Kamis, 21 April 2011

MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN

Media disebut juga alat yang dijadikan sarana atau penghubung. Kaitannya dengan media pembelajaran, berarti penghubung yang dimaksud adalah proses komunikasi antara pendidik dan peserta didik saat proses pembelajaran berlangsung. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Arsyad. Arsyad mengatakan bahwa kata media berasal dari bahasa latin mediumb yang berarti perantara atau pengantar. Media berfungsi sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. Banyak para pakar yang memberi batasan tentang media. Hal ini sejalan dengan pendapat Arsyad yang mengatakan bahwa Media berarti perantara atau penghantar (Arsyad,2007) pendapat ini sejalan dengan pendapat dari Assosiation of Education and Communication Technology (AECT) yang membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyampaiakan pesan dan informasi. (AECT via Arsyad,2007)

Pendapat di atas diperjelas lagi oleh Rudy Bratz yang mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi beberapa, yaitu : a) media audio visual yang dapat bergerak, b) media audio visual diam, c) media audio visual semi gerak, d) media visual gerak, e) media visual diam, f) media semi gerak, g) media audio dan h) media cetak(Rudy Bratz via Arief S. Sadiman 1986:20). Selanjutnya Gagne mengklasifikasikan media pembelajaran, yaitu a) benda didemonstrasikan, b) komunikasi lisan, c) media cetak, d)gambar diam, e) gambar gerak, f) film bersuara dan g) mesin belajar. (Gagne via Arief S. Sadiman 1986:23) Sementara itu, Arsyad membagi media menjadi tiga yaitu media cetak, media audio visual, dan media komputer (Arsyad, 2007). Arsyad mengklasifikasikan media berdasarkan sarana dan bentuk media.

Berdasarkan pembagian di atas, dapat kita ketahui bahwa media pembelajaran sangat banyak. Tinggal pemanfaatannya bergantung pada kretivitas guru sebagai penyusun skenario pembelajaran. Yang jelas, penggunaan media akan berdampak positif terhadap daya serap dan ketuntasan belajar siswa.lalu bagaimanakah kita kita dapat menentukan media yang baik agar kita dapat menggunakan media secara efektif dan efesien?
Menjawab pertanyaan di atas, Arsyad mendata ciri-ciri media pembelajaran yang baik terdiri dari (1) Ciri fikatif (fixative Property) yang melingkupi kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek.(2) Ciri Manipulatif (Manipulative Property) yaitu kemampuan media menghadirkan kejadian yang terjadi berhari-hari dalam waktu beberapa menit. Misalnya proses metamorfosis kupu-kupu dapat dijelaskan dalam beberapa menit saja.(3) Ciri Distributif (Distributive Property) Suatu objek atau kejadian ditransformasikan melalui ruang dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relative sama mengenai kejadian itu.(Arsyad, 2007)

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan suatu atau sarana yang digunakan dalam proses pembelajaran agar siwa mampu memahami suatu konsep dan kompetensi pembelajaran yang disanpaikan guru. Media pembelajaran yang baik harus sesuai dengan kondisi siswa dan dapat dimanfaatkan sebanyak-banyaknya oleh keseluruhan siswa dalam satu kelas.

Lalu bagaimanakah manfaat media pembelajaran di kelas. dari pengalaman penulis terhadap penggunaan media pembelajaran, beberapa perubahan terjadi pada diri siswa. tentunya perubahan tersebut adalah perubahan yang positif. perubahan tersebut adalah perubahan tingkah laku. Dengan penggunaan media pembelajaran, anak lebih bersemangat dalam belajar. tentunya semangat ini sebagai modal utama keberhasilan dalam pembelajaran. Coba kita bayangkan, seandainya setiap kali pelajaran dilaksanakan di kelas anak-anak penuh semangat mengikutinya, tentu hasil akhirnya adalah prestasi yang meningkat.

Namun perlu juga diwaspadai, penggunaan media pembelajaran yang monoton model dan bentuknya tidak lagi akan menjadi daya tarik bagi siswa dalam mengikuti pembelajarn. sebagus apapun media dengan bantuan komputer, kalau setiap kali pelajaran menggunakan itu terus, anak tentunya akan jenuh. maka dari itu, inovasi media juga sangat diperlukan. kalau kita menguasai komputer dan sekolah juga memiliki fasilitasnya, mengapa tidak kita lakukan. yang penting jangan keterusan itu terus. kali lain mungkin kita pakai media yang lebih sederhana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar