Sudah...! sudah...! kamu tak perlu menggurui aku. Aku tahu, Kamu iri dengan keindahanku. Bahkan kamu mungkin berharap agar sayapku patah bukan sekadar kotor seperti sekarang ini,” Kupu-kupu memojokkan Merpati.

“Kupu.... bukan...!”

“Cukup bicaramu, Merpati. Aku tahu niat busukmu itu. Kamu ingin aku memaafkan Siput dan berteman dengan siput kan? Dengan demikian aku bisa sering terjatuh dan nanti sayapku jadi rusak atau bahkan patah. Saat sayapku rusak, lalu kamu menjadi hewan paling cantik di hutan ini kan?” tuding Kupu-Kupu dengan kemarahan yang semakin memuncak.

“itu sama sekali tidak pernah aku pikirkan,” bela Merpati.

“Alah.... jangan sok baik kamu Merpati. Kamu berpura-pura baik demi niat busukmu menjadi yang paling cantik di hutan ini,” tuduh kupu-kupu keji.

“Demi Tuhan, aku tak ada niat sejahat itu,”

“Aku tak percaya!”

“Bagaimana caranya agar kamu bisa percaya dengan ucapanku itu?” tanya Merpati.

“Bersumpah?”

“Bersumpah bagaimana maksud kamu?”

“Kamu harus melakukan sumpah di atas batu suci dengan disaksikan oleh seluruh penduduk hutan ini. Jika sumpahmu bohong maka bulu-bulumu yang putih akan rontok dan kamu tidak akan memiliki bulu lagi.

“Baiklah. Bukan hanya aku yang tidak punya bulu, tetapi anak keturunanku juga tidak akan punya bulu jika apa yang aku katakan tadi dusta. Tapi....”

“Tapi apa...?” tanya Kupu.

“Tapi, jika aku berkata benar, maka keturunan kamu tidak akan memiliki keindahan sepertimu sekarang,” tantang Merpati.

“Tidak bisa. Aku tidak mau,” tolak kupu-kupu.

“Paling tidak untuk memiliki keindahan sepertimu sekarang, keturunanmu harus merasakan dulu penderitaan dihina oleh makhluk lain. Bagaimana?” tantang Merpati.

“Tidak mau,” tolak kupu-kupu.

“Loh, kalau kamu tidak mau. Aku pun tidak akan mau bersumpah seperti yang kau inginkan,” terang Merpati.

Kupu-kupu terdiam. Dia sangat yakin bahwa Merpati memeiliki niat jahat terhadap dirinya. Kupu-kupu yakin tantangan yang diberikannya itu hanya merupakan cara agar dia tidak mengucapkan sumpah di atas batu suci. Dengan demikian dia akan selamat dari kutukan sumpahnya sendiri.

Kupu-kupu mengangguk mengerti siasat licik Merpati. Dia terima saja tantangan Merpati. Rasanya dia tak sabar lagi melihat Merpati yang menjadi saingannya menjadi gundul tanpa bulu. Kupu-kupu tersenyum penuh kemenangan.

“Baiklah, aku terima tantanganmu,” jawab kupu-kupu tegas.

“Kamu yakin akan melakukan itu, Kupu-kupu?” tanya Merpati tidak percaya.

“Kamu takut kan karena apa yang aku katakan benar adanya?” kupu-kupu semakin yakin bahwa Merpati memiliki niat jahat terhadap dirinya.

 

Merpati dan kupu-kupu melakukan sumpah di batu ajaib

 

Mereka pergi menuju tempat batu suci berada. Penduduk hutan telah berkumpul mendengar panggilan gajah yang menjadi saksi sumpah yang akan Merpati lakukan.

Merpati dan Kupu-kupu telah berdiri di atas batu suci. Mereka sangat yakin bahwa mereka akan selamat dari sumpah yang akan mereka ucapkan tersebut.

“Hadirin, hari ini kita akan menyaksikan sumpah yang akan disampaikan oleh Merpati dan Kupu-Kupu. Kupu-kupu telah menuduh merpati memiliki niat jahat terhadap dirinya. Sementara itu Merpati merasa tak ada sedikit pun niat jahat terhadap kupu-kupu. Jika Merpati berbohong, maka dia dan keturunannya tidak akan memiliki bulu lagi. Namun jika di benar, keturunan kupu-kupu harus berjuang dengan susah payah dan terhina untuk dapat memiliki keindahan sayapnya.” Jelas gajah pada penghuni hutan.

Semua terdiam. Ada kecemasan yang mencekam pada seluruh penduduk hutan.

“ikuti kata-kataku Hai Merpati dan Kupu-Kupu” perintah Gajah.

“Baik,”

“Aku bersumpah.”

“Aku bersumpah,” Merpati dan Kupu-kupu mengikuti.

“Semua yang aku katakan adalah benar. Jika aku berbohong, maka aku akan menerima akibat seperti yang telah disepakati.”

Merpati dan Kupu-kupu mengikuti sumpah yang disampaikan oleh gajah sampai selesai.

Tiba-tiba batu suci tersebut bergetar dahsyat. Terdengar suara “Kraaaak” seperti batu yang terbelah. Batu mengeluarkan asap putih. Semakin lama semakin tebal. Merpati dan kupu-kupu yang berada di atas batu tertutup oleh asap putih yang tebal tersebut.

Asap semakin tebal. Berputar perlahan. Semakin lama putaran tersebut semakin kencang. Merpati dan kupu-kupu tidak terlihat lagi.

Penonton terdiam menahan napas. Mereka tak tahu apa yang akan terjadi dengan Merpati dan Kupu-kupu.

Tak lama kemudian asap tebal hilang. Kupu-kupu dan Merpati masih berada di atas batu suci. Mereka baik-baik saja. Seakan tak pernah terjadi apa-apa. Siapa yang salah tak ada yang tahu.Penduduk hutan membubarkan diri.

Hari berganti hari. Penduduk hutan masih belum tahu hasil dari sumpah yang dilakukan oleh Merpati dan Kupu-kupu. Sampai pada suatu saat mereka dikejutkan oleh suara tangisan yang menyanyat hati. Tangisan kesedihan dari kupu-kupu.

Semua mendatangi kediaman kupu-kupu. Ternyata kupu-kupu baru melahirkan anaknya. Tapi mereka terkejut. Ternyata yang dilahirkan kupu-kupu bukanlah bayi kupu-kupu yang lucu dan imut, tetapi sebutir telur yang lengket. Telur-telur itu kemudian terbelah dan menjadi suatu makhluk yang menjijikan. Makhluk seperti monster dengan gigi dan duri tajam. Dialah ulat bulu, sang anak kupu-kupu.

Penduduk hutan mengerti sudah. Ternyata Merpati benar. Dia tak punya niat jahat terhadap orang lain.

Kupu-kupu menyesali kelakuannya. Keangkuhan, kesombongan, dan prasangka buruk telah menyengsarakan dirinya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Semua sudah terjadi. Dia harus mengubah sifat menjadi lebih santun dan baik agar anak-anaknya kelak memiliki kesempatan mendapatkan keindahan yang sejati.

Kupu-kupu harus mengajarkan pada anaknya, sang ulat bulu, agar kerakusannya dia hentikan dan segera dia bertapa untuk mendapatkan ujudnya yang sebenarnya. Kesombongan dan kedengkian kupu-kupu harus ia tebus dengan pengorbanan yang sangat berat.


READ MORE - PENYESALAN KUPU-KUPU

Kamis, 04 Juni 2020

TANDA CINTA BUAT EMAK



Mengenang Ibundaku tercinta. Terima kasih, engkau telah memberikan aku sesuatu yang berharga untuk bisa mengerti dunia dan mensyukurinya. Beristirahatlah dengan tenang Bunda. Doa-doa kami akan menemanimu setiap helaan nafas. Semoga.

( OLEH : FARICHIN )

 Mak, aku tak tahu, apakah aku harus menangis atau tersenyum, melihat engkau terbujur dingin. Nyawa yang selama ini mengaitkan engkau antara dunia fana dan hidup abadi, kini telah sirna. Tubuh kurusmu begitu ringkih menahan beban hidup yang begitu menyakitkan. Tubuhmu akhirnya harus merelakan nyawa satu-satunya yang engkau miliki kembali ke haribaan sang khalik. Mak, mungkinkah engkau merasa lega dengan jemputan malaikat maut yang baru saja engkau terima? Kulihat engkau tersenyum begitu manisnya. Tak secuil pun gambar kesakitan dan ketakutan tergores di pipimu yang keriput. Keikhlasan begitu tergambar dari senyummu yang begitu damai menghadapi sang maut. Dan senyum itu tak pernah aku lihat sepanjang engkau hidup bersamaku, Mak. Aku yakin engkau akan bertemu Tuhan dengan pertemuan yang begitu syahdu. Yah, mungkin perjalanan abadimu kini lebih berarti tinimbang terus menyaksikan hidup yang serba tak menentu.

            Mak, manakala kutatap wajahmu yang semakin dingin itu, ada rasa yang entah. Rasa kosong dan hampa yang tiba-tiba menekan dada, nafas, dan otakku. Aku tak tahu, Mak. Mengapa aku tidak menangis seperti layaknya orang-orang yang ditinggal mati oleh kerabatnya. Aku hanya bisa terpaku bisu. Air mata terasa begitu kering. Yang ada hanya duka diri kehilangan orang yang biasa diajak berbagi. Kehilangan orang yang sering menyadarkan aku kala kekufuran menyergap diri.tapi, bukankah tangisku juga tak kan mengubah apa yang telah terjadi. Aku tak ingin menyusahkanmu lagi dengan isak tangis yang hanya basa-basi.

 Masih terbayang jelas dalam benakku ,Mak ketika kau tiba-tiba jatuh sakit. Disentri telah menyerangmu. Penyakit itu memang penyakit kampungan kata orang-orang, tapi penyakit itu juga yang mampu menjadi sarana engkau pergi untuk selamanya. Engkau kesakitan dengan sakit yang teramat sangat. Aku tahu itu dari raut mukamu yang sulit dilukiskan, meskipun engkau berusaha untuk menyembunyikan sakit itu dariku. Mak, engkau memang perempuan luar biasa. Tak pernah sekalipun engkau mengatakan sakit  meskipun akhirnya engkau kalah oleh sakit itu. Engkau nikmati semua derita yang menimpa dengan kenikmatan yang sebenarnya.

            Maaf, Mak. Kalau saat itu aku tak dapat membawamu berobat ke dokter, tabib, atau dukun. Engkau pasti tahu betul karena untuk berobat ke sana juga butuh biaya. Sementara penghasilanku dengan mengumpulkan rongsokan tak pernah bisa lebih dari lima ribu perak sehari. Itupun kalau aku sedang beruntung memperoleh barang-barang bekas. Maafkan anakmu,Mak, kalau aku hanya bisa membelikanmu pil disentri seharga enam ribu perak sebutir. Itupun dengan pengorbanan cucu dan menantumu. Mereka terpaksa puasa, Mak, agar aku dapat membelikan pil itu untukmu. Namun panggilan Tuhan ternyata lebih dulu menjemputmu daripada usahaku membeli pil itu di kota kecamatan. Pil itu kini masih aku genggam, tapi sudah tak berguna lagi untukmu. Engkau sudah tak memerlukannya lagi kan,Mak. Tapi tak mengapa, semoga sebutir pil ini bisa menunjukkan tanda baktiku padamu. Ya, hanya itulah yang bisa aku berikan padamu,Mak.

            Mak, maafkan aku. Sebagai anak aku mungkin tak bisa membahagiakanmu di dunia. Selama engkau tinggal bersamaku, tak sekalipun engkau kuberikan kebahagiaan. Kekurangan adalah sahabat kita. Kalau dalam sehari kita tidak merasa kekurangan rasanya kok aneh. Kita memang orang yang hebat,Mak. Kita cukup makan sekali dalam sehari sementara orang-orang harus tiga kali. Kita juga bisa bertahan hidup tanpa listrik, televisi, atau hiburan lain sementara orang ribut kalau benda-benda itu tidak tersedia di rumah-rumah mereka. Tapi kita tak pernah bersedih dan berduka.  Itu   anjuranmu kan, Mak. Masih jelas dalam kepalaku engkau pernah berkata

“Nardi, jadi orang itu harus sabar, menerima dengan syukur. Tidak usah iri dengan rejeki tetangga. Kita boleh saja tidak punya apa-apa, tapi jangan harga diri kita engkau gadaikan untuk keperluan dunia” begitu katamu, Mak sambil menjemur gaplek di depan gubuk kita.

Aku juga masih ingat saat engkau memarahiku saat aku mencoba protes kepada kepala desa karena kita tidak terdaftar sebagai penerima BLT.

“Nardi, gak usah minta-minta sumbangan kepada orang. Jangan sekali-kali kamu berharap pada orang. Ingat, Nardi, kita sudah miskin, tapi jangan lantas kita merasa tidak punya apa-apa. kita masih  punya harga diri, akankah engkau gadaikan harga dirimu itu dengan uang seratus ribu perbulan? Malu Nar,malu. Emakmu malu kalau anaknya harus ribut untuk menjadi pengemis pada pemerintah.” begitu katamu saat itu. Kemarahan dan kedukaan tergambar jelas dalam raut mukamu yang kelam.

“tapi ,Mak kita tidak makan dengan harga diri. Yang kita makan nasi, dan untuk nasi kita butuh uang. Bukankah BLT itu diperuntukan untuk orang-orang miskin,Mak? Kita ini miskin, bahkan barangkali termiskin sekecamatan. Tapi mengapa kita tidak menerima bantuan itu. Apa mereka buta? Atau kita dianggap tidak ada?” protesku mendengar nasihatmu.

“Jangan suka menghina diri sendiri Nardi. Kita memang miskin, tapi kita masih bisa bekerja. Kalau butuh uang ya  usaha.Bukan memint-minta yang bukan jatah kita” lanjutmu untuk mencegah langkahku saat itu. Gaplek yang saat itu sedang kau jemur, terus tergenggam erat di tangan. Gemetar tanganmu menahan gejolak dalam dadamu saat itu.

“Mak, keluarga pak lurah yang sudah mampu saja mendapatkan BLT, mengapa kita yang kesusahan malah tidak dapat,Mak. Itu namanya tidak adil” kataku mulai melemah melihat amarahmu yang terpendam.

“Nardi, kalau kamu mengharap keadilan di dunia ini, sama saja kamu berharap dimasukkan kembali ke perut emakmu. Apakah itu mungkin?” Katamu ,Mak sambil tertatih meninggalkanku sendiri.

Aku terhenyak mendenga perkataanmu. Aku tersadar, betapa aku telah keliru mengharap pada manusia. Maaf ,Mak kalau saat itu aku terus membantah perkataanmu.

                                                            ☻☺☻☺☻

 

Mak, maaf. Kalau sejak engkau menghembuskan nafasmu yang terakhir, baru ada dua orang yang datang. Jangan bersedih ,Mak. Mungkin mereka sibuk urusan dunia mereka atau mereka khawatir gubuk kita akan penuh sesak dan akhirnya roboh apabila mereka datang. Mereka telah berbaik hati untuk tidak membuat gubuk kita roboh. Lagi pula apa yang dapat mereka peroleh dari kta ya, Mak?

            Mak sabar ya, untuk segera berangkat ke alam keabadianmu. Aku masih menunggu satu orang lagi untuk dimintai pertolongan mengangkatkan keranda jenazahmu. Mudah-mudahan mereka mau ya, Mak. Tapi kalaupun mereka tidak mau, mak aku pun sanggup menggendongmu ke kuburan seorang diri. Toh berat tubuhmu tidak terlalu berat dan juga kuburan untukmu yang telah aku siapkan juga tidak jauh dari gubuk kita.

O, iya maaf ,Mak. Kuburanmu terpaksa tidak di pemakaman umum. Uangku tidak cukup lagi untuk membayar ongkos penguburan di pemakaman umum. uangku sudah habis buat membeli pil seharga enam ribu rupiah sebutir yang kini berada di kantong kolorku dan secarik kain kafan kasar untuk pakaian terakhirmu. Tak ada biaya lagi untuk menguburkanmu di tanah pemakaman umum karena untuk menguburkan di situ harus mengeluarkan beberapa ratus ribu rupiah. Kalau aku punya uang sebanyak itu Mak tentunya aku tak cuma membelikanmu pil disentri yang seharga enam ribu perak tapi aku pasti akan membawamu berobat ke mantri atau dokter sehingga engkau pun mungkin dapat tertolong. Dunia  memang aneh, Mak sampai-sampai untuk mati saja harus jadi orang kaya. Lah, kita yang miskin memang harusnya tidak dilahirkan ya, Mak. Tapi mengapa Tuhan menciptakan orang miskin seperti kita?  Berarti kita sebenarnya ada manfaatnya juga di dunia. Ah, bodo amat lah, dengan orang lain yang menganggap kita tak berarti. Yang penting Tuhan menganggap kita berarti.

Mak, Kuburanmu aku buatkan di samping gubuk kita, di tempat biasa engkau mengupas singkong yang akan engkau buat menjadi gaplek. Mudah-mudahan engkau senang. Bukankah tempat itu tidak asing lagi buatmu, Mak? Ambil hikmahnya saja ya,Mak. Dengan kuburanmu yang dekat dengan rumah, aku bisa kapan saja berkunjung ke rumahmu yang baru. Aku yakin, rumahmu yang baru akan lebih besar daripada gubuk kita. Lebih luas dan lebih indah. Bukankah begitu, Mak kata pak ustad yang sering mengisi pengajian di masjid, meskipun kita hanya mendengar dari balik tembok keliling masjid yang kokoh itu. Meskipun yang tampak hanya sepetak tanah yang ditanami berbagai macam palawija tanamanmu. Singkong, ketela rambat, talas, bayam, dan cabai yang kautanam masih tetap kubiarkan agar engkau tidak merasa asing. Lagipula itu adalah warisanmu yang harus selalu kurawat demi kesejahteraan anak dan cucumu.

Hari semakin sore, mendung begitu tebal menyelimuti angkasa. Hujan belum turun, hanya sesekali kilat di langit atas menampakkan cahaya. Pelayat yang telah datang, Paijo dan Karmin, sudah pulang. Tak ada lagi orang yang datang untuk membantu menguburkan mak Pariyem. Mayat mak Pariyem sudah dimandikan oleh Nardi anak semata wayangnya dibantu oleh istri dan anaknya yang drop out dari kelas lima sekolah dasar. Alam tampak bersedih. Angin semilir seolah mengajak Nardi anaknya untuk segera menguburkan mayat ibunya. Orang-orang kampung sudah tidak dapat diandalkan. Mereka lebih tertarik berbicara tentang politik, uang, dan apa yang akan mereka peroleh dari tenaga yang mereka keluarkan.

Dengan khusuk Nardi memimpin sholat mayat untuk emaknya diikuti lastri, istrinya, dan Jamal ,anaknya, dengan bacaan sebisanya. Dia memang tak pernah belajar agama secara khusus. Guru agamanya hanyalah bapaknya dan ibunya yang semuanya kini sudah tiada. Sesekali memang Nardi mengikuti pengajian di masjid tetapi hanya di balik masjid. Dia sadar betul tubuh dan bajunya yang kotor tak layak untuk masuk ke masjid yang suci itu. Di samping itu, trauma masa kecilnya diusir dari masjid oleh pak ustad saat ia kecil gara-gara ia mau belajar sholat tetapi badan kotor dan bau cukup membuatnya jera untuk masuk rumah Tuhan yang suci itu. Ia tak mendendam. Kesadaran akan dirinyalah yang akhirnya menguasai hari-harinya untuk jauh dari tempat suci itu. Sebagai seorang muslim, nardi paham betul bahwa mengurus jenazah merupakan fardu kifayah dimana apabila sudah ada satu orang yang mengurusnya maka gugurlah kewajiban bagi muslim yang lainnya. Kini dia hanya ingin menggugurkan kewajiban muslim di sekitar rumahnya. Dia juga malu apabila nanti arwah ibunya bertemu malaikat dan ditanya tentang saudara muslimnya. Apa yang harus emak katakan? Memang kami menganganggap semua muslim adalah saudara kami, tapi apakah mereka mau mengakui kami sebagai saudara mereka.

Diangkatnya tubuh ringkih emaknya yang sudah tak bernyawa dari keranda bambu buatannya sendiri. Nardi masih kuat untuk mengangkat tubuh ibunya yang hanya memiliki berat tiga puluh kilogram. Dilangkahkannya kakinya pelan. Tubuh ibunya terasa begitu melekat pada tubuhnya yang semakin lemah karena puasa. Pelan tapi pasti. Tiba-tiba ada rasa haru yang menyergap relung hatinya. Dadanya penuh dengan rasa itu. Mata mulai memanas, dan akhirnya sebulir kristal air matanya turun berlahan melewati kelopak mata dan meluncur melalui pipinya yang hitam. Butir air mata itu terus meluncur dan berhenti di dagunya yang kasar. Ingin ia mengusap butir air itu, tapi ia tak memiliki kekuasan. Tangannya tengah sibuk menggendong tubuh emaknya. Dalam hatinya Nardi berdoa, “ya, Tuhan. Jangan biarkan air mata ku jatuh di kain kafan emakku. Biarkan kain itu bersih karena kain itu merupakan kain satu-satunya yang akan emakku pakai untuk menghadap-Mu.” Lalu diusapkan janggutnya pada lengan kanannya untuk menghilangkan air mata Nardi sambil terus berjalan menuju pemakaman untuk emaknya di belakang gubuk reyot mereka. Nardi berhenti sesaat. Diamatinya tubuh emaknya dalam gendongannya, memastikan air matanya tak mengotori kain kafan emaknya. Setelah diyakininya betul kain kafan emaknya masih seperti semula, ia melanjutkan perjalanannya ke makam ibunya yang tinggal beberapa langkah.

Sampailah rombongan pengantar jenazah itu sampai di makam ibunya. Ditatapnya lubang kubur untuk ibunya yang telah ia gali tadi pagi. Nardi tercenung sesaat. Siapa nanti yang akan turun di bawah lubang kubur dan siap pula yang akan memegangkan jenazah emaknya.Betapa akan tertolongnya dia apabila kang paijo atau kang Karmin masih di sini, bisik hati Nardi. Namun, segera ditepisnya pikiran itu jauh-jauh. Maaf , Mak aku telah mengeluh meski dalam hati. Engkau pasti tidak suka kalau eku mengeluh, apalagi saat mengantarkanmu untuk terakhir kalinya. Dipanggilnya istri dan anaknya untuk membopong jenazah emaknya, kemudian Nardi segera turun masuk ke lubang kubur emaknya. Beberapa saat kemudian selesailah prosesi pemakaman sederhana seorang perempuan sederhan dengan pola pikir sederhan dan acara sederhana. Nardi dan keluarganya segera meninggalkan kuburan emaknya. “Selamat jalan, Mak. Hidupmu kini lebih indah dari hidupmu yang lalu. Sampaikan rindu kami untuk menyusulmu pada, Tuhan agar kami bisa bertemu dengan keadilan yang hakiki”


READ MORE - TANDA CINTA BUAT EMAK

Selasa, 17 Juli 2018

SIMBIOSIS YANG MENYENANGKAN

Cerita Oleh : Farichin


Kalian senang memelihara ikan? Ya, ikan apa saja. Bisa ikan hias ataupun ikan konsumsi. Kalau kamu memelihara ikan, ada informasi penting nih buat kalian. Informasi penting apa yah?

Informasi penting tersebut berkenaan dengan simbiosis yang menyenangkan. Apa sih maksud dari simbiosis yang menyenangkan? Eiiit, sabar yah. Berikut penjelasannya.

Bagi kamu yang memeilihara ikan, tentunya kamu sering mengganti air sebagai tempat hidup ikan tersebut kan. Penggantian bisa dilakukan seminggu sekali atau sepuluh hari sekali. Pernahkah kalian berpikir, berapa jumlah air yang dibuang percuma itu?

Jumlah air yang terbuang tergantung dari tempat kita memelihara ikan tersebut. Kalau pemeliharaan ikan di dalam akuarium, mungkin hanya beberapa gallon air yang terbuang setiap kali kita mengganti air. Namun kalau ikan dipelihara di kolam tentunya akan lebih banyak air yang terbuang percuma.

Apakah di kolam ikan air harus diganti? Yah… ganti atau tidaknya air di kolam ikan bergantung dari jenis ikan yang dipelihara. Kalau ikan hias atau ikan konsumsi yang suka air jernih seperti gurame, mas, atau nila tentunya air harus rutin diganti. Kalau tidak diganti, air akan menjadi keruh dan ikan tidak terlihat lagi. Bukan hanya itu, keruhnya air juga dapat berakibat kematian ikan peliharaan kita itu.

Apalagi jika kolam ikan yang kita miliki berada di tempat terbuka di luar rumah. Tempat terbuka memungkinkan air kolam terkena sinar matahari langsung. Di samping itu, air hujan pun akan dapat mengisi kolam saat turun. Kedua hal tersebut sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan lumut. Yah, lumut itulah yang akan membuat air menjadi keruh sehingga kolam tak cantik lagi.

Kondisi itulah, mengapa pada tulisan ini akan dijelaskan bagaimana membuat simbiosis yang menyenangkan. Simbiosis ini dilakukan dengan cara memanfaatkan air kolam sebagai sumber nutrisi untuk tanaman. Praktik seperti ini, biasanya disebut sebagai aquaponik. Aquaponik, apalagi itu?

Aquaponik adalah cara menanam tanpa menggunakan tanah. Untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman itu digunakan air yang berasal dari kolam atau akuarium dengan ikan di dalamnya. Bukankah ikan setiap hari membuang kotoran? Nah, kotoran itulah yang kita manfaatkan sebagai sumber makanan bagi tanaman sebagai pupuk.

Bagaimana proses aquaponik. Untuk lebih jelas tentang aquaponik, berikut ini proses daur aquaponik.

Ikan dalam kolam atau aquarium setiap hari mengeluarkan kotoran. Kotoran tersebut jika dibiarkan akan menjadi racun bagi ikan. Untuk itu air disedot agar kotorannya terbawa. Air dari kolam atau akuarium ditempatkan di satu tempat penampungan yang telah diisi dengan tanaman. Tanaman tersebut melalui akar akan menyerap kotoran sebagai nutrisi. Air yang tersisa akan terbuang kembali menuju kolam atau akuarium dalam keadaan yang sudah bersih dan bebas kotoran. Ikan akan tumbuh dengan sehat dan tanaman pun akan tumbuh subur. Itulah proses daur aquaponik.

Tertarik untuk mempraktikkan di rumah. Gampang kok. Tidak perlu modal besar. Kita bisa memanfaatkan barang bekas di sekitar kita untuk menghemat. Dengan memanfaatkan barang bekas tersebut, ada dua lagi keuntungan. Yang pertama adalah mengurangi tumpukan rongsokan di rumah. Yang kedua kita bisa membuat aquaponik dengan modal kecil.

Dalam penjelasan ini, akan saya sampaikan dua model pembuatan aquaponik. Model pertama adalah aquaponik dalam akuarium. Model kedua adalah aquaponik dalam kolam ikan. Yuks, kita ikuti penjelasan tentang bagaimana membuat aquaponik yang diterapkan dalam akuarium.

Alat-alat yang perlu disediakan adalah:

1.    Akuarium dengan ikannya dan tentunya mesin filter air. Sudah ada kan? Kalau belum ada, berarti harus disediakan kalau kita akan membuat pola ini.

2.    Toples plastik bekas.

3.    Pisau kater. Kalau punya bor akan lebih baik lagi.

4.    Pipa paralon ukuran ½ Cm atau 2/3 cm. jangan terlalu besar yah. Kalau tidak punya paralon boleh kok diganti dengan selang air.

5.    Lem untuk paralon

6.    Arang atau kerikil

Sudah siap semua bahan? Kalau sudah mari kita mencoba merangkainya. Langkah-langkahnya adalah:

1.    buatlah lubang pada toples sebesar ukuran paralon. Satu di bagian atas, dan satu lagi di bagian bawah pada sisi sebaliknya. Usahakan lubang agak lebih kecil sedikit agar tidak bocor saat diisi air.

2.    Potong pipa paralon atau selang sepanjang kurang lebih 3 cm.

3.    Sambungkan beberapa toples dengan menggunakan pipa paralon atau selang sehingga terbentuk rangkaian zig-zag.

4.    Rekatkan dengan menggunakan lem di sepanjang lingkaran paralon dan dinding toples.

Wadah tempat penampungan air akuarium sudah selesai. Jika tempat memilihara ikannya ada dalam kolam, kita buat hal yang kurang lebih sama. Cuma mungkin ukurannya lebih besar. Wadah bisa dari kolam semen yang lebih kecil, paralon besar, ember cat, ataupun tempat lainnya yang kita temui.

Kita lanjutkan dengan membuat netpot. Apa itu netpot. Netpot adalah sejenis pot berongga tempat menanam tanaman. Secara umum netpot dapat kita beli di toko-toko pertanian dengan harga yang cukup murah. Namun kita juga bisa membuat sendiri loh dengan memanfaatkan gelas atau botol plastik bekas air mineral.  Coba lihat gambar berikut:


Bukankah fungsi dan bentuk netpot yang buatan pabrik dengan yang kita buat sendiri tidak berbeda? Kalau bisa buat sendiri, buat apa kita beli. Dengan membuat sendiri ada beberapa keuntungan. Yang pertama kita bisa berhemat sehingga uang bisa digunakan untuk membeli bahan yang lain. Yang kedua, dengan memanfaatkan gelas dan botol plsatik bekas, lingkungan kita jadi lebih bersih kan.

Bagaimana cara membuatnya? Berikut caranya: pertama siapkan bahan berupa botol atau gelas air mineral bekas. Untuk alat siapkan pisau atau cutter. Setelah bahan dan alat siap lakukan langkah berikut:

1.    Gelas atau botol bekas air mineral dibersihkan dan buang plastik segel yang ada.

2.    Potong botol setengahnya. Untuk gelas, tidak perlu dipotong yah.

3.    Buatlah  beberapa lubang di sisi bawah dan samping gelas atau botol plastik yang telah dipotong.

4.    Netpot siap dipakai

Sekarang perlengkapan membuat aquaponik sudah siap. Kini saatnya dirangkai. Untuk merangkai aquaponik pada akuarium tentunya akuarium diisi air dan ikan. Pasang pompa air akuarium. Arahkan buangan air tersebut ke arah wadah aquaponik. Proses daur ulang aquaponik sudah berfungsi. Tinggal kita beri tanaman.

            Jenis tanaman yang bisa ditanam dalam aquaponik adalah sayuran atupun beberapa jenis bunga. Yang pentingusahakan tanaman yang kita tanam bukan tanaman yang tumbuh tinggi. Loh kok bisa? Kalau tumbuh tinggi kan tanaman bisa roboh karena tidak ada media yang akan menahan tanaman.

            Bagaimana cara menanamnya? Gampang kok. Siapkan tanaman, netpot, dan busa. Kalau tidak ada busa kita bisa memakai kapas atau arang. Langkah yang dilakukan adalah:

1.    Ambil tanaman dari persemaian. Bersihkan akarnya dari tanah dengan mencelupkan ke dalam air,

2.    Agar tidak goyah atau roboh pangkal tanaman dibalut busa atau kapas. Jika tak memiliki busa atau kapas, berilah arang setelah tanaman dimasukkan ke dalam netpot.

3.    Masukkan tanaman ke dalam netpt. Pastikan akar tanaman keluar dari lubang di bawah netpot.

4.    Masukkan netpot ke dalam wadah penampungan air.

Nah, sudah selesai membuat aquaponik. Kini kita tinggal tunggu perkembangan tanaman. Semoga berhasil.



READ MORE - SIMBIOSIS YANG MENYENANGKAN

Rabu, 01 November 2017

PESTA CAHAYA YANG MERIAH




Sore itu, Mat Gaper dan beberapa teman regu kancil tengah tiduran setelah kecapaian. Ya, tadi seharian mereka mengikuti wide game alias mencari jejak dari pagi sampai pukul dua sore. Untungnya Mat Gaper cerdas sehingga, di saat regu yang lain tersesat mencari jalan kembali ke perkemahan, Mat Gaper dan teman-temannya dengan sigap dapat membaca peta dan menemukan jalan pulang dengan cepat. Padahal regunya diberangkatkan terakhir dalam kegiatan wide game karena terlambat berkumpul.

Sore itu, suasana perkemahan sudah ramai oleh peserta perkemahan yang tengah bermain memanfaatkan waktu istirahat. Beberapa anak masih asyik dengan kegiatannya duduk-duduk di dalam tenda sambil bernyanyi gembira. Ada juga yang lebihsenangtiduran di dalam tenda seperti anak-anak dari regu kancil. Tiba-tiba Arman, terbangun kaget.

“Ada apa man?” tanya Mat Gaper

“ Saya lupa, tadi kak Ahmad menginstruksikan bahwa nanti malam ada pesta cahaya. Jadi tenda kita harus dihias dengan lampu” jelas Arman tersengal.

“ Lalu....?” tukas Badrun

“ Lah apa kita sudah bawa lampunya?” jawab Arman balik bertanya.

“Dudi, Santo, Ali kamu bawa lampunya tidak?” tanya Mat Gaper sang ketua regu. Semua menggeleng merasa bersalah.

“Aduh bagaimana sih, kan kamu kemarin disuruh bawa lampu flip flop,” suara Arman meninggi.

“Aku kemarin kan sudah bilang kalau nggak punya lampu flip flop. Kamunya ngotot agar aku bawa lampu itu. Lalu aku mau bawa lampunya siapa? Jadi bukan salahku dong.” Bela Dudi.

“Sudah-sudah, gak usah bertengkar. Tenang saja lagi,” Lerai mat Gaper. “yang dibutuhkan berpikir, bukan adu mulut seperti itu.”

“Tenang bagaimana? Nanti regu kita dihukum lagi. Kamu mau?” Kata Arman sengit.

“ Lampunya tidak harus lampu listrik kan?” Tanya Mat Gaper pada Arman. Arman yang ditanya Cuma mengangguk. “Kalau begitu, kita buat pesta lampu pakai lilin saja. Kita gunakan barang-barang yang tidak dipakai sebagai tempatnya. Kemudian kita hias di sekeliling tenda dengan lampu lilin ini. Pasti beda dan lebih bagus,” Jelas Mat Gaper panjang lebar. “bagaimana teman-teman, setuju?”

“Setuju.....” Jawab mereka serentak.

“Nah, kalau setuju kita cari bahan-bahannya. Dudi, Santo, dan Ali kamu cari botol plastik atau kaleng bekas. Arman dan Lubab kamu bertugas membeli lilin tiga pak dan juga cat kaleng kecil dengan kuasnya. Oh ya jangan lupa lem bakar untuk menyambung botol. Badrun dan Hilman bertugas mencari batu kerikil. Yang lainnya bantu saya di tenda menyiapkan lokasi penempatan lampu.

“Siap Bos” jawab mereka serentak.

“ Laksanakan” Jawab Mat Gaper seperti komandan.

beberapa saat kemudian, mereka sudah berkumpul di tenda dengan membawa barang-barang yang dibutuhkan untuk membuat tempat lilin. Ada botol plastik beraneka warna, batu kerikil, dan cat minyak ukuran kecil.

“Ok, teman-teman, sekarang kita siap menyulap botol-botol bekas ini. Ikuti langkah berikut ya!” Mat Gaper menginstruksikan teman-temannya segera membuat tempat lilin.


Alat dan Bahan

1. Botol Bekas

2. Pisau atau cutter

3. lem tembak/lem bakar

4. amplas

Cara Membuat

1. Potong botol dengan posisi di bawah sedikit di bawah leher botol.

2. Rapikan potongan botol tersebut dengan amplas agar tidak terlalu tajam.

3. Ambil dua bagian kepala botol yang telah dipotong.

4. satukan kedua kepala botol tersebut secara berlawanan dengan menggunakan lem tembak.

5. Botol siap dipakai sebagai tempat lilin cantik. Lengkapi dengan kirikil warna atau pasir putih agar bisa tegak.


“ Hore.....” teriak lubab, “tempat lilinku sudah jadi”

“He Lubab, kita tidak cuma membuat satu tapi banyak,” jelas Arman

“iya, jadi jangan senang dulu. Masih banyak pekerjaan,” timpal Dudi ikut memojokkan Lubab.

“Ok, ok. Saya tahu kok,” bela Lubab sambil nyengir kuda.

“Bagian bawah botol ini buat apa Mat?” tanya Ali.

“Untuk bagian badan botol kita juga dapat memanfaatkannya untuk tempat lilin dengan bentuk yang berbeda. Dengan sedikit langkah kerja yang berbeda, kita dapat menghasilkan tempat lilin dengan bentuk yang lain pula.” Jelas Mat Gaper panjang lebar.

“Caranya?” tanya Ali masih dengan nada penasaran.

“Caranya, ikuti langkah berikut ini yah!”


Alat dan Bahan

1. Botol Bekas

2. Pisau atau cutter

3. lem tembak

4. amplas

Cara Membuat

1. Potong botol menjadi dua dengan posisi dari bagian bawah botol sekitar 10 cm.

2. Rapikan potongan botol tersebut dengan amplas agar tidak terlalu tajam.

3. cat bagian dalam botol jika menginginkan botol memiliki warna denga cara menuangkan cat kemudian putar-putar botol sampai cat merata.

4. Jika cat sudah merata tempatkan dengan posisi terbalik dan biarkan sampai kering.

5. Botol siap dipakai sebagai tempat lilin cantik.

6. Agar dapat berdiri stabil botol diisi dengan pasir berwarna atau batu kerikil berwarna


Anak-anak asyik dengan kegiatan membuat aneka macam tempat lilin dari botol plastik bekas. Dari kegiatan mereka terkumpul puluhan tempat lilin yang unik dan menarik. Kini saatnya mereka menempatkan tempat-tempat lilin untuk persiapan pesta cahaya nanti malam.

Untuk kaleng bekas, anak-anak membuat tempat lilinnya dengan melubangi bagian samping kaleng dengan berbagai pola. Kaleng kemudian dicat warna-warni. Jadilah lampion yang berpendar indah saat lilin dinyalakan. Pendar cahaya akan keluar dari dalam kaleng melalui celah-celah lubang yang telah kita buat.

Malam telah tiba. Satu persatu tenda sudah mulai menyalakan lampu hias mereka. Sebagian besar mereka menggunakan lampu flip-flop aneka warna. Tampak meriah sekali. Pesta cahaya sudah tampak menebarkan pesonanya. Di salah satu tenda tampak pendar cahaya lilin dengan wadah unik membentuk satu formasi yang indah. Ada yang diletakkan di atas tanah mengapit kanan kiri jalan dari gerbang tenda menuju pintu masuk. Ada pula pemasangan yang dikumpulkan beberapa tempat lilin dalam satu formasi naik turun.

Saat kakak pembina berkeliling, mereka terpesona dengan aneka lilin yang terpasang dalam tempat lilin aneka bentuk dan warna. Rasa syahdu dan damai jelas terasa di situ di antara nyala lilin yang bergerak-gerak tertiup angin malam yang menyapa.
READ MORE - PESTA CAHAYA YANG MERIAH

Senin, 28 Agustus 2017

ULASAN LAGU "KHUSNUL KHOTIMAH" KARYA OPICK DENGAN ARENSEMEN "ETA TERANGKANLAH"

Akhir-akhir ini kita sering mendengar lagu berjudul "Khusnul Khotimah" karya Opick yang dinyanyikan dengan cara berbeda. adanya enambahan kata "eta" di awal lirik dan dinyanyikan dengan nada dan tempo yang lain versi anak muda. Sekilas tampak adanya apresiasi positif dari para remaja yang menyanyikan kembali lagu bernuansa religi tersebut dengan cara dan gaya mereka. perhatikan lirik lagu tersebut berikut ini:

KHUSNUL KHOTIMAH

Terangkanlah, terangkanlah
jiwa yang berkabut langkah penuh dosa
bila masa telah tiada
kereta kencana datang tiba-tiba

air mata dalam duka
tak merubah ceritanya
hanya hening dan berjuta tanya
dalam resah dalam pasrah

terangkanlah, terangkanlah
hati yang mengeluh saat hilang arah
detik waktu yang memburu
detak yang tak pernah kembali padamu

terangilah, terangilah
bimbing kami dalam langkah
ampunilah, maafkanlah
dosa hidup sebelum di akhir masa

ya Alloh biha ya Alloh biha
ya Alloh bi khusnil khotimah
Ya Alloh biha ya Alloh  biha 
ya Alloh bi khusnil khotimah

Jika kita pahami dan hayati isi lagu tersebut, rasanya ada sesuatu yang menyesakkan dada dalam menghadapi hidup ini karena hidup ini pada hakikatnya menuju kematian. Waktu yang telah diberikan Alloh Robbil izzati akan berkurang detik demi detik tanpa kita sadari. Maka sudah selayaknya kita untuk bermohon pada Sang Maha Kuasa untuk selalu menuntut kita dalam menjalani hidup ini sehingga diharapkan akhir hayat kita khusnul Khotimah atau akhir yang baik.

Kematian merupakan sebuah keniscayaan. Kita tak perlu takut mati karena setakut apapun kita terhadap kematian, di akan datang juga di mana saja, dalam waktu dan tempat yang telah dinashkan Alloh. Tapi bukan berarti kita menantang mati, dengan melakukan tindakan yang sok hebat atau melecehkan sesuatu ajaran dan kebenaran Illahiyah.

kembali pada fenomena lagu Khusnul Khotimah yang dimodifikasi oleh para remaja kita, apakah pantas lagu bertema menjelang kematian dinyatnyikan di pinggir jalan atau bahkan di zebra cross saat lampu lalu lintas menyala merah. Apalagi menyanyikannya dengan cara joget-joget yang terkesan melecehkan hakikat isi dari lagu tersebut. rasanya kontradiktif, harapan khusnul khotimah yang terungkap dalam doa khusyuk kita  dinyanyikan dengan cara seolah menantang kematian itu sendiri.
yang lebih memrihatinkan adalah, fenomena tersebut menjadi viral dan diikuti oleh remaja lain.
Astaghfirullohal adzim.

ini video yang saya unduh dari youtube secara acak
silahkan diresapi sendiri


READ MORE - ULASAN LAGU "KHUSNUL KHOTIMAH" KARYA OPICK DENGAN ARENSEMEN "ETA TERANGKANLAH"

Rabu, 09 Agustus 2017

JEJAK SANG PROKLAMATOR MUHAMMAD HATTA


Muhammad Hatta
Sumber : Yahoo
Tahukah kalian nama presiden dan wakil presiden Indonesia yang pertama? Yap betul. Presiden Indonesia yang pertama adalah Ir. Soekarna dan wakilnya adalah Muhammad hatta. Beliau dijuluki sebagai Bapak Proklamator karena beliaulah yang menandatangai dan mengumumkan proklamsi kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pada kesempatan ini, kita akan menggali salah satu bapak proklamator kita itu. Kali ini kita akan belajar tentang Bapak Muhammad Hatta atau yang dikenal juga dengan Bung Hatta. Yuk, kita lihat cerita kehidupan beliau!
Mohammad Hatta lahir di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi, Sumatera Barat) pada tanggal 12 Agustus 1902. Nama asli beliau adalah Mohammad Athar.  Ayahnya bernama Muhammad Djamil dan ibu Siti Saleha. Mereka berasal dari Minangkabau. Di kota kecil yang indah inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Ayahnya merupakan keturunan ulama tarekat di Batuhampar, dekat Payakumbuh. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Hatta kecil adalah anak yang patuh terhadap orang tuanya. Sehingga apapun yang dikatakan orang tua akan dia turuti.
Mohammad Hatta pertama kali bersekolah di sekolah swasta. Setelah enam bulan, ia pindah ke sekolah rakyat. Namun, baru sampai kelas tiga ia pindah ke ELS di Padang sampai tahun 1913, kemudian melanjutkan ke MULO sampai tahun 1917.
Selain pengetahuan umum, ia telah ditempa ilmu-ilmu agama sejak kecil. Dengan semangat mencari ilmu ia belajar agama kepada beberapa orang guru seperti Muhammad Jamil Jambek, Abdullah Ahmad, dan beberapa ulama lainnya. Sehingga kehidupan beragamanya pun sangat bagus. Dia termasuk musik yang taat beribadah.
Pergerakan politik ia jalani dimulai sewaktu bersekolah di Belanda dari 1921-1932. Ia bersekolah di Handels Hogeschool. Selama bersekolah di sana, ia masuk organisasi sosial Indische Vereniging (Perhimpunan Indonesia atau disingkat PI). Organisasi ini  kemudian menjadi organisasi politik dengan adanya pengaruh Ki Hadjar Dewantara, Cipto Mangunkusumo, dan Douwes Dekker. Tujuannya adalah mewujudkan Indonesia merdeka.
Pada tahun 1926, ia menjadi pimpinan Perhimpunan Indonesia (PI). Sebagai akibatnya, ia terlambat menyelesaikan studi. Di bawah kepemimpinannya, PI lebih banyak memperhatikan perkembangan pergerakan di Indonesia.
Pada tahun 1927, ia mengikuti sidang "Liga Menentang Imperialisme, Penindasan Kolonial dan untuk Kemerdekaan Nasional" di Frankfurt. Dalam sidang ini, pihak komunis dan utusan dari Rusia nampak ingin menguasai sidang ini, sehingga Hatta tidak bisa percaya terhadap komunis.
Pada 25 September 1927, Hatta bersama Ali Sastroamidjojo, Nazir Datuk Pamuntjak, dan Madjid Djojohadiningrat ditangkap oleh penguasa Belanda atas tuduhan mengikuti partai terlarang yang dikait-kaitkan dengan PKI yang terlibat pemberontakan di Indonesia yang tahun 1926-1927. Di samping itu mereka juga dituduh menghasut supaya menentang Kerajaan Belanda. Akhirnya Moh. Hatta sendiri dihukum tiga tahun penjara.
Pada Desember 1931, para pengikut Hatta membuat gerakan tandingan yang disebut Gerakan Merdeka yang diberi nama Pendidikan Nasional Indonesia. Gerakan ini kemudian disebut PNI Baru. Ini mendorong Hatta dan Syahrir yang pada saat itu sedang bersekolah di Belanda untuk mempersiapkan kepemimpinan di sana. Oleh karenanya, Syahrir pulang untuk memimpin PNI. Hatta kembali pada 1932 setelah menyelesaikan pendidikan di Belanda. diharapkan Syahrir dapat melanjutkan studinya di Belanda.
Para pimpinan Partai Pendidikan Nasional Indonesia ditahan karena dianggap berbahaya. Mereka kemudian dibuang ke Boven Digoel. Sebelum dibuang, Di penjara Glodok, Hatta menulis buku berjudul Krisis Ekonomi dan Kapitalisme.
Dalam pembuangan, Hatta secara teratur menulis artikel-artikel. Di pembuangan Hatta membukukan tulisannya “Pengantar ke Jalan llmu dan Pengetahuan” dan “Alam Pikiran Yunani.” (empat jilid).
Setelah pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada Jepang pada tanggal 9 Maret 1942, Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta pada 22 Maret 1942. Ada hal yang menarik dari ucapan Hatta yaitu Ia mengatakan, “Indonesia terlepas dari penjajahan imperialisme Belanda. Oleh karena itu ia tak ingin menjadi jajahan kembali.” Atas dasar itulah dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI. Saat itu ditunjuk Soekarno sebagai Ketua dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Ketua.
Tanggal 16 Agustus 1945 malam, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mempersiapkan proklamasi dalam rapat di rumah Admiral Maeda. Soekarno meminta Hatta menyusun teks proklamasi yang ringkas dengan menuliskan kata-kata yang didiktekannya. 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Pada awal Agustus 1945, Panitia Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dengan Soekarno sebagai Ketua dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Ketua. Anggotanya terdiri dari wakil-wakil daerah di seluruh Indonesia, sembilan dari Pulau Jawa dan dua belas orang dari luar Pulau Jawa.


Bersama dengan anggota PPKI mempersiapkan kemerdekaan RI
(Sumber : Yahoo)
Pada tanggal 16 Agustus 1945 malam, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mempersiapkan proklamasi dalam rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia kecil yang terdiri dari 5 orang, yaitu Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti Malik memisahkan diri ke suatu ruangan untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan. Soekarno meminta Hatta menyusun teks proklamasi yang ringkas. Hatta menyarankan agar Soekarno yang menuliskan kata-kata yang didiktekannya. Setelah selesai Soekarni mengusulkan agar naskah proklamasi tersebut ditandatangi oleh dua orang saja, Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai perwakilan dari seluruh rakyat Indonesia. Semua yang hadir menyambut dengan bertepuk tangan riuh.

Tangal 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia, tepat pada jam 10.00 pagi di Jalan Pengangsaan Timur 56 Jakarta. Tanggal 18 Agustus 1945, Ir Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Drs. Mohammad Hatta diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia.
Itulah sekelumit perjalanan sang pahlawan Kita Bapak Muhammad Hata. Banyak ketauladanan yang dapat kita ambil dari perjalanan beliau. Menurut kalian, apa saja yang bisa kita teladani dari beliau. Yap, benar sekali jawabanmu. Kita bisa meneladani beliau dari beberapa hal seperti:
1.     kepatuhan terhadap orang tua. Anak yang patuh akan mendapatkan rdho dari orang tua. Bukankah Allah juga ridho kepada kita jika orang tua ridho.
2.     semangat menuntut ilmu. Beliau mau belajar semua ilmu baik ilmu agama maupun pengetahuan umum. Bahkan beliau sampai menuntut ilmu ke negeri Belanda.
3.      Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Beliau rela menunda sekolahnya demi cita-cita perjuangan mencapai Indonesia Merdeka.
4.     Bertanggung jawab dalam mengemban tugas yang diberikan kepadanya. Di samping itu jiwa pengabdian dan sifat amanah atau dapat dipercaya mengantarkan Muhammad Hatta menjadi pemimpin Perhimpuan Indonesia beberapa kali.
5.     tak putus asa. Beberapa kali dibuang, tetapi semangatnya tak pernah hilang. Bahkan semakin bergelora untuk mencapai cita-citanya.

6.     Hidup sederhana dan lemah lembut. Dalam kehidupan beliau selalu menampilkan sosok yang sederhana dalam segala hal. Beliau juga lemah lembut dengan teman sehingga banyak disukai oleh teman-temannya.
READ MORE - JEJAK SANG PROKLAMATOR MUHAMMAD HATTA