Minggu, 07 Juni 2020

FABEL DAN PENDIDIKAN KARAKTER

Oleh : Farichin

Di bagian depan, kita sudah berkenalan dengan genre cerita yang disebut fabel. Di situ pula kita sudah tahu tentang manfaat fabel dalam pendidikan karakter. Dengan fabel kita bisa menasihati, mengkritik, atau memberitahu kesalahan orang dengan cara halus. Dengan demikian diharapkan perilaku atau kita kenal dengan karakter akan menjadi lebih baik.

Fabel sebuah bacaan yang biasa diminati oleh anak-anak memiliki peran yang sangat strategis dalam pembentukan karakter. Tanpa disadari, anak-anak yang membaca fabel akan ditunjukkan suatu perbuatan itu salah atau benar. Mereka juga akan diajarkan bagaimana bersikap dalam bersosialisasi dengan lingkungan. Yang tak kalah pentingnya adalah melalui fabel mereka diajarkan bagaimana risiko yang akan diterima dengankesalahan yang dilakukan seseorang.

Tanggung jawab pendidikan karakter bukan hanya terletak pada guru, ustad, atau orang tua semata. Kita semua, orang-orang yang peduli terhadap pendidikan karakter memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan tersebut.

Kita tentunya sepakat, bahwa perkembangan karakter anak bangsa di zaman sekarang itu sungguh berat. Banyak gangguan dan godaan bagi generasi bangsa ini untuk memiliki karakter yang baik. Coba tengok anak-anak di sekitar kita. Mereka lebih suka gadget dengan game dan tontonan yang kurang mendidik. Lepas dari itu, mereka dihadirkan dengan televisi dengan sajian tontonan yang sering kali lolos sensor. Kekerasan, seksualitas, dan lain-lain secara terus menerus mendera pikiran mereka. Coba bayangkan, seseorang setiap detik setiap waktu terus disuguhi tontonan yang kurang baik, akhirnya muncullah karakter yang tidka baik tersebut dalam kehidupan mereka. Lebih parahnya lagi orang tiua kurang kontrol terhadap tindkan nak-anaknya terse but.

Mau anak-anak kiat seperti itu?

Hiiiiiiiiiiii, jangan sampai terjerumus seperti itu. Oleh karena itu, mari bersama-sama mengatasi permasalahan seperti itu.

Caranya?

Pendidikan karakter harus tertanam dalam berbagai level kehidupan. Karakter harus terinternalisasi dalam berbagai bidang kehidupan. Bukan hanya sekolah yang bertanggung jawab akan pembentukan karakter tapi semua orang memiliki tanggung jawab akan pembentukan karakter bangsa ini. Sehingga mulailah dari diri sendiri untuk memegang teguh nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur bangsa ini yang pada akhirnya kita memberikan tauladan kepada orang disekitar kita.

Untuk mewujudkan pendidikan karakter, diperlukan suatu metode yang tepat agar hasil yang diperoleh lebih optimal. Dalam pendidikan Islam dikenal beberapa metode pembentukan karakter . metode tersebut antara lain:

1.      Metode perumpamaan

Metode ini adalah penyajian bahan pembelajaran dengan mengangkat perumpamaan yang ada dalam al-Qur’an. Seperti kelemahan orang kafir yang diumpamakan dengan sarang laba-laba, dimana sarang laba-laba itu memang lemah sekali disentuh dengan lidipun dapat rusak. Metode ini, sesuai sekali dengan fabel. Perumpamaan dalam fabel yang dilambangkan melalui karakter binatang akan secara efektif mendidik para pembacanya.

2.      Metode keteladanan

Metode keteladanan, adalah memberikan teladan atau contoh yang baik kepada peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini harus dilakukan oleh orang tua, guru, dan orang-orang dewasa di sekitar anak tinggal. Kebiasaan orang tua yang baik akan secara berlahan mebawa anak-anak untuk mengikuti tindakan tersebut.

3.      Metode ibrah dan mau`izah

Metode Ibrah dan Mau’izah. Metode Ibrah adalah penyajian bahan pembelajaran yang bertujuan melatih daya nalar pembelajar dalam menangkap makna terselubung dari suatu pernyataan atau keadaan yang dihadirkan. Sedangkan metode Mau’izah adalah pemberian motivasi dengan menggunakan keuntungan dan kerugian dalam melakukan perbuatan. Dalam fabel metode ini dapat dilakukan dengan tanya jawab tentang pesan moral setelah anak-anak membaca fabel. Pada tingkat lanjut, anak pada umumnya akan dapat menangkap makna sebuah cerita secara sendiri.

4.      Metode Hiwar Qurani/Kitabi (metode dialog)

Metode dialog ini begitu menyadarkan kita akan kelemahan dan kekurangan. Dalam pendidikan kita perlu melakukan dialog untuk menegtahui perkembangan anak dan mengidentifikasi masalah-masalah yang mereka alami. Untuk itu orang tua harus memiliki sikap bersahabat, kasih sayang kepada anak-anak. Inti dari metode ini adalah hubungan harmonis antara anak-anak dan orang dewasa di sekitarnya.

5.      Metode Pembiasaan

Anak diajarkan untuk membiasakan berprilaku terpuji, giat belajar, bekerja keras, berrtanggung jawab atas setiap tugas yang telah diberikan.  Maka dari itu, jangan biarkan anak-anak melakukan kesalahan sekecil apapun. Sekecil apapun kesalahan akan berpotensi menjadikan kesalahan tersebut sebagai suatu kebiasaan. Maka dari itu, biasakanlah anak-anak dengan bacaan yang bermanfaat daripada mereka dibiasakan bermain game atau gadget.

6.      Metode Targib dan Tarhib

Metode ini dalam teori metode belajar modern dikenal dengan reward dan Punisment. Yaitu suatu metode dengan hadiah dan hukuman menjadi konsekuensi dari aktivitas belajar siswa, bila siswa dapat mencerminkan sikap yang baik maka ia berhak mendapatkan hadiah dan sebaliknya mendapatkan hukuman ketika ia tidak dapat dengan baik menjalankan tugasnya sebagai siswa. Metode reward dan punishment ini menjadi motivasi eksternal bagi siswa dalam proses belajar. Sebab, khususnya anak-anak dan remaja awal ketika disuguhkan hadiah untuk yang dapat belajar dengan baik dan ancaman bagi mereka yang tidak disiplin, mayoritas siswa termotivasi belajar dan bersikap disiplin. Hal ini bisa terjadi karena secara psikologi manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan mendapatkan balasan dari perbuatan baiknya.

            Lalu, apa saja pendidikan karakter yang perlu dikembangkan dalam diri seorang anak? Tentunya, banyak aspek dari pendidikan karakter tersebut. Yuk, bahas beberapa pendidikan karakter tersbut.

a.    Kereligiusan

Nilai religius berhubungan dengan ketuhanan atau keagamaan. Artinya segala pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/atau ajaran agamanya. Ingat, Tuhan Maha melihat. Dalam cerita fabel nilai-nilai religius ini dapat ditampilkan dengan adegan berdoa atau yang lainnya. Nilai-nilai ini cukup kuat digali pada materi yang terkait dengan sastra seperti fabel. Peran orang tua adalah mengaitkan isi cerita dengan kehidupan religi yang diharapkan muncul.

b.    Kejujuran

Nilai karakter jujur tercermin pada perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri dan pihak lain. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia nilai-nilai jujur dapat ditingkatkan melalui pemahaman dan pemaknaan teks sastra seperti fabel.

c.    Kecerdasan

Nilai kecerdasan tercermin pada Kemampuan seseorang dalam melakukan suatu tugas secara cermat, tepat, dan cepat. Kecerdasan diperlukan dalam analisis struktur isi cerita yang telag dibaca. Untuk itu diperlukan pendampingan oleh orang tua.

d.    Ketangguhan

Sikap dan perilaku pantang menyerah atau tidak pernah putus asa ketika menghadapi berbagai kesulitan. Dalam fabel, karakter ini dapat diambilkan dari isi ceritanya yang mencerminkan ketangguhan tokoh.

e.    Kedemokratisan

Nilai demokratis tercermin pada cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.  

f.     Kepedulian

Nilai karakter kepedulian merupakan sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya.

g.    Berpikir kreatif, dan inovatif

Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika untuk  menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari  apa yang telah dimiliki. Karakter kreatif pada anak dapat dikembangkan melalui anak diminta menceritakan kembali fabel yang telah dibaca dengan cara mereka.

h.     Tanggung jawab

Karakter tanggung jawab tercermin pada sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara dan Tuhan YME.

i.     Kedisiplinan 

Karakter disiplin tercermin dalam tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Karakter ini sangat terkait dengan karakter tanggung jawab.

 

j.     Percaya diri

Karakter percaya diri tercermin pada sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.

k.    Keingintahuan

Karakter ingin tahu tercermin pada sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

l.     Kesantunan

Karakter santun tercermin pada sifat yang halus dan baik  dari sudut pandang tata bahasa maupun tata perilakunya ke semua orang.

 

Kesemua karakter ini tidak dapat berkembang dengan sendirinya pada diri anak-anak. Oleh karena itu dibutuhkan bantuan dan bimbingan serta fasilitas yang mengondisikan perkembangan karakter tersebut. Itu semua merupakan tanggung jawab kita semua.

Kita semua?

Ya, kita semua. Orang tua, guru, dan juga masyarakat dewasa di lingkungan tempat tinggal anak. Ingat, luhurnya karakter mereka para generasi penerus negeri ini akan dapat menentukan kualitas dan kemajuan bangsa ini. Dan itu ada di tangan kita semua.

Oleh karena itu, yuk mulai sekarang kita memfasilitasi mereka agar dapat mengembangkan karakter luhur Indonesia. Jangan sampai menyesal. Penguasaan teknologi memang penting, tapi penguasaan tanpa karakter hanya akan merusak masa depan negeri kita tercinta, Indonesia.


READ MORE - FABEL DAN PENDIDIKAN KARAKTER

Sabtu, 06 Juni 2020

BRISBANE, JANTUNG KOTA DI QUEENSLAND

Oleh : Farichin


Mengunjungi Kota Brisbane bagi saya pribadi merupakan satu mimpi. Namun karena karunia Tuhan, mimpi berkunjung ke Brisbane tersebut menjadi satu kenyataan. Awal Maret 2019 kaki ini secara nyata menginjak bumi Brisbane, Queensland. Pagi menjelang menyambut kami di Bandara di Brisbane. 

Brisbane, ibu Kota negara bagian Queensland, Australia merupakan satu kota besar yang tertata indah dengan tetap memperhatikan keasrian dan keseimbangan lingkungan. Paling tidak itulah kesan pertama saya pribadi. Apalagi saat acara pertama adalah orientasi lingkungan dengan diajaknya kami di pusat kota Brisbane. Tempat yang dituju adal;ah area street market dan sekitarnya.

Bangunan megah dengan arsitektur klasik gaya gothik berjajar dengan rapi. Lalu lintas tampak tidak terlalu ramai karena sebagaian besar kendaraan umum masuk dalam jalur subway yang berada di bawah tanah. berjalan menyusuri kota Brisbane menjadi satu pengalaman yang sangat menakjubkan. Apalagi saat kami sampai pada jembatan Victoria yang membentang di Sungai Brisbane.

Sungai yang lebar namun tetap menampilkan keelokannya. Berhiaskan deretan gedung-gedung pencakar langit yang bayangannya terpendar dalam kejernihan air menambah eksotika jantung kota Brisbane. Pun beberapa fasilitas hiburan dan edukasi di sekitarnya menambah lengkap kota ini. Paling tidak ada ikon kota Brisbane di sebuah taman yang berupa deretan huruf-huruf bertuliskan BRISBANE. Di samping itu terdapat museum, Art center, atau artificial beach.

Berbicara tentang Brisbane, rasanya terlalu sederhana dengan kalimat dalam postingan ini. Kata-kata takkan mampu mewakili keindahan Brisbane dengan segala kelebihan yang ada. Berharap ada kesempatan bagus lagi untuk bisa berkunjung ke sana.

ber
READ MORE - BRISBANE, JANTUNG KOTA DI QUEENSLAND

Jumat, 05 Juni 2020

PENYESALAN KUPU-KUPU

Oleh: Farichin 

    D

i sebuah hutan, kupu-kupu sedang asyik mengagumi keindahan sayapnya. Dia tengah berkaca pada sebutir embun di atas sebuah daun. Permukaan embun yang jernih dengan kilauan sinar matahari semakin indah memantulkan bayangan kupu-kupu.

            “Ah, rasanya tak ada makhluk lain yang mampu menandingi keindahanku” gumam kupu-kupu pada bayangannya.

Kupu-kupu berputar-putar di depan cermin embun tersebut. Kadang tersenyum, memeringkan kepalanya, menjauhkan tubuh dari cermin kemudian mendekatinya lagi.

Saking asyiknya kupu-kupu berkaca mengagumi dirinya sendiri, dia tak menyadari seekor siput tanpa cangkang menghampirinya.

“kdubraaaak”

Kupu-kupu terpelesat dan jatuh ke tanah dengah keras. Lendir yang ditinggalkan oleh siput itu telah membuatnya jatuh dengan bebasnya. Sayapnya yang indah menjadi kotor.

Siput melihat Kagum pada Kupu-kupu

Siput kaget dan takut. Dia merasa telah membuat kupu-kupu jatuh. Dia ingin minta maaf, tapi melihat kemarahan kupu-kupu siput tak berani berkata-kata.

“Hai, Siput jelek dan menjijikkan. Apa yang kamu lakukan di sini? Gara-gara kamu, aku terjatuh tahu!” bentak kupu-kupu marah.

“Ma…maa… maafkan aku,” kata siput lirih.

“Apa, maaf katamu? Setelah kaubuat aku terjatuh dan sayapku yang indah ini kotor, kamu hanya minta maaf? Dasar tidak tahu diri!” bentak kupu semakin marah.

“T….tet…tetapi…aku tidak sengaja,” bela siput ketakutan.

“Ya, aku tahu kau tidak sengaja. Tapi badanmu yang jelek dan berlendir itulah yang menjadikan aku sepertiini.” Bentak kupu-kupu sambal menunjuk dengan jijik pada badan siput yang mengkilap karena lendir. “lagi pula kamu ngapain sih ke sini?”

“Aku ingin menjadi temanmu kupu-kupu. Agar aku bisa meniru keindahanmu,” kata siput ragu.

“jadi temanku….?”

“Iya,” Siput mengangguk

“ha…..ha…..ha…..” kupu-kupu tertawa mengejek. “Hai Siput, ngaca dong. Apakah kamu merasa pantas berteman denganku yang cantik dan anggun ini, Hah?”

Siput menggeleng pelan. Dia hanya mampu terdiam dan menunduk. Dia sangat malu dihina serupa ini. Untung tidak ada orang yang melihat.

Siput pergi meninggalkan kupu-kupu. Hatinya hancur. Bukan karena dia ditolak menjadi teman oleh kupu-kupu tetapi karena kata-kata kupu-kupu yang menghinakandirinya.

Sepeninggal Siput, Kupu-kupu segera membersihkan dirinya. Dia tak mau ada penduduk hutan itu yang tahu dirinya tampil tidak sempurna dengan sayap yang kotor. Apa jadinya kalau dia tampil dengan sayap yang kotor dan berdebu.

Kekesalannyamasihmenguasaidirinya. Sesekalidiamengomelsendiri.

“Ada apaKupu-kupu? Dari tadisayalihatkamukokngomeeelterus. Nggakbaiklohpagi-pagisudahmarah-marah. Nanticepattua,” sapaMerpatiPutih.

“Eh, kamu. Nggakapa-apakok. Cumakesalsajasamasiput.

“Siput? Memangkenapadia?” Tanya merpatiingintahu.

“lendirnya yang menjijikantelahmembuatakuterpelesetdanjatuh. Kotor dehsayapku,” terangKupu-kupu.

“Oh…” gumamMerpatipendek.

“KokCuma oh?” kata kupu-kupukesal.

“Loh, memangnyaaku harus bilangapa? Akupikiradamasalahserius, taktahunyacumaterpeleset,” terangMerpati.

“Inijugamasalahserius, Mer. Masalahbesar,” kesalsuaraKupu-Kupu.

“Kamuhanyaterpelesatdanitukamuanggapsebagaimasalahbesar? Yang benarsaja,” belaMerpati.

“Bagaimanabukanmasalahbesar, badankusakitdansayapkujadikotor, tahu….” Bela Kupu-Kupu.

“Sayapmu, akulihatbaik-baiksaja. Masihbersih,” kata Merpati sambal mengamatisayapkupu-kupu.

“Iyasekarangbersih, tadi? Kotor tahu!”

“Tapisekarangkantidak. Artinyajatuhnyakamubukanmasalahbesardantidakperludibesar-besarkan.

“Sudah...! sudah...! kamu tak perlu menggurui aku. Aku tahu, Kamu iri dengan keindahanku. Bahkan kamu mungkin berharap agar sayapku patah bukan sekadar kotor seperti sekarang ini,” Kupu-kupu memojokkan Merpati.

“Kupu.... bukan...!”

“Cukup bicaramu, Merpati. Aku tahu niat busukmu itu. Kamu ingin aku memaafkan Siput dan berteman dengan siput kan? Dengan demikian aku bisa sering terjatuh dan nanti sayapku jadi rusak atau bahkan patah. Saat sayapku rusak, lalu kamu menjadi hewan paling cantik di hutan ini kan?” tuding Kupu-Kupu dengan kemarahan yang semakin memuncak.

“itu sama sekali tidak pernah aku pikirkan,” bela Merpati.

“Alah.... jangan sok baik kamu Merpati. Kamu berpura-pura baik demi niat busukmu menjadi yang paling cantik di hutan ini,” tuduh kupu-kupu keji.

“Demi Tuhan, aku tak ada niat sejahat itu,”

“Aku tak percaya!”

“Bagaimana caranya agar kamu bisa percaya dengan ucapanku itu?” tanya Merpati.

“Bersumpah?”

“Bersumpah bagaimana maksud kamu?”

“Kamu harus melakukan sumpah di atas batu suci dengan disaksikan oleh seluruh penduduk hutan ini. Jika sumpahmu bohong maka bulu-bulumu yang putih akan rontok dan kamu tidak akan memiliki bulu lagi.

“Baiklah. Bukan hanya aku yang tidak punya bulu, tetapi anak keturunanku juga tidak akan punya bulu jika apa yang aku katakan tadi dusta. Tapi....”

“Tapi apa...?” tanya Kupu.

“Tapi, jika aku berkata benar, maka keturunan kamu tidak akan memiliki keindahan sepertimu sekarang,” tantang Merpati.

“Tidak bisa. Aku tidak mau,” tolak kupu-kupu.

“Paling tidak untuk memiliki keindahan sepertimu sekarang, keturunanmu harus merasakan dulu penderitaan dihina oleh makhluk lain. Bagaimana?” tantang Merpati.

“Tidak mau,” tolak kupu-kupu.

“Loh, kalau kamu tidak mau. Aku pun tidak akan mau bersumpah seperti yang kau inginkan,” terang Merpati.

Kupu-kupu terdiam. Dia sangat yakin bahwa Merpati memeiliki niat jahat terhadap dirinya. Kupu-kupu yakin tantangan yang diberikannya itu hanya merupakan cara agar dia tidak mengucapkan sumpah di atas batu suci. Dengan demikian dia akan selamat dari kutukan sumpahnya sendiri.

Kupu-kupu mengangguk mengerti siasat licik Merpati. Dia terima saja tantangan Merpati. Rasanya dia tak sabar lagi melihat Merpati yang menjadi saingannya menjadi gundul tanpa bulu. Kupu-kupu tersenyum penuh kemenangan.

“Baiklah, aku terima tantanganmu,” jawab kupu-kupu tegas.

“Kamu yakin akan melakukan itu, Kupu-kupu?” tanya Merpati tidak percaya.

“Kamu takut kan karena apa yang aku katakan benar adanya?” kupu-kupu semakin yakin bahwa Merpati memiliki niat jahat terhadap dirinya.

 

Merpati dan kupu-kupu melakukan sumpah di batu ajaib

 

Mereka pergi menuju tempat batu suci berada. Penduduk hutan telah berkumpul mendengar panggilan gajah yang menjadi saksi sumpah yang akan Merpati lakukan.

Merpati dan Kupu-kupu telah berdiri di atas batu suci. Mereka sangat yakin bahwa mereka akan selamat dari sumpah yang akan mereka ucapkan tersebut.

“Hadirin, hari ini kita akan menyaksikan sumpah yang akan disampaikan oleh Merpati dan Kupu-Kupu. Kupu-kupu telah menuduh merpati memiliki niat jahat terhadap dirinya. Sementara itu Merpati merasa tak ada sedikit pun niat jahat terhadap kupu-kupu. Jika Merpati berbohong, maka dia dan keturunannya tidak akan memiliki bulu lagi. Namun jika di benar, keturunan kupu-kupu harus berjuang dengan susah payah dan terhina untuk dapat memiliki keindahan sayapnya.” Jelas gajah pada penghuni hutan.

Semua terdiam. Ada kecemasan yang mencekam pada seluruh penduduk hutan.

“ikuti kata-kataku Hai Merpati dan Kupu-Kupu” perintah Gajah.

“Baik,”

“Aku bersumpah.”

“Aku bersumpah,” Merpati dan Kupu-kupu mengikuti.

“Semua yang aku katakan adalah benar. Jika aku berbohong, maka aku akan menerima akibat seperti yang telah disepakati.”

Merpati dan Kupu-kupu mengikuti sumpah yang disampaikan oleh gajah sampai selesai.

Tiba-tiba batu suci tersebut bergetar dahsyat. Terdengar suara “Kraaaak” seperti batu yang terbelah. Batu mengeluarkan asap putih. Semakin lama semakin tebal. Merpati dan kupu-kupu yang berada di atas batu tertutup oleh asap putih yang tebal tersebut.

Asap semakin tebal. Berputar perlahan. Semakin lama putaran tersebut semakin kencang. Merpati dan kupu-kupu tidak terlihat lagi.

Penonton terdiam menahan napas. Mereka tak tahu apa yang akan terjadi dengan Merpati dan Kupu-kupu.

Tak lama kemudian asap tebal hilang. Kupu-kupu dan Merpati masih berada di atas batu suci. Mereka baik-baik saja. Seakan tak pernah terjadi apa-apa. Siapa yang salah tak ada yang tahu.Penduduk hutan membubarkan diri.

Hari berganti hari. Penduduk hutan masih belum tahu hasil dari sumpah yang dilakukan oleh Merpati dan Kupu-kupu. Sampai pada suatu saat mereka dikejutkan oleh suara tangisan yang menyanyat hati. Tangisan kesedihan dari kupu-kupu.

Semua mendatangi kediaman kupu-kupu. Ternyata kupu-kupu baru melahirkan anaknya. Tapi mereka terkejut. Ternyata yang dilahirkan kupu-kupu bukanlah bayi kupu-kupu yang lucu dan imut, tetapi sebutir telur yang lengket. Telur-telur itu kemudian terbelah dan menjadi suatu makhluk yang menjijikan. Makhluk seperti monster dengan gigi dan duri tajam. Dialah ulat bulu, sang anak kupu-kupu.

Penduduk hutan mengerti sudah. Ternyata Merpati benar. Dia tak punya niat jahat terhadap orang lain.

Kupu-kupu menyesali kelakuannya. Keangkuhan, kesombongan, dan prasangka buruk telah menyengsarakan dirinya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Semua sudah terjadi. Dia harus mengubah sifat menjadi lebih santun dan baik agar anak-anaknya kelak memiliki kesempatan mendapatkan keindahan yang sejati.

Kupu-kupu harus mengajarkan pada anaknya, sang ulat bulu, agar kerakusannya dia hentikan dan segera dia bertapa untuk mendapatkan ujudnya yang sebenarnya. Kesombongan dan kedengkian kupu-kupu harus ia tebus dengan pengorbanan yang sangat berat.


READ MORE - PENYESALAN KUPU-KUPU

Kamis, 04 Juni 2020

TANDA CINTA BUAT EMAK



Mengenang Ibundaku tercinta. Terima kasih, engkau telah memberikan aku sesuatu yang berharga untuk bisa mengerti dunia dan mensyukurinya. Beristirahatlah dengan tenang Bunda. Doa-doa kami akan menemanimu setiap helaan nafas. Semoga.

( OLEH : FARICHIN )

 Mak, aku tak tahu, apakah aku harus menangis atau tersenyum, melihat engkau terbujur dingin. Nyawa yang selama ini mengaitkan engkau antara dunia fana dan hidup abadi, kini telah sirna. Tubuh kurusmu begitu ringkih menahan beban hidup yang begitu menyakitkan. Tubuhmu akhirnya harus merelakan nyawa satu-satunya yang engkau miliki kembali ke haribaan sang khalik. Mak, mungkinkah engkau merasa lega dengan jemputan malaikat maut yang baru saja engkau terima? Kulihat engkau tersenyum begitu manisnya. Tak secuil pun gambar kesakitan dan ketakutan tergores di pipimu yang keriput. Keikhlasan begitu tergambar dari senyummu yang begitu damai menghadapi sang maut. Dan senyum itu tak pernah aku lihat sepanjang engkau hidup bersamaku, Mak. Aku yakin engkau akan bertemu Tuhan dengan pertemuan yang begitu syahdu. Yah, mungkin perjalanan abadimu kini lebih berarti tinimbang terus menyaksikan hidup yang serba tak menentu.

            Mak, manakala kutatap wajahmu yang semakin dingin itu, ada rasa yang entah. Rasa kosong dan hampa yang tiba-tiba menekan dada, nafas, dan otakku. Aku tak tahu, Mak. Mengapa aku tidak menangis seperti layaknya orang-orang yang ditinggal mati oleh kerabatnya. Aku hanya bisa terpaku bisu. Air mata terasa begitu kering. Yang ada hanya duka diri kehilangan orang yang biasa diajak berbagi. Kehilangan orang yang sering menyadarkan aku kala kekufuran menyergap diri.tapi, bukankah tangisku juga tak kan mengubah apa yang telah terjadi. Aku tak ingin menyusahkanmu lagi dengan isak tangis yang hanya basa-basi.

 Masih terbayang jelas dalam benakku ,Mak ketika kau tiba-tiba jatuh sakit. Disentri telah menyerangmu. Penyakit itu memang penyakit kampungan kata orang-orang, tapi penyakit itu juga yang mampu menjadi sarana engkau pergi untuk selamanya. Engkau kesakitan dengan sakit yang teramat sangat. Aku tahu itu dari raut mukamu yang sulit dilukiskan, meskipun engkau berusaha untuk menyembunyikan sakit itu dariku. Mak, engkau memang perempuan luar biasa. Tak pernah sekalipun engkau mengatakan sakit  meskipun akhirnya engkau kalah oleh sakit itu. Engkau nikmati semua derita yang menimpa dengan kenikmatan yang sebenarnya.

            Maaf, Mak. Kalau saat itu aku tak dapat membawamu berobat ke dokter, tabib, atau dukun. Engkau pasti tahu betul karena untuk berobat ke sana juga butuh biaya. Sementara penghasilanku dengan mengumpulkan rongsokan tak pernah bisa lebih dari lima ribu perak sehari. Itupun kalau aku sedang beruntung memperoleh barang-barang bekas. Maafkan anakmu,Mak, kalau aku hanya bisa membelikanmu pil disentri seharga enam ribu perak sebutir. Itupun dengan pengorbanan cucu dan menantumu. Mereka terpaksa puasa, Mak, agar aku dapat membelikan pil itu untukmu. Namun panggilan Tuhan ternyata lebih dulu menjemputmu daripada usahaku membeli pil itu di kota kecamatan. Pil itu kini masih aku genggam, tapi sudah tak berguna lagi untukmu. Engkau sudah tak memerlukannya lagi kan,Mak. Tapi tak mengapa, semoga sebutir pil ini bisa menunjukkan tanda baktiku padamu. Ya, hanya itulah yang bisa aku berikan padamu,Mak.

            Mak, maafkan aku. Sebagai anak aku mungkin tak bisa membahagiakanmu di dunia. Selama engkau tinggal bersamaku, tak sekalipun engkau kuberikan kebahagiaan. Kekurangan adalah sahabat kita. Kalau dalam sehari kita tidak merasa kekurangan rasanya kok aneh. Kita memang orang yang hebat,Mak. Kita cukup makan sekali dalam sehari sementara orang-orang harus tiga kali. Kita juga bisa bertahan hidup tanpa listrik, televisi, atau hiburan lain sementara orang ribut kalau benda-benda itu tidak tersedia di rumah-rumah mereka. Tapi kita tak pernah bersedih dan berduka.  Itu   anjuranmu kan, Mak. Masih jelas dalam kepalaku engkau pernah berkata

“Nardi, jadi orang itu harus sabar, menerima dengan syukur. Tidak usah iri dengan rejeki tetangga. Kita boleh saja tidak punya apa-apa, tapi jangan harga diri kita engkau gadaikan untuk keperluan dunia” begitu katamu, Mak sambil menjemur gaplek di depan gubuk kita.

Aku juga masih ingat saat engkau memarahiku saat aku mencoba protes kepada kepala desa karena kita tidak terdaftar sebagai penerima BLT.

“Nardi, gak usah minta-minta sumbangan kepada orang. Jangan sekali-kali kamu berharap pada orang. Ingat, Nardi, kita sudah miskin, tapi jangan lantas kita merasa tidak punya apa-apa. kita masih  punya harga diri, akankah engkau gadaikan harga dirimu itu dengan uang seratus ribu perbulan? Malu Nar,malu. Emakmu malu kalau anaknya harus ribut untuk menjadi pengemis pada pemerintah.” begitu katamu saat itu. Kemarahan dan kedukaan tergambar jelas dalam raut mukamu yang kelam.

“tapi ,Mak kita tidak makan dengan harga diri. Yang kita makan nasi, dan untuk nasi kita butuh uang. Bukankah BLT itu diperuntukan untuk orang-orang miskin,Mak? Kita ini miskin, bahkan barangkali termiskin sekecamatan. Tapi mengapa kita tidak menerima bantuan itu. Apa mereka buta? Atau kita dianggap tidak ada?” protesku mendengar nasihatmu.

“Jangan suka menghina diri sendiri Nardi. Kita memang miskin, tapi kita masih bisa bekerja. Kalau butuh uang ya  usaha.Bukan memint-minta yang bukan jatah kita” lanjutmu untuk mencegah langkahku saat itu. Gaplek yang saat itu sedang kau jemur, terus tergenggam erat di tangan. Gemetar tanganmu menahan gejolak dalam dadamu saat itu.

“Mak, keluarga pak lurah yang sudah mampu saja mendapatkan BLT, mengapa kita yang kesusahan malah tidak dapat,Mak. Itu namanya tidak adil” kataku mulai melemah melihat amarahmu yang terpendam.

“Nardi, kalau kamu mengharap keadilan di dunia ini, sama saja kamu berharap dimasukkan kembali ke perut emakmu. Apakah itu mungkin?” Katamu ,Mak sambil tertatih meninggalkanku sendiri.

Aku terhenyak mendenga perkataanmu. Aku tersadar, betapa aku telah keliru mengharap pada manusia. Maaf ,Mak kalau saat itu aku terus membantah perkataanmu.

                                                            ☻☺☻☺☻

 

Mak, maaf. Kalau sejak engkau menghembuskan nafasmu yang terakhir, baru ada dua orang yang datang. Jangan bersedih ,Mak. Mungkin mereka sibuk urusan dunia mereka atau mereka khawatir gubuk kita akan penuh sesak dan akhirnya roboh apabila mereka datang. Mereka telah berbaik hati untuk tidak membuat gubuk kita roboh. Lagi pula apa yang dapat mereka peroleh dari kta ya, Mak?

            Mak sabar ya, untuk segera berangkat ke alam keabadianmu. Aku masih menunggu satu orang lagi untuk dimintai pertolongan mengangkatkan keranda jenazahmu. Mudah-mudahan mereka mau ya, Mak. Tapi kalaupun mereka tidak mau, mak aku pun sanggup menggendongmu ke kuburan seorang diri. Toh berat tubuhmu tidak terlalu berat dan juga kuburan untukmu yang telah aku siapkan juga tidak jauh dari gubuk kita.

O, iya maaf ,Mak. Kuburanmu terpaksa tidak di pemakaman umum. Uangku tidak cukup lagi untuk membayar ongkos penguburan di pemakaman umum. uangku sudah habis buat membeli pil seharga enam ribu rupiah sebutir yang kini berada di kantong kolorku dan secarik kain kafan kasar untuk pakaian terakhirmu. Tak ada biaya lagi untuk menguburkanmu di tanah pemakaman umum karena untuk menguburkan di situ harus mengeluarkan beberapa ratus ribu rupiah. Kalau aku punya uang sebanyak itu Mak tentunya aku tak cuma membelikanmu pil disentri yang seharga enam ribu perak tapi aku pasti akan membawamu berobat ke mantri atau dokter sehingga engkau pun mungkin dapat tertolong. Dunia  memang aneh, Mak sampai-sampai untuk mati saja harus jadi orang kaya. Lah, kita yang miskin memang harusnya tidak dilahirkan ya, Mak. Tapi mengapa Tuhan menciptakan orang miskin seperti kita?  Berarti kita sebenarnya ada manfaatnya juga di dunia. Ah, bodo amat lah, dengan orang lain yang menganggap kita tak berarti. Yang penting Tuhan menganggap kita berarti.

Mak, Kuburanmu aku buatkan di samping gubuk kita, di tempat biasa engkau mengupas singkong yang akan engkau buat menjadi gaplek. Mudah-mudahan engkau senang. Bukankah tempat itu tidak asing lagi buatmu, Mak? Ambil hikmahnya saja ya,Mak. Dengan kuburanmu yang dekat dengan rumah, aku bisa kapan saja berkunjung ke rumahmu yang baru. Aku yakin, rumahmu yang baru akan lebih besar daripada gubuk kita. Lebih luas dan lebih indah. Bukankah begitu, Mak kata pak ustad yang sering mengisi pengajian di masjid, meskipun kita hanya mendengar dari balik tembok keliling masjid yang kokoh itu. Meskipun yang tampak hanya sepetak tanah yang ditanami berbagai macam palawija tanamanmu. Singkong, ketela rambat, talas, bayam, dan cabai yang kautanam masih tetap kubiarkan agar engkau tidak merasa asing. Lagipula itu adalah warisanmu yang harus selalu kurawat demi kesejahteraan anak dan cucumu.

Hari semakin sore, mendung begitu tebal menyelimuti angkasa. Hujan belum turun, hanya sesekali kilat di langit atas menampakkan cahaya. Pelayat yang telah datang, Paijo dan Karmin, sudah pulang. Tak ada lagi orang yang datang untuk membantu menguburkan mak Pariyem. Mayat mak Pariyem sudah dimandikan oleh Nardi anak semata wayangnya dibantu oleh istri dan anaknya yang drop out dari kelas lima sekolah dasar. Alam tampak bersedih. Angin semilir seolah mengajak Nardi anaknya untuk segera menguburkan mayat ibunya. Orang-orang kampung sudah tidak dapat diandalkan. Mereka lebih tertarik berbicara tentang politik, uang, dan apa yang akan mereka peroleh dari tenaga yang mereka keluarkan.

Dengan khusuk Nardi memimpin sholat mayat untuk emaknya diikuti lastri, istrinya, dan Jamal ,anaknya, dengan bacaan sebisanya. Dia memang tak pernah belajar agama secara khusus. Guru agamanya hanyalah bapaknya dan ibunya yang semuanya kini sudah tiada. Sesekali memang Nardi mengikuti pengajian di masjid tetapi hanya di balik masjid. Dia sadar betul tubuh dan bajunya yang kotor tak layak untuk masuk ke masjid yang suci itu. Di samping itu, trauma masa kecilnya diusir dari masjid oleh pak ustad saat ia kecil gara-gara ia mau belajar sholat tetapi badan kotor dan bau cukup membuatnya jera untuk masuk rumah Tuhan yang suci itu. Ia tak mendendam. Kesadaran akan dirinyalah yang akhirnya menguasai hari-harinya untuk jauh dari tempat suci itu. Sebagai seorang muslim, nardi paham betul bahwa mengurus jenazah merupakan fardu kifayah dimana apabila sudah ada satu orang yang mengurusnya maka gugurlah kewajiban bagi muslim yang lainnya. Kini dia hanya ingin menggugurkan kewajiban muslim di sekitar rumahnya. Dia juga malu apabila nanti arwah ibunya bertemu malaikat dan ditanya tentang saudara muslimnya. Apa yang harus emak katakan? Memang kami menganganggap semua muslim adalah saudara kami, tapi apakah mereka mau mengakui kami sebagai saudara mereka.

Diangkatnya tubuh ringkih emaknya yang sudah tak bernyawa dari keranda bambu buatannya sendiri. Nardi masih kuat untuk mengangkat tubuh ibunya yang hanya memiliki berat tiga puluh kilogram. Dilangkahkannya kakinya pelan. Tubuh ibunya terasa begitu melekat pada tubuhnya yang semakin lemah karena puasa. Pelan tapi pasti. Tiba-tiba ada rasa haru yang menyergap relung hatinya. Dadanya penuh dengan rasa itu. Mata mulai memanas, dan akhirnya sebulir kristal air matanya turun berlahan melewati kelopak mata dan meluncur melalui pipinya yang hitam. Butir air mata itu terus meluncur dan berhenti di dagunya yang kasar. Ingin ia mengusap butir air itu, tapi ia tak memiliki kekuasan. Tangannya tengah sibuk menggendong tubuh emaknya. Dalam hatinya Nardi berdoa, “ya, Tuhan. Jangan biarkan air mata ku jatuh di kain kafan emakku. Biarkan kain itu bersih karena kain itu merupakan kain satu-satunya yang akan emakku pakai untuk menghadap-Mu.” Lalu diusapkan janggutnya pada lengan kanannya untuk menghilangkan air mata Nardi sambil terus berjalan menuju pemakaman untuk emaknya di belakang gubuk reyot mereka. Nardi berhenti sesaat. Diamatinya tubuh emaknya dalam gendongannya, memastikan air matanya tak mengotori kain kafan emaknya. Setelah diyakininya betul kain kafan emaknya masih seperti semula, ia melanjutkan perjalanannya ke makam ibunya yang tinggal beberapa langkah.

Sampailah rombongan pengantar jenazah itu sampai di makam ibunya. Ditatapnya lubang kubur untuk ibunya yang telah ia gali tadi pagi. Nardi tercenung sesaat. Siapa nanti yang akan turun di bawah lubang kubur dan siap pula yang akan memegangkan jenazah emaknya.Betapa akan tertolongnya dia apabila kang paijo atau kang Karmin masih di sini, bisik hati Nardi. Namun, segera ditepisnya pikiran itu jauh-jauh. Maaf , Mak aku telah mengeluh meski dalam hati. Engkau pasti tidak suka kalau eku mengeluh, apalagi saat mengantarkanmu untuk terakhir kalinya. Dipanggilnya istri dan anaknya untuk membopong jenazah emaknya, kemudian Nardi segera turun masuk ke lubang kubur emaknya. Beberapa saat kemudian selesailah prosesi pemakaman sederhana seorang perempuan sederhan dengan pola pikir sederhan dan acara sederhana. Nardi dan keluarganya segera meninggalkan kuburan emaknya. “Selamat jalan, Mak. Hidupmu kini lebih indah dari hidupmu yang lalu. Sampaikan rindu kami untuk menyusulmu pada, Tuhan agar kami bisa bertemu dengan keadilan yang hakiki”


READ MORE - TANDA CINTA BUAT EMAK