Sabtu, 26 Maret 2011

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS VII SMPN 2 BOJONG KABUPATEN TEGAL MELALUI PENGGUNAAN MODEL JIGSAW


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A. Setting dan Subjek Penelitian
Penelitian tindakan kelas tentang penggunaan model pembelajaran dengan jigsaw  untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bojong Kabupaten Tegal. Penelitian dilakukan pada semester pertama tahun pelajaran 2007/2008.  Penelitian dilakukan pada kelas VII d pada SMP tersebut. Pemilihan subjek penelitian didasarkan pada beberapa hal yaitu
  1. Proses pembelajaran membaca di SMP Negeri 2 Bojong masih menggunakan metode yang konvensional.
  2. Tingkat pemahaman siswa terhadap bahan bacaan rendah yang ditunjukkan dengan lebih dari 50% siswa di kelas VII d mendapatkan nilai di bawah KKM.
  3. Kondisi siswa pada pembalajaran membaca, kelas VII d termasuk kelas terjelek terhadap bahan bacaan. Mereka lebih banyak melakukan aktivitas untuk mencari jawaban dari pertanyaan bacaan dengan melihat jawaban temannya.


B.Teknik dan Alat Pengumpulan Data
            Data yang penulis butuhkan untuk penelitian, dikumpulkan dengan beberapa cara yaitu
1.    observasi. Teknik ini dipakai untuk mencari data tentang kondisi awal siswa dan keefektivitasan pelaksanaan tindakan.
2.    tes. Tes digunakan untuk mengetahui kondisi pascatindakan secara riil pada kelas yang menjadi subjek penelitian.
3.    wawancara. Teknik wawancara digunakan untuk mengumpulkan data tentang kondisi awal yang riil pada subjek penelitian.
4.    Uji produk yaitu suatu bentuk uji mereproduksi kembali suatu yang telah dibaca. Uji ini dapat menjadi gambaran kemajuan siswa dalam memahami suatu bahan bacaan di samping dari hasil tes.
Dalam penelitian yang penulis lakukan, penulis menggunakan beberapa instrumen atau alat untuk mengumpulkan data penelitian. Instrumen yang akan digunakan disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilakukan. Berikut ini adalah daftar kegiatan dan Instrumen yang  digunakan
a.  kegiatan observasi awal
:
  1. daftar wawancara dengan guru, siswa,dan   petugas perpustakaan.
  2.  tabel observasi lingkungan
b.  prapenelitian
:
  1. daftar nilai KD membaca siswa
  2. angket tentang minat siswa pada KD yang akan dipelajari
c.  pelaksanaan tindakan
:
1.      tabel observasi kolaborator tentang pelaksanaan PBM
2.      tabel penilaian proses
3.      tabel pemetaan cerita
4.      rubrik penilaian produk
d. pascatindakan

1.    angket tentang refleksi siswa terhadap kegiatan yang telah dilakukan.
2.    daftar rangkuman hasil refleksi dari guru dan kolaborator

C. Teknik Analisis dan Validasi Data
         Teknik yang digunakan dalam analisis data yang dilaksanakan adalah analisis catatan lapangan yang diperoleh dari observasi oleh kolaborator, peneliti, dan balikan dari siswa. Untuk menganalisis kemajuan prestasi dilakukan dengan deskripsi  komparatif hasil dengan membandingkan kondisi pratindakan dan pasca tindakan.
         Validasi data yang telah terkumpul dilakukan dengan beberapa cara yaitu
a.    member check yaitu memeriksa kembali keterangan atau informasi yang telah diperoleh selama observasi dan atau wawancara untuk mengetahui keajegan informasi tersebut.
b.    Triangulasi memeriksa kebenaran hipotesis, konstruk, dan analisis dengan membandingkan antara pandangan guru sebagai sebagai kolaborator, peneliti, dan siswa.

D. Indikator Kinerja
Penelitian ini dianggap berhasil apabila memenuhi kriteria keberhasilan yang telah ditentukan. Kritreria tersebut adalah
  1. Adanya peningkatan nilai pemahaman isi pada tes minimal sebesar kriteria ketuntasan minimal sekolah (6,5) pada siklus pertama dan peningkatan nilai tes sebesar 7,5 pada siklus kedua.
  2. Adanya peningkatan kemampuan menulis siswa dengan penggunaan ejaan dan diksi. Peningkatan tersebut disimbolkan dengan nilai minimal 6,5 pada siklus pertama dan 7,5 pada siklus kedua.

E. Prosedur Penelitian
            Jenis penelitian yang dilakukan adalah peneltian tindakan kelas. Model penelitiannya adalah model penelitian versi Kemmis dan Mc.Taggart (1988) yang merumuskan penelitian dengan empat tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (Acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting).
            Tindakan yang akan dilakukan adalah pembelajaran dengan model pembelajaran jigsaw untuk  kompetensi dasar membaca cerita anak. Hasil yang akan diperoleh dari kegiatan ini adalah
    1. peta cerita dari setiap tim ahli.
    2. Peta cerita dari tim
    3. Produk hasil  reproduksi cerita oleh siswa
Berikut ini adalah bagian-bagian siklus penelitian menurut Kemmis dan Mc.Taggart yang akan digunakan dalam penelitian
  1. Perencanaan (planning)
Penelitian ini dilakukan berdasarkan masalah yang dikemukakan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP 2 Bojong, Kabupaten Tegal. Dari hasil wawancara tersebut dikonfirmasikan secara silang dengan guru bahasa Indonesia yang di sekolah tersebut. Hasil dari cek silang kemudian dijadikan dasar pelaksanaan observasi tahap prapenelitian. Pada tahap ini dilakukan refleksi pada hal-hal yang mungkin terkait dengan permasalahan membaca. Refleksi dilakukan dengan cara melakukan observasi, studi pustaka, dan penyebaran angket. Refleksi ini digunakan untuk mengetahui latar belakang yang sebenarnya dari permasalahan kesulitan dalam membaca pemahaman. Dari hasil refleksi ini, penulis dan kolaborator mencoba merumuskan permasalahan penelitian.
            Setelah permasalahan ditentukan, penulis dan kolaborator mempersiapkan semua yang berkaitan dengan rencana penelitian yang akan dilakukan. Persiapan tersebut adalah
    1. Menentukan kemungkinan solusi pemecahan masalah
    2. Menentukan desain penelitian
    3. Mempersiapkan rencana kegiatan
    4. Mempersiapkan media pembelajaran
    5. Menyiapkan alat evaluasi
    6. Mempersiapkan instrumen penelitian yang diperlukan
    7. Membentuk kelompok secara heterogen
    8. Membuat rencana pembelajaran
Tahap selanjutnya adalah tahap perencanaan siklus penelitian. Penelitian yang akan penulis lakukan direncanakan sebanyak dua siklus. Siklus pertama direncanakan sebanyak tiga pertemuan.
  1. Pelaksanaan (action)
Siklus I : Pertemuan pertama
    1. Penjelasan guru tentang pokok-pokok cerita.
    2. Guru membagi siswa menjadi kelompok yang telah direncanakan sebelumnya, kemudian menjelaskan aturan main kegiatan yang akan dilaksanakan.
    3. Siswa membaca cerita yang telah diberikan pada guru secara individual.
    4. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli untuk menemukan pokok-pokok cerita yang menjadi tugasnya. Hasil dari diskusi ini adalah satu peta cerita dari bagian cerita yang menjadi tanggung jawab ahli.
    5. Siswa menceritakan hasil temuan dalam diskusi kelompok ahli kepada temannya dalam tim sampai semua anggota tim memiliki kesepahaman.
    6. Siswa dalam tim menyatukan konsep-konsep cerita perbagian yang menjadi tugasnya menjadi satu konsep peta cerita yang utuh (kegiatan prapenulisan reproduksi cerita).
Pertemuan kedua
                    i.          Siswa mengerjakan kuis secara individual.
                  ii.          Siswa mereproduksi cerita pada bentuk draf.
                 iii.          Siswa membacakan draf karangan di depan kelompok.
                 iv.          Siswa melakukan revisi draf berdasarkan masukan teman dan peta cerita yang telah dibuat dalam kelompok.
Pertemuan ketiga
                      i.        Peer editing. Peer editing yang akan dilakukan menggunakan tim ahli. Siswa dalam kelompok akan dibagai menjadi ahli-ahli bagian editing yaitu ahli tentang diksi, tata tulis, dan ejaan. Setiap ahli akan melakukan editing pada karya teman satu kelompoknya sesuai bidang tugasnya masing-masing.
                    ii.        Publikasi. Pada tahap ini siswa memperbaiki tulisan yang telah diedit oleh temannya untuk kemudian dipublikasikan dalam antologi karya kelompok.
                   iii.        Siswa membacakan salah satu karya anggota kelompok di depan kelas. 
Siklus kedua dilakukan tahapan yang sama seperti pada siklus pertama. Yang membedakan antara siklus pertama dan siklus kedua adalah materi bahan bacaan dialihkan ke dalam bentuk cerita nonfiksi. Cerita yang diujikan adalah cerita bertemakan “Serangan Fajar di Jogjakarta” . Di samping itu, pada siklus kedua ini dilakukan beberapa perbaikan yang didasarkan pada hasil refleksi pada siklus pertama. Tujuan dari pelaksanaan siklus kedua ini adalah untuk memantapkan hasil yang dapat dicapai dari membaca pemahaman dengan penggunaan jigsaw.

  1. Pengamatan (observing)
Pada tahap ini dilakukan pengamatan oleh tiga pihak yaitu guru sebagai kolaborator sebagai pemilik kelas, peneliti yang bertugas sebagai observer, dan siswa sebagai objek penelitian. Observasi oleh guru dilakukan berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran yang terkait secara langsung dengan penilaian proses pembelajaran. Pada saat observasi dilakukan, guru diarahkan dengan tabel observasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.
            Observasi yang dilakukan oleh observer difokuskan pada kejadian-kejadian yang timbul selama pelaksanaan tindakan. Observer membawa tabel observasi yang telah dipersiapkan agar hasil pengamatan lebih terarah. Observer dilakukan oleh peneliti yaitu guru bahasa Indonesia di pengajar kelas yang berbeda di sekolah yang sama.
            Observasi yang dilakukan siswa pada hakikatnya adalah refleksi dari yang dialami siswa. Observasi difokuskan pada tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Karena jumlah siswa cukup banyak dalam satu kelas, untuk memperoleh hasil observasi ini, peneliti menggunakan angket untuk memperoleh balikan terhadap pembelajaran yang telah dilakukan
  1. Refleksi (reflecting)
Refleksi merupakan kegiatan untuk mengetahui mutu pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. Pada refleksi ini akan digunakan analisis dari hasil observasi antara guru(kolaborator), peneliti,  dan hasil angket yang dibagikan pada siswa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...